Perang Dunia II

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusunan makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik.

Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari pihak lain, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Karena itu, sudah sepantasnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami setiap saat.

Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi. Harapan kami, semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna bagi kita semua.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perang Dunia II adalah perang global yang berlangsung dari tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak negara di dunia termasuk semua kekuatan yang besar akhirnya membentuk dua aliansi militer bertentangan dengan Sekutu dan Axis. Perang ini adalah perang yang melibatkan terluas dalam sejarah lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total”, negara-negara besar di seluruh kemampuan untuk memaksimalkan tujuan perang ekonomi, industri, dan ilmiah untuk, sehingga menghilangkan perbedaan antara sumber daya sipil dan militer.

Ditandai dengan sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan penggunaan senjata nuklir dalam perang, perang merenggut nyawa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Hal ini membuat jumlah kematian Perang Dunia II konflik paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena keganasan perang, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Perang Dunia yang berlangsung antara tahun 1939-1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi Negara-Negara di Dunia.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah Perang Dunia II?
  2. Apa faktor penyebab terjadinya Perang Dunia II?
  3. Bagaimana jalannya Perang Dunia II?
  4. Apa akibat dari Perang Dunia II?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perang Dunia II

Kekaisaran Jepang berusaha mendominasi Asia Timur dan telah memulai perang dengan Republik Cina pada tahun 1937, namun secara umum perang dunia pecah pada September 1, 1939 dengan invasi Polandia oleh Jerman yang diikuti serangkaian deklarasi perang terhadap Jerman oleh Perancis dan Inggris. Sejak akhir 1939 hingga awal 1941, dalam serangkaian kampanye dan perjanjian, Jerman membentuk aliansi dengan Italia Poros, dikendalikan atau menaklukkan sebagian besar benua Eropa. Setelah Pakta Molotov-Ribbentrop, Jerman dan Uni Soviet dipisahkan dan mencaplok negara-negara tetangga saja di Eropa, termasuk Polandia. Inggris, kekaisaran dan persemakmuran, menjadi satu-satunya negara besar Sekutu yang terus berjuang melawan Axis blok, dengan memegang pertempuran di Afrika Utara dan Pertempuran Atlantik.

Pada bulan Juni 1941, Axis Eropa melancarkan invasi Uni Soviet yang menandai pembukaan teater tanah terbesar dari perang dalam sejarah, yang melibatkan sebagian besar pasukan militer Axis sampai akhir perang. Pada bulan Desember 1941, Jepang bergabung dengan Axis blok, menyerang Amerika Serikat dan wilayah Eropa di Samudra Pasifik, dan dengan cepat menguasai sebagian besar Pasifik Barat. Invasi Axis berhenti pada tahun 1942, setelah kekalahan Jepang dalam banyak pertempuran laut dan pasukan Eropa Axis dikalahkan di Afrika Utara dan Stalingrad.

Pada tahun 1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di Eropa Timur, invasi Sekutu dari Italia, dan kemenangan AS di Pasifik, Poros kehilangan inisiatif mereka dan strategis mundur di semua lini. Pada tahun 1944, Sekutu Barat menyerbu Perancis, sementara merebut kembali Soviet dari semua wilayah yang pernah dicaplok dan menyerbu Jerman dan sekutunya. Perang di Eropa berakhir dengan 8 Mei 1945. Sepanjang tahun 1944 dan 1945, Amerika Serikat mengalahkan Angkatan Laut Jepang dan menduduki beberapa pulau di Pasifik Barat, menjatuhkan bom atom di negara menjelang Kepulauan invasi ke Jepang.

Uni Soviet kemudian diikuti melalui negosiasi dengan menyatakan perang terhadap Jepang dan menginvasi Manchuria. Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, sehingga mengakhiri perang di Asia dan memperkuat total kemenangan Sekutu atas Axis. Perang Dunia II mengubah jalannya struktur politik dan sosial di dunia. PBB (UN) didirikan untuk memperkuat kerja sama internasional dan mencegah konflik yang akan datang. Kekuatan besar yang merupakan pemenang perang Amerika Serikat, Uni Soviet, Cina, Inggris, dan Perancis menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Uni Soviet dan Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan super bersaing dan mengatur panggung Perang Dunia yang akan berlangsung selama 46 tahun ke depan. Sementara itu, pengaruh kekuatan-kekuatan besar Eropa mulai melemah, dan dekolonisasi Asia dan Afrika dimulai. Sebagian besar negara-negara industri sangat terpengaruh dihentikan pemulihan ekonomi menjalani. Integrasi politik, khususnya di Eropa, muncul sebagai upaya untuk menstabilkan hubungan pascaperang.

B. Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dunia II

1. Penyebab Umum Perang Dunia II

Perang Dunia II terjadi pada tahun 1939-1945, sebagai lanjutan dari Perang Dunia I. Perang ini jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan Perang Dunia I. Perang Dunia II wilayahnya jauh lebih luas, hampir semua negara terlibat dalam perang besar ini. Meletusnya Perang Dunia II dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebab-sebab umum dan sebab-sebab khusus.

Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut:

  • Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik Negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.
  • Negara-negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya Negara-negara tersebut memperkuat militer dan persenjataannya.
  • Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan). Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan dan muncullah dua blok besar yakni Blok Fasis dan Blok Sekutu.
  • Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspensi. Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
  • Adanya pertentangan paham demokrasi, fasisme, dan komunisme.
  • Adanya politik balas dendam “Revanche Idea” Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

2. Penyebab Khusus Perang Dunia II

Salah satu isi Perjanjian Versailles menuntut agar Prusia Timur (daerah Jerman Timur) dipisahkan dari Jerman dengan Koridor Polandia sebagai pemisahnya. Di tengah-tengah koridor ini, terletak kota Danzig yang berada di bawah penguasaan Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Status kota Danzig adalah kota merdeka. Hitler menuntut kota Danzig dimasukkan ke wilayah Jerman karena penduduknya berkebangsaan Jerman. Namun, Polandia menolak. Polandia justru mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania, dan Yunani untuk saling menjamin kemerdekaan di antara mereka.

Hitler menjawab perjanjian tersebut dengan mengadakan perjanjian dengan Rusia. Dalam perjanjian itu, Rusia menyatakan tidak akan menyerang Jerman. Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerbu Polandia. Oleh karena itu, pada tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis mengumumkan perang terhadap Jerman. Bagi bangsa Asia, penyerbuan Jepang atas Cina, pada tahun 1937, merupakan sebab langsung Perang Dunia II. Sementara itu, Amerika Serikat berpendapat bahwa penyerbuan Jepang atas Pearl Harbour (7 Desember 1941) adalah penyebab Perang Dunia II.

C. Jalannya Perang Dunia II

1. Wilayah Perang Dunia II

a. Medan Eropa

Pada awal perang dunia kedua Jerman dengan melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) berhasil memenangkan pertempuran di semua medan tempur Eropa, medan tempur tersebut antara lain:1) Penyerbuan Jerman ke Polandia dan Finlandia: Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Dalam tempo singkat, sebagian besar daerah Polandia berhasil dikuasai. 2) Penyerbuan Jerman ke Norwegia dan Denmark: Pada tanggal 9 April 1940, Jerman melancarkan serangan laut dan udara ke wilayah Norwegia. Dalam waktu singkat, pasukan Jerman telah berhasil menduduki Oslo, Bergen, Trondheim, Stavagar, dan Narvik. Pasukan Norwegia yang dibantu Inggris dan Perancis sempat memberikan perlawanan yang sengit. Akan tetapi pada tanggal 30 April 1940, Norwegia terpaksa menyerah kepada Jerman Sementara itu, dalam waktu yang sama, pasukan Jerman juga menyerbu Denmark. Dengan mudah Jerman menaklukkan Denmark. 3) Jatuhnya Belanda, Belgia, dan Prancis: Tanpa pengumuman apa pun, pasukan Jerman melancarkan serangan kilat (Blitzkrieg) ke Belanda, Belgia, dan Luxemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Ratu Wilhelmina dari Belanda melarikan diri ke London. Sedangkan Raja Leopold III memerintahkan Belgia menyerah kepada Jerman pada tanggal 26 Mei 1940. Pada awal Juni 1940, pasukan Jerman yang telah menduduki Luxemburg bersiap-siap menyerbu Prancis melalui kota Sedan. Setelah terjadi pertempuran sengit di kota Verdum pada tanggal 15 Juni 1940, kemerdekaan Perancis tidak dapat dipertahankan lagi. (Kemudian, Jenderal Petain membentuk pemerintahan Prancis yang tunduk kepada Jerman di Kota Vichy. Pasukan Perancis yang tetap setia kepada Perancis, di bawah pimpinan Jenderal Charles de Gaulle, melakukan perlawanan dengan mendirikan pemerintahan pengasingan di London.)4) Pertempuran Jerman–Inggris: Jatuhnya Perancis menyebabkan perhatian Jerman dialihkan ke Inggris. Dengan mengerahkan angkatan laut dan angkatan udaranya, Jerman menyerang Inggris. Hal ini membuat Inggris menandatangai kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat tanggal 2 September 1940. Dengan bantuan Amerika Serikat ini, pasukan Inggris bangkit melawan dan dapat mengimbangi kekuatan tempur Jerman. Hal ini membuat frustrasi angkatan udara Hitler. Oleh sebab itu, Jerman menjalin kerja sama yang melibatkan poros Roma-Berlin-Tokyo dengan ditandatanganinya kerja sama militer antara Jerman, Italia, dan Jepang pada tanggal 27 September 1940. Tetapi dengan mengalirnya uang, senjata, dan bahan makanan; bahkan kesepakatan untuk menstandardisasi persenjataan mereka, Inggris dapat bertahan dari serangan Jerman yang siang malam terus menerus menggempurnya. 5) Perang Jerman–Rusia: Tanpa menghiraukan perjanjian nonagresi, Jerman menyerbu Rusia pada tanggal 22 Juni 1941. Dalam serangan kilat ini, Jerman dapat memukul pasukan Rusia sehingga mundur jauh ke timur. Rusia yang mundur ke timur kemudian meminta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat. Sehingga pada tanggal 1 Oktober 1941, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat menandatangani Protokol Moskow. (Isi perjanjian itu adalah bahwa Inggris dan Amerika Serikat akan memberi bantuan kebutuhan- kebutuhan pokok kepada Rusia selama 9 bulan. Selain itu, Amerika akan memberikan kredit dalam rangka Lend and Lease Bill sebesar $ 1 Miliar.) Dengan bantuan Sekutu dan taktik bumi hangus, Rusia berhasil menahan laju pasukan Jerman.

b. Perang di Afrika (1940 – 1943)

Peperangan di Afrika dan Laut Tengah pecah sejak Italia menyatakan perang terhadap Perancis dan Inggris pada tanggal 10 Juni 1940. Italia tidak hanya menyerang Perancis Selatan. Italia juga menghantam pasukan Perancis dan Inggris di Afrika Utara dan Afrika Timur. Akan tetapi, pasukan Italia dapat dipukul oleh pasukan Perancis dan Inggris yang dipimpin Jenderal de Gaulle dan Jenderal Montgomery. Peristiwa itu terjadi di Bardia pada tanggal 5 Januari 1941. Melihat pasukan Italia yang tidak berdaya itu, Jenderal Erwin Rommel dari Jerman segera turun tangan memimpin pasukannya menyerbu Libya. Jenderal Rommel dengan mudah mengalahkan pasukan Inggris di Bardia dan Sollum. Montgomery terpaksa mundur sampai ke perbatasan Mesir di kota Tobruk pada tanggal 20 April 1941. Bahkan pada bulan Juni 1941, pasukan Rommel telah merebut kota El Alamein yang terletak 70 mil jauhnya dari Alexandria. Dengan demikian, medan perang Afrika Utara sepenuhnya telah ia kuasai.

c. Pertempuran di Asia-Pasifik

Jepang membuka Perang Pasifik dengan melancarkan serangan mendadak ke Pearl Harbour pada tanggal 7 Desember 1941. Pearl Harbour adalah Pangkalan Armada Amerika Serikat di Pasifik. Serangan ini menyebabkan Amerika Serikat tidak lagi mempertahankan sikap netralnya dalam Perang Dunia II. Beberapa jam setelah kejadian itu, pada tanggal 8 Desember 1941, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang. Peristiwa ini memicu pecahnya perang di Asia Pasifik. Sama dengan medan tempur lainnya pada tahap awal perang, pihak blok sentral memperoleh kemenangan, pada medan perang Asia Pasifik dalam tempo kurang dari 5 bulan, Jepang dapat mengalahkan sekutu dan berhasil menguasai seluruh Asia Tenggara.

2. Tahap-tahap Perang

Jika ditinjau dari waktu berlangsungnya perang (1939 -1945), maka jalannya Perang Dunia II dapat dibedakan dalam tiga tahap, yaitu:

a. Tahap permulaan (1939-1942)

Pada tahap ini, negara-negara Sentral umumnya selalu menang di berbagai medan pertempuran. Sebaliknya, negara-negara Sekutu hanya bertahan atau kalah.

b. Titik Balik (1942)

Pada bulan Desember 1941, Perang Dunia II menjadi benar-benar mendunia dengan masuknya Jepang dan Amerika Serikat ke dalam kancah peperangan. Masuknya Amerika Serikat ke dalam blok sekutu sangat membantu karena industri raksasanya dapat menyuplai peralatan perang dan perbekalan yang jauh lebih banyak dibandingkan gabungan produksi negara-negara poros.

Pada bulan November 1942, pasukan Korps Afrika Jerman yang sebelumnya kelihatan tidak terkalahkan berhasil dipukul mundur oleh negara Inggris pimpinan Jendral Bernard Montgomery. Hal itu diikuti oleh pendaratan pasukan sekutu pimpinan Jendral Dwight D. Einsenhower di Afrika Utara, yang kemudian memaksa seluruh pasukan Poros di wilayah itu menyerah. Kemenangan terbesar sekutu terjadi di Rusia Antara bulan November 1942 – Februari 1943, Jerman kehilangan setengah juta prajuritnya dalam pertempuran di Stalingrad saat menghadapi pasukan Rusia Pimpinan Jendral Georgi K. Zhukov. Pasukan Rusia kemudian perlahan-lahan berhasil mengusir pasukan Jerman dari tanah airnya.

c. Tahap Akhir/Kemenangan Sekutu (1943-1945)

Pada tahun 1944, langkah maju pasukan Rusia semakin tak dapat dibendung lagi. Kota demi kota dapat direbut kembali. Bahkan, pada tanggal 24 Agustus 1944, Rumania menyerah kepada Rusia. Bulgaria menyerah kepada Rusia pada tanggal 20 Oktober 1944. Sesudah itu, Rusia terus melancarkan serangan sampai memasuki wilayah Jerman dan menggempur kota Berlin dari arah timur. Dengan tulang punggung Amerika Serikat dan Inggris, Sekutu membentuk satuan ekspedisi khusus yang disebut Allied Expeditionary Forces di bawah komando Jenderal Eisenhower. Serangan ini didukung AD, AL, dan AU yang meliputi 10. 000 pesawat tempur dan 4. 000 kapal perang terus menyerang masuk wilayah Jerman. Meskipun pasukan Jerman memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun 1944, perlawanan itu tidak lagi membawa dampak besar. Kejayaan Jerman telah pudar dan tinggal sisa-sisanya saja.

Pada awal tahun 1945, tidak ada lagi yang percaya bahwa Jerman akan memenangkan perang. Sekutu telah mengepung seluruh perbatasan Jerman. Rakyat di Jerman sendiri putus asa, sehingga kehidupan industri, ekonomi, tentara, dan politiknya kacau balau. Pasukan Jerman hancur di medan selatan, timur, dan barat pada awal tahun 1945. Di Front Timur, pasukan Rusia telah merebut Warsawa, Krakow, dan Lozt pada pertengahan Januari 1945. Kemudian, pada awal Februari 1945, di Front Barat, pasukan Inggris merebut Nijmegen. Pasukan Amerika merebut Trier, Cologne dan menyeberangi lembah Ruhr. Pada bulan April 1945, pasukan Amerika dan Rusia telah bertemu di sepanjang Sungai Elbe. Tinggal kota Berlin yang masih tetap bertahan. Sementara itu, angkatan udara Sekutu terus menghujani kota-kota di Jerman untuk mendukung serangan pasukan infantri di darat.

Hitler yang putus asa melihat keadaan tersebut, pada tanggal 30 April 1945, melakukan bunuh diri. Tampuk kepemimpinan diserahkan kepada Laksamana Doenitz. Meninggalnya Hitler serta menyerahnya pasukan Jerman di Austria tidak membuat Laksamana Doenitz segera menyerah. Setelah seluruh Berlin diserbu oleh pasukan Sekutu, Jenderal Doenitz menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945 kepada Sekutu. Dengan penyerahan pasukan Jerman ini, Perang Dunia II di Eropa berakhir.

Mulai tahun 1943, pertempuran di Asia-Pasifik memasuki titik balik setelah terjadi pertempuran di Laut Karang (4 Mei 1942) dan di Guadalacanal (7 Agustus 1942-9 Februari 1943). Dalam pertempuran Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Dan Jepang mengalami kekalahan besar. Pada tanggal 17 Maret 1945, Iwojima direbut.

Menyusul kemudian, tanggal 21 Juni 1945, Okinawa direbut pasukan Amerika. Walaupun angkatan udara Amerika Serikat telah mengebom kota-kota di Jepang, tetapi Jepang tetap tidak menyerah. Oleh karena itu, pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima dibom atom. Karena Jepang tidak juga menyerah, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat untuk memaksanya menyerah. Akhirnya, melalui pidato radio pada tanggal 14 Agustus 1945, Kaisar Hirohito menyatakan kesediaan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

D. Akibat Perang Dunia II

1. Akibat Perang Dunia II Pada Dunia

Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah membuat jutaan rakyat meninggal karena keganasan perang, ekonomi pun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Perang Dunia yang berlangsung antara tahun 1939-1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang Politik, Ekonomi, Sosial dan Kerohanian bagi negara-negara di dunia.

2. Akibat Perang Dunia II bagi Indonesia

Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941. Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda.

Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang. Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung. Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Perang Dunia II berlangsung selama tahun 1936-1945 dan merupakan perang terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia, Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Peristiwa perang dunia II terjadi karena adanya kecenderungan atau suatu paham fasisme yang berkembang di Eropa, keadaan politik internasional menjelang Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1906-1914 sebelum Perang Dunia I.

Perang Dunia II telah menyebabkan kerugian besar baik bagi negara yang terlibat perang maupun tidak. Kerugian terbesar adalah Perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia, ekonomipun menjadi berantakan dan mengalami banyak kerugian sehingga kelaparan dan kemiskinan tidak dapat lagi dihindarkan. Namun demikian, Perang Dunia II ini juga berpengaruh terhadap ekonomi, sosial, maupun politik.

Pengaruh yang dibawa oleh PD II ini ada yang bersifat positif dan juga negatif. Dampak positifnya yaitu, Perang Dunia II juga berpengaruh terhadap Negara Indonesia yaitu berakhirnya imperialisme Belanda dan Jepang di Indonesia, karena pada saat itu Negara Indonesia mengalami Vacuum of Power sehingga Para tokoh Indonesia dapat segera memproklamasikan Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Perang Dunia II menimbulkan bencana besar bagi umat manusia, kerusakan harta benda, dan nyawa sangat besar. Pada saat itu Indonesia dikuasai Jepang selama 3,5 tahun dan menjadi masa-masa paling menderita akibat kebijakan politik, ekonomi dan sosial Jepang seperti ekploitasi pertanian dan kerja paksa.

Tetapi di sisi lain Perang Dunia II juga berakibat postif bagi Indonesia. Setelah Jepang kalah perang, Indonesia dalam keadaan ‘Vacuum Of Power’ (kekosongan kekuasaan), dan Indonesia dapat memanfaatkan waktu itu. Dan pemerintah Jepang memutuskan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan membentuk PPKI sebagai pengganti BPUPKI, yang berujung pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

B. Saran

Perang Dunia II telah menelan jutaan korban jiwa dan telah mengubah dunia, baik pada bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Lebih baik jika kita mengambil hikmah dari peristiwa ini dan selalu menjaga kedamaian antar sesama agar peristiwa ini tidak terulang kembali. Setelah kita memahami berbagai akibat dari Perang Dunia II, kita menjadi sadar bahwa meskipun masyarakat pada waktu itu termasuk masyarakat Indonesia menderita dalam banyak aspek kehidupan, kita juga menyadari bahwa secara tidak langsung Perang Dunia II telah membuka peluang Indonesia pada kemerdekaannya. Meski begitu, bukan berarti kemerdekaan tersebut bisa diraih dengan mudah, banyak pengorbanan yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan pengorbanan dan perjuangan mereka bagi Indonesia. Kita juga tidak boleh berdiam diri dan harus ikut berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

DAFTAR PUSTAKA

http://rizkinursadiyah. blogspot. co. id/2015/05/makalah-perang-dunia-ii. html

https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II

http://widyasujarwati. blogspot. co. id/2013/06/makalah-perang-dunia-ii. html

Download Contoh Makalah Perang Dunia II.docx

Download juga:

Makalah Perang Dunia I

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH