Jaringan Otot

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan Semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semua makhluk hidup terdiri atas unit yang disebut sel. Jelasnya sel merupakan unit struktural terkecil yang melaksanakan proses yang berkaitan dengan kehidupan, misalnya mampu mengambil nutrisi, tumbuh dan berkembang biak, bereaksi terhadap rangsangan, dan sebagainya. Awal kehidupan mamalia bertitik tolak dari embrio berbentuk sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa yang disebut zigot. Zigot segera berkembang melalui serangkaian pembelahan pola mitosis sesuai dengan tahap perkembangan embrio yang disebut embriogenesis.

Selanjutnya embrio menumbuhkan kelompok sel khusus yang berbeda satu dengan yang lain. Kelompok sel khusus embrio, dalam proses membentuk jaringan, terlepas satu dari yang lain dengan terbentuknya bahan antar sel. Proses pembentukan jaringan dalam embriologi disebut “histogenesis‟ yang mendasari pembentukan organ-organ tubuh (organogenesis). Jadi jaringan adalah kumpulan dari sel-sel sejenis atau berlainan jenis termasuk matriks antar selnya yang mendukung fungsi organ atau sistem tertentu. Meskipun sangat kompleks tubuh mamalia hanya tersusun oleh 4 jenis jaringan yaitu jaringan epitel, penyambung/pengikat, otot, dan saraf. Dalam tubuh jaringan ini tidak terdapat dalam satuan-satuan yang tersendiri tetapi saling bersambungan satu dengan yang lain dalam perbandingan yang berbeda-beda menyusun suatu organ dan sistem tubuh.

Jaringan dasar adalah jaringan yang mendasari terbentuknya organ tubuh yang fungsional. Pengertian jaringan dalam hal ini mencakup sel-sel serta bahan antar sel yang dihasilkannya, maka pengetahuan tentang struktur serta aktivitas sel merupakan dasar dari histologi. Dalam kehidupan, ada beberapa bagian yang dapat membantu antara organ satu dengan organ lainnya, contohnya saja otot. Otot dapat melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak aktif. Selain itu otot merupakan jaringan pada tubuh hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf.

Jaringan otot menyusun 40% hingga 50% berat total tubuh manusia dan tersusun atas serabut-serabut otot. 4 ciri jaringan otot antara lain: iritabilitas (peka terhadap rangsang), kontraktil (mampu memendek dan menebal), relaksasi (mampu memanjang, dan elastisitas atau mampu kembali ke bentuk semula setelah kontraksi atau relaksasi. Melalui gerak kontraksinya, otot melakukan 3 fungsi yaitu gerak, mempertahankan bentuk dan produksi panas.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dalam makalah ini adalah:

  1. Apa pengertian jaringan otot?
  2. Apa fungsi jaringan otot?
  3. Apa saja jenis-jenis jaringan otot?
  4. Bagaimana ciri-ciri jaringan otot?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Jaringan Otot

Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Otot sebagai jaringan dibina atas sel-sel otot yang berfungsi untuk pergerakan suatu alat atau bagian tubuh. Dengan kemampuan otot dalam berkontraksi, ia mengemban 3 fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan memproduksi panas. Gerakan yang di hasilkan oleh otot pada dasarnya ada 2, yaitu gerakan tubuh yang mudah di amati dan gerakan tubuh yang tidak mudah di amati.

Gerakan tubuh yang mudah di amati meliputi gerak perpindahan tempat (misalnya berjalan, berlari) dan gerakan bagian tubuh tertentu (misalnya menggelengkan kepala, melambaikan tangan), sedangkan gerakan yang tidak mudah diamati adalah gerakan organ-organ dalam tubuh, misalnya gerak peristaltik alat-alat pencernaan, denyut jantung, mengembang dan menyempitnya pembuluh darah, gerakan pengosongan kantung kencing. Fungsi kedua dari otot adalah menjaga postur tubuh, kontraksi dan relaksasi otot-otot rangka menjaga tubuh dalam posisi tetap tegak pada saat berdiri maupun duduk. Fungsi ketiga adalah menghasilkan panas, kontraksi otot dapat menghasilkan panas untuk memelihara suhu tubuh, contoh pada saat kedinginan, otot menggigil untuk menghasilkan panas.

B. Fungsi Jaringan Otot

Fungsi dari jaringan otot ialah berhubungan dengan lokomosi (pergerakan). Pergerakan yang dihasilkan dari kontraksi jaringan otot berperan dalam melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, antara lain:

1. Menggerakkan rangka (tulang)

Jaringan otot yang menyusun rangka (tulang) disebut dengan otot rangka. Bersama-sama menyusun sistem pergerakan yang mendukung lokomosi hewan dalam bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam berbagai tujuan, otot berfungsi sebagai alat gerak aktif. Artinya ialah pergerakan yang terjadi ialah hasil dari kerja otot, sementara tulang membuat pergerakan itu menjadi nyata. Dalam pengertian yang lebih mudah dapat dianalogikan dengan parade pertunjukan boneka tali, pergerakan boneka yang terjadi karena disebabkan oleh tali yang menggerakkan boneka tersebut. Otot rangka disebut juga otot lurik karena coraknya yang berlurik-lurik bekerja di bawah pengaruh kesadaran (otak) atau kemauan kita.

2. Menggerakkan organ-organ pencernaan

Organ-organ pencernaan mulai dari kerongkongan sampai ke anus didukung dengan jaringan otot polos. Berbeda dengan jaringan otot yang menyusun rangka, kontraksi yang dihasilkan oleh protein aktin dan miosin yang dihasilkan oleh otot polos jauh lebih halus dan lambat. Oleh karena itu pergerakan yang dihasilkan oleh otot polos selalu bertahap seperti gerakan peristaltik yakni gerakan mendorong makanan yang terjadi pada saluran pencernaan. Perbedaan selanjutnya antara otot rangka dan polos ialah cara kerja otot polos tidak dikontrol atas kemauan diri sendiri, melainkan terjadi di luar kesadaran.

3. Menggerakkan jantung

Jantung merupakan salah satu organ yang aktif bergerak. pergerakan jantung amat penting karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup organisme. jantung memompakan darah yang membawa senyawa-senyawa penting bagi tubuh serta mengangkut limbah metabolisme untuk di keluarkan. Pompa jantung tak lain terjadi atas kerja otot yang menyusun jantung, otot jantung. sedikit berbeda dengan otot lurik dan polos, otot jantung memiliki karakter kontraksi yang cepat dan di luar kesadaran tubuh.

4. Menahan tekanan

Tekanan yang dihasilkan dari pompa jantung cukup besar, otot polos yang elastis menyusun saluran pembuluh darah mampu meredam tekanan jantung ini. dengan demikian darah yang dipompakan dapat tetap mengalir sampai ke pelosok sel. Hal yang sama juga terjadi pada saluran urine dan rahim yang tersusun atas otot polos, dengan kemampuan yang elastis, rahim dapat melebar sampai 500 kali dari ukuran normal saat masa kehamilan. sementara kantung kemih yang berfungsi menampung urine juga tersusun atas otot polos, dengan demikian kita dapat menahan tekanan air urine karena kemampuannya mengembang.

C. Jenis-jenis Jaringan Otot

1. Otot Polos

Sel otot polos bila dilihat di bawah mikroskop cahaya tidak menunjukkan adanya garis-garis melintang. Otot polos pada Vertebrata termasuk manusia dapat dijumpai pada dinding dan organ-organ dalam dan pembuluh darah: saluran pencernaan makanan, uterus, kandung kencing, ureter, arteri, arteriol, dan sebagainya. Di samping itu otot polos dapat dijumpai pada iris mata dan otot penggerak rambut. Jaringan otot polos merupakan otot yang terletak pada saluran alat-alat di dalam tubuh manusia seperti manusia seperti yang terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dinding pembuluh darah, dinding rahim, saluran pernapasan, dan saluran kelamin. Otot polos dapat disebut juga sebagai otot tak sadar karena cara bekerjanya di luar kesadaran manusia, tanpa harus diperintah otak.

Cara kerja otot dipengaruhi oleh saraf autonom, yaitu saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Saraf simpatetik merupakan saraf yang berujung di pangkal sumsum tulang belakang (medulla spinalis) yang terdapat di daerah dada dan pinggang. Saraf tersebut berfungsi sebagai pemacu yang dapat membuat kerja organ-organ tubuh menjadi cepat. Adapun saraf parasimpatetik merupakan saraf yang berujung I pangkal sumsum lanjutan (medulla oblongata). Saraf ini berfungsi untuk membuat kerja organ-organ tubuh menjadi lambat. Pada bagian permukaan otot polos memiliki serabut-serabut (fibril) yang bersifat sama sehingga apabila kita amati melalui mikroskop bentuknya akan terlihat polos dan tidak memiliki garis seperti otot lain apabila otot polos terkena rangsangan reaksinya akan menjadi lambat.

2. Otot Lurik (Otot Rangka)

Otot rangka tersusun atas sel-sel panjang tidak bercabang, disebut serabut otot (muscle fiber). Serabut-serabut ini merupakan sel-sel berinti banyak (multiseluler) yang terletak pada bagian pinggir (perifer) sel. Sel-sel otot terbentuk sejak perkembangan embrionik melalui fusi dari banyak sel-sel kecil yang membentuk sinsitium. Apabila dilihat dengan mikroskop cahaya, serabut otot nampak bergaris-garis melintang.

Seperti halnya sel saraf, sel otot mampu merespons terhadap rangsangan. Bila membran sel otot dikenai neurotransmiter yang di hasilkan oleh ujung saraf motor yang mensarafinya, maka pada membran sel otot tadi akan timbul suatu impuls bioelektrik. Impuls ini akan merambat sepanjang membran serabut otot, seperti merambatnya impuls pada serabut saraf yang tidak bermielin.

Setiap serabut otot rangka dibungkus oleh lapisan jaringan ikat lembut yang di sebut endomisium. Beberapa serabut tunggal akan bergabung menjadi satu berkas yang disebut fasikulus. Fasikulus ini dibungkus oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. Seluruh fasikulus tersebut kemudian di bungkus bersama-sama oleh epimisium.

3. Otot Jantung

Dibina atas serat otot, lurik, bercabang-cabang dan bertemu dengan serat tetangga, sehingga secara keseluruhan terbentuk jalinan serat otot. Terdapat pada jantung. Persarafan autonom, tak di bawah kesadaran atau kemauan (involunter). Miokardium (myocardium) jantung vertebrata tingkat tinggi terdiri dari serabut otot jantung yang berhubungan satu dengan yang lain membentuk jalinan. Semula otot jantung dianggap sebagai peralihan antara otot polos dan otot kerangka. Yang jelas bahwa otot jantung tergolong otot bergaris melintang yang satuannya disebut “serabut”. Bangun otot jantung dan otot kerangka tidak sama dalam beberapa aspek. Hubungan otot jantung melalui diskus interkalatus cukup kuat sehingga sulit dilakukan tepsing untuk memperoleh satu serabut secara terpisah. Pada otot kerangka maupun otot polos hal ini masih mungkin dilakukan.

Seratnya rata-rata lebih kecil daripada serat otot lurik. Setiap serat otot jantung memiliki tonjolan-tonjolan dan ke samping membentuk percabangan, bertemu dengan percabangan sel otot tetangga. Tonjolan-tonjolan antara sel bertetangga setangkup rapat. Inti berada di tengah sel. Satu serat hanya memiliki 1-2 inti. Inti lebih tumpul ujungnya daripada inti serat otot lurik (Yatim, 1990). Penelitian dengan mikroskop cahaya menunjukkan bahwa otot jantung memiliki serabut yang bercabang, yang berhubungan satu dengan yang lain melalui ujungnya.

D. Ciri-ciri Jaringan Otot

Pada kelompok hewan vertebrata (bertulang belakang) terdapat tiga jenis jaringan otot yang menyusun organ hewan tersebut. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda dalam kontraksi yang dihasilkan, yaitu:

1. Otot Polos

Susunan aktin-miosin pada otot polos sejajar, sehingga menimbulkan warna yang homogen (polos). Otot polos ditemukan pada saluran-saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran urine. Ciri-ciri otot polos ialah:

  • Selnya berbentuk gelendong.
  • Elastis. Sifat elastis yang dimiliki oleh otot polos memungkinkan organ yang didukungnya memiliki kemampuan untuk mengembang atau menahan tekanan.
  • Satu sel memiliki satu inti dan terletak di tengah.
  • Tidak dikontrol otak (involunteer).
  • Kontraksi lambat dan tidak lelah.

2. Otot Rangka (Otot Lurik)

Jenis otot ini terdapat pada sistem rangka (tulang). Otot rangka berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Disebut otot lurik dikarenakan susunan protein aktin dan miosinnya saling bertumpang tindih sehingga memunculkan corak gelap dan terang. Otot rangka inilah yang disebut dengan daging. Ciri-ciri otot rangka yang membedakannya dengan otot yang lain ialah:

a. Selnya berbentuk serabut (silinder) panjang

Sel-sel otot rangka paling panjang dibanding sel otot lainnya. Jumlah sel otot rangka pada orang dewasa ialah tetap. Sel-selnya ini terdapat dalam bentuk bundel (berkas) yang menyusun rangka.

b. Satu sel memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi

Karena selnya yang panjang maka sel otot rangka memerlukan lebih dari satu inti dalam mengendalikan fungsi metabolisme di dalam sel tersebut. Letak insi sel di tepi dikarenakan susunan protein mikrofilamen aktin-miosisn berjajar mengisi lumen sel otot tersebut.

c. Dikontrol oleh otak (volunteer)

Cara kerja otot rangka dilakukan atas kesadaran yang dipengaruhi otak sebagai pusat saraf.

d. Kontraksi cepat dan mudah lelah

Kontraksi yang dihasilkan oleh otot rangka menghasilkan gerakan yang cepat namun mudah lelah jika terus menerus berkontraksi.

3. Otot Jantung

Jantung tersusun atas otot jantung, yang hanya terdapat dijantung. Struktur otot jantung disesuaikan dengan fungsi jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Karakter otot jantung tidak ditemukan pada otot lainnya. Ciri otot jantung ialah:

  • Selnya berbentuk silinder dan bercabang. Percabangan yang ada pada otot jantung sangat berkaitan dengan fungsi jantung dalam memompa darah. Percabangan otot jantung membuat jalinan lebih kompleks yang memungkinkan terjadi lebih dari satu jalinan hubungan antar sel. Sel-sel tersebut bertautan dalam ”meremas” jantung, mengeluarkan isinya, darah.
  • Memiliki satu inti.
  • Selnya bercorak lurik-lurik.
  • Kerja otot di luar kesadaran (involunter).
  • Kontraksi cepat dan tidak mudah lelah.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Otot dapat melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak aktif. Otot tersusun atas beberapa gumpalan, gumpalan terdiri dari beberapa berkas otot, yang disebut fasciculus. Tiap berkas dibina atas banyak serat otot. Satu serat otot adalah 1 sel otot. Serat otot memiliki terdiri dari komponen seperti sarkolemma, sarkoplasma, inti, dan Organelnya yang penting yaitu retikulum sarkoplasma, mitokondria, dan miofibril. Setiap miofibril dibina atas puluhan mikrofilamen. Mikrofilamen otot ialah aktin dan miosin, yang bersusun berjejer dan berdempet.

Jaringan otot dibedakan menjadi 3 jenis yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Otot polos terletak pada saluran alat-alat di dalam tubuh manusia seperti manusia seperti yang terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dinding pembuluh darah, dinding rahim, saluran pernapasan, dan saluran kelamin. Otot lurik melekat pada rangka, dan otot jantung hanya terdapat pada dinding jantung. Otot menjadi begitu penting bagi tubuh karena ia memiliki 3 fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan memproduksi panas pada tubuh.

B. Saran

Sebaiknya kepada para pembaca memahami isi makalah tersebut, sehingga para pembaca dapat mengerti apa isi makalah tersebut, tapi tidak hanya mengerti akan isi makalah ini tetapi pembaca juga akan mendapatkan suatu ilmu yang sangat bermanfaat yang nantinya dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Ambardini, RL. 2012. Histologi: Jaringan Otot. Website: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/HISTO-JARINGAN%20OTOT.pdf.

Budiyanto. 2014. Pengertian Sarkomer. Website: http://www.sridianti.com/pengertian-sarkomer.html.

Genneser, F. 1994. Buku Teks Histologi. Jilid I. Jakarta: Binapura Aksara.

Junqueira LC dan Carneiro J. 1980. HISTOLOGI DASAR. Diterjemahkan oleh Adji Darma. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Soewolo, dkk. 2003. Fisiologi Manusia. Malang: Universitas Negeri Malang.

Subowo. (2002). Histologi Umum. 1st Ed. Jakarta: Bumi Aksara.

Yatim, Wildan. 1990. Biologi Modern Histologi. Bandung: Penerbit Tarsito.

https://id.wikipedia.org/wiki/Otot

Download Contoh Makalah Jaringan Otot.docx

Download juga:

Makalah Jaringan Meristem

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH