Gerhana Matahari

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusunan makalah “Gerhana Matahari” ini dapat terselesaikan dengan cukup baik.

Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari pihak lain, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Karena itu, sudah sepantasnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami setiap saat.

Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi. Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna bagi kita semua.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Istilah ini umumnya digunakan untuk gerhana Matahari ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, atau gerhana bulan saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, gerhana juga terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain. Salah satu fenomena alam yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun sekali di suatu wilayah adalah fenomena atau peristiwa gerhana matahari yang merupakan fenomena alam yang menakjubkan.

Gerhana matahari merupakan suatu momen yang sangat langka. Gerhana matahari kedatangannya berjarak dengan rentang waktu yang lama. Dibandingkan gerhana bulan, gerhana matahari ini lebih jarang terjadi. Inilah salah satu hal yang menyebabkan gerhana matahari ini menjadi momen yang luar biasa berharga bagi setiap orang. Alasan lain mengapa gerhana matahari ini menjadi momen yang langka dan sangat berharga adalah karena waktu terjadinya di pagi atau siang atau sore hari, sehingga akan terlihat sangat menakjubkan daripada gerhana bulan yang terjadi pada malam hari.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah “Gerhana Matahari” ini sebagai berikut:

  1. Apa pengertian gerhana matahari?
  2. Apa saja jenis-jenis gerhana matahari?
  3. Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari?
  4. Bagaimana cara mengamati gerhana matahari dengan aman?

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian gerhana matahari?
  2. Untuk mengetahui jenis-jenis gerhana matahari?
  3. Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana matahari?
  4. Untuk mengetahui cara mengamati gerhana matahari dengan aman?

D. Manfaat

Makalah “Gerhana Matahari” ini dapat menjadi sumber pengetahuan yang berguna bagi siswa, agar memahami tentang gerhana matahari dan mengetahui cara yang aman untuk melihat gerhana matahari.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari merupakan suatu keadaan di mana pada waktu matahari menyinari bumi, matahari tersebut tiba-tiba tertutup oleh bulan yang juga berotasi mengelilingi bumi. Dengan kata lain gerhana matahari adalah kejadian di mana matahari tertutup oleh bulan karena pada saat itu posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Sehingga ketika gerhana matahari tersebut terjadi, kondisi bumi akan gelap gulita.

Meskipun gerhana matahari ini terjadi pada pasi hari, sing hari atau sore hari, namun kondisi bumi akan seperti malam hari karena tidak adanya cahaya matahari yang menyinari bumi. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika terjadinya gerhana matahari. Namun terjadinya matahari ini biasanya hanya di beberapa wilayah tertentu dan kondisi bulan menutupi matahari ini hanya berlangsung beberapa menit saja.

Meskipun hanya beberapa menit saja, namun momen berharga ini sering kali disambut meriah oleh banyak orang. Hal ini karena orang-orang hanya akan menemukan gerhana matahari ini sekitar puluhan bahkan ratusan tahun mendatang. Gerhana matahari merupakan momen langka yang selalu disambut meriah oleh siapa saja yang akan melihatnya.

Momen gerhana bulan meskipun hanya berlangsung beberapa menit saja namun kedatangannya sangat menakjubkan dan banyak dinanti-nantikan semu masyarakat di suatu negara yang akan terjadi gerhana matahari tersebut. Bahkan ratusan bahkan ribuan masyarakat mau menunggu saat-saat datangnya gerhana matahari ini hingga berjam-jam lamanya.

Tidak hanya cukup itu, banyak warga yang rela berangkat lebih dahulu ke tempat yang strategis demi mendapatkan tempat untuk melihat secara jelas dan secara nyata prosesi berlangsungnya gerhana matahari. Bahkan ada pula turis-turis asing yang rela datang dari negara yang letaknya jauh ke negara yang mengalami gerhana matahari tersebut hanya demi melihat proses tertutupnya matahari oleh bulan ini. Hal ini sesuatu yang menandakan bahwa gerhana matahari ini sungguhlah istimewa.

B. Jenis-jenis Gerhana Matahari

Gerhana matahari ini secara umum dipecah-pecah menjadi beberapa jenis. Hal ini mengacu pada proses terjadinya gerhana matahari tersebut seperti yang sudah kita bahas di atas dan juga mengacu pada jarak dari matahari dengan bumi dan juga bulan dengan bumi. Karena adanya-fase-fase gerhana matahari dari awal hingga akhir, maka akan menyebabkan beberapa penyebutan gerhana matahari itu sendiri. Adanya penyebutan gerhana matahari ini sehingga dipecah menjadi beberapa jenis tidak lain juga karena gerhana matahari yang sedang terjadi akan dilihat berbeda-beda oleh beberapa kota. Misalnya di kota A akan terjadi gerhana total, maka belum tentu di kota B juga kan melihat gerhana total. Bisa saja di kota B hanya gerhana matahari parsial atau sebagian saja. Maka hal inilah perlu diadakan pemilahan jenis gerhana matahari.

Secara umum, gerhana matahari dapat dibedakan menjadi empat jenis. Hal ini di dasarkan pada fase-fase terjadinya gerhana matahari. Empat jenis gerhana matahari ini saling berkaitan atau bersambung antara satu dengan yang lainnya. Berikut adalah jenis-jenis gerhana matahari yang terbagi menjadi empat:

1. Gerhana matahari total

Gerhana matahari total ini terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Pada saat itu piringan bulan terlihat sama besar atau bahkan lebih besar dari piringan matahari . ukuran piringan matahari dan juga piringan bulan sendiri berubah-ubah. Hal ini tergantung pada masing-masing jarak bumi dengan bulan dan juga jarak bumi dengan matahari.

2. Gerhana matahari sebagian

Gerhana matahari sebagian ini terjadi apabila piringan bulan di saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari piringan matahari saja. Pada fase gerhana ini selalu ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

3. Gerhana matahari cincin

Gerhana matahari cincin ialah gerhana matahari yang terjadi apabila piringan bulan pada saat puncak gerhana hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Gerhana jenis ini terjadi apabila ukuran piringan bulan lebih kecil daripada piringan matahari. Sehingga ketika piringan bulan berada di depan piringan matahari, tidak semua piringan matahari akan tertutup oleh piringan dari bulan. Dan bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan ini berada di sekeliling piringan bulan sehingga terlihat menyerupai cincin yang bercahaya. Itu sebabnya gerhana ini dinamakan gerhana matahari cincin.

4. Gerhana matahari hibrida

Gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang bergeser antara gerhana matahari total dan juga gerhana matahari cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana matahari total, sementara pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana matahari cincin. Gerhana hibrida ini relatif jarang terjadi.

Itulah beberapa jenis gerhana matahari yang kita temui di lapisan atmosfer bumi. Perbedaan gerhana-gerhana tersebut terjadi karena fase dari gerhana matahari sendiri maupun karena jarak dari bumi dan matahari serta bumi ke bulan.

C. Proses Terjadinya Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika posisi matahari, bulan, dan juga bumi berasal dalam satu garis yang lurus. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa hal ini akan menyebabkan matahari tertutup oleh bulan karena posisi bulan yang menghalangi bumi, sehingga dari bumi sendiri cahaya matahari akan tertutup oleh bulan baik sebagiannya saja maupun total, yakni semua cahaya matahari tertutup oleh bulan. Meskipun secara kenyataannya ukuran bulan lebih kecil daripada matahari dan juga bumi, namun bayangan dari bulan sendiri mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya. Hal ini dapat terjadi karena posisi bulan yang berjarak rata-rata sejauh 384.400 kilometer dari bumi yang notabene lebih dekat bila dibandingkan jarak matahari dari bumi yang mencapai 149.680.000 kilometer. Karena jarak yang demikian selisihnya, maka bayangan bulan menutupi agungnya sinar atau cahaya matahari pun bisa terjadi.

Proses terjadinya gerhana matahari ini ada beberapa tahap. Sebelumnya akan dijelaskan mengapa posisi matahari, bumi, dan juga bulan bisa satu garis lurus. Hal ini karena bumi berevolusi mengitari matahari, dan bulan yang berkedudukan sebagai satelit bumi bergerak mengitari bumi setiap harinya atau yang dinamakan revolusi bulan. Karena sama-sama berputar atau berevolusi mengelilingi targetnya masing-masing, maka bisa saja suatu saat ketiganya berada dalam satu garis lintasan yang lurus.

Hal ini karena revolusi bulan terhadap bumi pun mempunyai lintasannya sendiri, sehingga gerhana matahari yang terjadi ini tidak melulu di suatu tempat, namun berganti-gantian tempat. Pada saat matahari, bulan, dan bumi ini berada pada satu garis lurus, saat itu bulan tengah melintas di antara matahari dan juga bumi. Maka untuk beberapa saat, cahaya matahari yang menuju ke bumi akan terhalang oleh bayangan bulan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan ketika fase total itu terjadi yakni bulan menutupi matahari, maka akan tampak korona matahari yang seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi oleh bulan tersebut.

Gerhana matahari sendiri ketika akan menuju total maka melalui beberapa tahapan terlebih dahulu:

  1. Awalnya ketika detik-detik dan belum terjadi apa-apa, kita akan merasakan dan melihat bahwa langit biru yang cerah akan sedikit tampak redup seperti kehilangan satu level kecerahannya.
  2. Kemudian ketika akan memulai proses gerhana, akan datang bayangan hitam yang perlahan-lahan menuju matahari. Bayangan hitam tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bayangan bulan yang akan menutupi matahari tersebut.
  3. Selanjutnya bayangan bulan yang terlihat berwarna hitam yang baru saja kelihatan berukuran kecil tersebut akan semakin besar dan akan semakin menutupi matahari yang bersinar dengan terang sehingga matahari perlahan lahan akan tampak menyabit.
  4. Setelah itu matahari yang sudah menyabit tersebut akan semakin tertutup hingga bayangan hitam tersebut menutup seluruh matahari. Nah, fase inilah yang dikenal dengan istilah gerhana matahari total. Pada tahap atau fase inilah seluruh permukaan bumi yang dilintasi bulan tersebut akan menjadi gelap gulita seperti malam hari dengan tiba-tiba. Namun gelap ini pun hanya terjadi beberapa menit saja. Pada fase ini juga ketika kita melihat ke matahari maka matahari hanya akan terlihat pinggirannya saja atau terlihat bagian koronanya yang seperti menjulur-julur. Pada fase ini juga sinar radiasi matahari yang sampai bisa dirasakan ke bumi akan sangat berbahaya. Sinar radiasi ini akan bisa mengenai mata ketika kita dengan mata telanjang atau kacamata biasa melihat proses gerhana tersebut dengan mata telanjang dan tanpa pengaman khusus sama sekali. Maka dari itu, bagi orang-orang yang ingin menyaksikan gerhana matahari secara langsung harus menggunakan kacamata anti radiasi agar nantinya mata dari si penglihat tersebut bisa terlindungi.
  5. Setelah melewati fase gerhana matahari total, maka secara perlahan-lahan bayangan bulan yang berwarna hitam tersebut akan meninggalkan matahari dan matahari akan tampak seperti menyabit kembali.
  6. Setelah matahari menyabit untuk kedua kalinya, maka bayangan bulan yang berwarna hitam tersebut semakin lama akan semakin hilang, sehingga matahari akan kembali bersinar tanpa dihalangi oleh satu apa pun. Dan pada waktu yang seperti ini kondisi di bumi sudah menjadi terang seperti semula dan manusia sudah bisa lagi merasakan hangatnya terpaan sinar matahari.

Itulah fase-fase atau prosesi terjadinya gerhana matahari dari awal hingga akhir. Jadi gerhana matahari ini dari awal atau detik-detik tertutupnya matahari oleh bayang bulan hingga hilangnya bulan dan menjauhi matahari ini bila ditotal akan memakan waktu cukup lama meskipun gerhananya sendiri hanya membutuhkan beberapa menit saja. Namun seberapa pun lamanya terjadinya gerhana matahari ini, yang pasti gerhana matahari mampu menyihir sebagian penduduk bumi untuk terkagum-kagum melihat fenomena alam yang sangat menakjubkan tersebut.

D. Cara Mengamati Gerhana Matahari dengan Aman

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari Matahari) dapat membahayakan, karena mengakibatkan kerusakan permanen retina mata akibat radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana Matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Penggunaan kaca mata untuk menyaksikan gerhana tidak aman karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata. Karena cepatnya peredaran Bumi mengitari matahari, gerhana matahari tak mungkin berlangsung lebih dari 7 menit dan 58 detik, sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Untuk melihat gerhana matahari dengan aman agar mata kita tetap terlindungi, dibutuhkan alat-alat pengaman tertentu untuk melindungi mata kita dari radiasi sinar matahari. Selain itu, ada pula cara-cara lainnya yang dapat dilakukan untuk melihat gerhana matahari ini dengan tetap aman.

1. Menggunakan kacamata khusus anti radiasi

Cara yang paling aman dan paling banyak dilakukan orang yang akan melihat gerhana matahari adalah dengan menggunakan kacamata khusus anti radiasi. Kacamata anti radiasi ini adalah kacamata yang dirancang khusus untuk mengamankan mata agar tidak terkena radiasi dari sinar matahari secara langsung. Kacamata-kacamata seperti ini dapat didapatkan di toko-toko tertentu. Di antara toko yang menjual kacamata jenis ini adalah toko buku Gramedia dan beberapa e-commerce di Indonesia. Juga dapat memperoleh kacamata anti radiasi ini secara gratis yang dibagikan oleh beberapa lembaga maupun komunitas atau bahkan pemerintah yang menyelenggarakan acara nonton bersama gerhana matahari di suatu tempat tertentu.

Biasanya dalam event-event demikian, banyak sekali kacamata anti radiasi yang dibagi-bagikan secara gratis pada siapa saja yang ingin berkontribusi atau mengikuti acara tersebut. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah, jangan menggunakan kacamata hitam biasa. Kacamata gelap atau yang berwarna hitam belum tentu merupakan kacamata yang memiliki anti radiasi terhadap sinar matahari. Jika kita hanya memakai kacamata hitam biasa, sinar matahari masih bisa menembus masuk karena sinar matahari ini bersifat kuat. Maka dari itu hindarilah melihat gerhana matahari ini jika hanya bermodalkan kacamata hitam biasa, karena hal ini akan menimbulkan kerugian pada sendiri.

2. Menggunakan Teleskop

Cara melihat gerhana matahari yang aman selanjutnya adalah dengan menggunakan teleskop. Teleskop biasa digunakan untuk melihat bintang-bintang yang ada di langit. Dalam kaitannya dengan gerhana matahari, teleskop ini juga bisa digunakan untuk melihat gerhana matahari, namun dengan trik khusus. Jangan melihat gerhana matahari melalui teleskop dengan meneropong langsung menggunakan mata telanjang kita, karena hal yang demikian malah justru akan berbahaya bagi mata kita dan menyebabkan terganggunya kesehatan mata kita. Namun cara yang dapat digunakan secara aman dan juga nyaman adalah dengan memproyeksikan cahaya dari teleskop ke suatu bidang rata berwarna putih, seperti misal kertas putih ataupun papan berwarna putih. Nah dari sinilah kita dapat melihat proses terjadinya gerhana matahari dengan aman tanpa merusak mata.

3. Melihat gerhana matahari melalui siaran televisi

Cara yang ketiga ini adalah cara yang paling aman dan paling nyaman kita lakukan. Dan cara ini dapat dilakukan oleh siapa saja serta dilakukan oleh siapa pun yang berada di wilayah mana pun, pasalnya cara yang ketiga ini adalah melihat gerhana matahari dari siaran televisi. Hal ini selain aman kita juga melihat dengan sangat jelas proses terjadinya gerhana matahari. Stasiun-stasiun televisi akan berlomba-lomba menayangkan gerhana matahari dengan sejelas mungkin, sehingga kita sebagai pemirsa justru dapat melihat siaran stasiun mana saja yang menjadi favorit. Selain itu, keuntungan lain yang didapat dari cara ini adalah kita bisa melihat atau mengetahui kondisi atau tempat yang paling jelas terjadinya gerhana matahari tersebut jika di daerah kita tidak terlalu terlihat.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Secara umum, gerhana matahari dapat dibedakan menjadi empat jenis. Hal ini di dasarkan pada fase-fase terjadinya gerhana matahari. Empat jenis gerhana matahari ini saling berkaitan atau bersambung antara satu dengan yang lainnya. Untuk melihat gerhana matahari dengan aman agar mata kita tetap terlindungi, dibutuhkan alat-alat pengaman tertentu untuk melindungi mata kita dari radiasi sinar matahari. Selain itu, ada pula cara-cara lainnya yang dapat dilakukan untuk melihat gerhana matahari ini dengan tetap aman.

B. Saran

Penggunaan kaca mata untuk menyaksikan gerhana tidak aman karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari

Download Contoh Makalah Gerhana Matahari.docx

Download juga:

Makalah Satelit Buatan

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH