Perubahan Sosial

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan pada ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan tugas makalah sosiologi yang berjudul “Perubahan Sosial” tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa makalah tentang Perubahan Sosial yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah Perubahan Sosial ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti mengalami perubahan-perubahan. Tidak ada sekelompok masyarakat pun yang tidak berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan dengan kebudayaan. Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu masyarakat sering dikenal dengan istilah perubahan sosial.

Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat menuju ke arah yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini, berarti perubahan dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya perubahan sosial yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian perubahan sosial?
  2. Bagaimana proses sosial?
  3. Apa saja bentuk-bentuk perubahan sosial?
  4. Apa saja penyebab perubahan sosial?
  5. Bagaimana arah perubahan sosial?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.

Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebutkan, ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya, perubahan pendidikan, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, penduduk yang heterogen, toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma, bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal.

Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi, mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola keperilakuan, struktur-struktur, organisasi, lembaga-lembaga, lapisan-lapisan masyarakat, relasi-relasi sosial, sistem-sistem komunikasi itu sendiri. Juga perihal kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, kemajuan teknologi dan seterusnya.

Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama, yaitu:

  1. Faktor alam
  2. Faktor teknologi
  3. Faktor kebudayaan

Jika ada perubahan daripada salah satu faktor tadi, ataupun kombinasi dua di antaranya, atau bersama-sama, maka terjadilah perubahan sosial. Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan jasmaniah, kurang sekali menentukan perubahan sosial. Hubungan korelatif antara perubahan slam dan perubahan sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan, karena jarang sekali alam mengalami perubahan yang menentukan, kalaupun ada maka prosesnya itu adalah lambat.

Dengan demikian masyarakat jauh lebih cepat berubahnya daripada perubahan alam. Praktis tak ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut. Tetapi kalau faktor alam ini diartikan juga faktor biologis, hubungan itu bisa di lihat nyata. Misalnya saja pertambahan penduduk yang demikian pesat, yang mengubah dan memerlukan pola relasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru. Dalam masyarakat modern, faktor teknologi dapat mengubah sistem komunikasi ataupun relasi sosial. Apalagi teknologi komunikasi yang demikian pesat majunya sudah pasti sangat menentukan dalam perubahan sosial itu.

B. Proses Perubahan Sosial

Yang memicu terjadinya perubahan dan sebaliknya perubahan sosial dapat juga terhambat kejadiannya selagi ada faktor yang menghambat perkembangannya. Faktor pendorong perubahan sosial meliputi kontak dengan kebudayaan lain, sistem masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen serta masyarakat yang berorientasi ke masa depan. Faktor penghambat antara lain sistem masyarakat yang tertutup, vested interest, prasangka terhadap hal yang baru serta adat yang berlaku.

Perubahan sosial dalam masyarakat dapat dibedakan dalam perubahan cepat dan lambat, perubahan kecil dan besar serta perubahan direncanakan dan tidak direncanakan. Tidak ada satu perubahan yang tidak meninggalkan dampak pada masyarakat yang sedang mengalami perubahan tersebut. Bahkan suatu penemuan teknologi baru dapat mempengaruhi unsur-unsur budaya lainnya. Dampak dari perubahan sosial antara lain meliputi disorganisasi dan reorganisasi sosial, teknologi serta kultural.

Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap berurutan, yaitu:

  1. Invensi, yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan,
  2. Difusi, yaitu proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial, dan
  3. Konsekuensi, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial.

C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat

a. Perubahan Cepat

Perubahan lambat (evolusi) adalah perubahan yang biasanya tidak direncanakan, terjadi karena masyarakat ingin menyesuaikan dengan kebutuhan, keadaan/kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan yang evolusioner sering tidak dirasakan sebagai perubahan, karena masyarakat telah berhasil menyesuaikan diri secara sempurna terhadap perubahan yang terjadi.

b. Perubahan Lambat

Perubahan cepat (revolusioner) adalah perubahan ini dapat terjadi tanpa rencana, tetapi dapat pula direncanakan terlebih dahulu. Perubahan/pergantian secara cepat terhadap berbagai aspek kehidupan yang penting yang mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

a. Perubahan Kecil

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi tidak membawa pengaruh langsung atau berarti dalam masyarakat.

b. Perubahan Besar

Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi membawa pengaruh langsung atau berarti dalam masyarakat.

3. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki

a. Perubahan yang Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki adalah perubahan yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang menghendaki perubahan dalam masyarakat (agent of change) bisa dari seseorang maupun institusi swasta maupun pemerintah. Perencanaan perubahan masyarakat itu dapat disebut social engineering atau social planning.

b. Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan ini terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat, akibat yang ditimbulkan ini kebanyakan akibat yang berdampak negatif.

D. Penyebab Perubahan Sosial

1. Dari Dalam Masyarakat

a. Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk ini meliputi bukan hanya perpindahan penduduk dari desa ke kota atau sebaliknya, tetapi juga bertambah dan berkurangnya penduduk

b. Penemuan-penemuan Baru (Inovasi)

Adanya penemuan teknologi baru, misalnya teknologi plastik. Jika dulu daun jati, daun pisang dan biting (lidi) dapat diperdagangkan secara besar-besaran maka sekarang tidak lagi. Suatu proses sosial perubahan yang terjadi secara besar-besaran dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sering disebut dengan inovasi atau innovation. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian discovery dan invention.

Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan baru baik berupa alat ataupun gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui dan menerapkan penemuan baru itu.

c. Pertentangan Masyarakat

Pertentangan dapat terjadi antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dengan kelompok.

d. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi

Pemberontakan dari para mahasiswa, menurunkan rezim Suharto pada jaman orde baru. Muncullah perubahan yang sangat besar pada negara di mana sistem pemerintahan yang militerisme berubah menjadi demokrasi pada jaman reformasi. Sistem komunikasi antara birokrat dan rakyat menjadi berubah (menunggu apa yang dikatakan pemimpin berubah sebagai abdi masyarakat).

2. Dari Luar Masyarakat

a. Peperangan

Negara yang menang dalam peperangan pasti akan menanamkan nilai-nilai sosial dan kebudayaannya.

b. Lingkungan

Terjadinya banjir, gunung meletus, gempa bumi, dan lainnya yang mengakibatkan penduduk di wilayah tersebut harus pindah ke wilayah lain. Jika wilayah baru keadaan alamnya tidak sama dengan wilayah asal mereka, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan di wilayah yang baru guna kelangsungan kehidupannya.

c. Kebudayaan Lain

Masuknya kebudayaan barat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan.

E. Arah Perubahan Sosial

Dalam proses perjalanannya, perubahan selalu direncanakan untuk mencapai sesuatu yang dianggap ideal, relevan, dalam arti perubahan ini diarahkan untuk memenuhi tuntutan kehidupan manusia. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian sebelumnya, bahwa perubahan yang direncanakan selalu dimanifestasikan dalam wujud pembangunan dalam segala bidang kehidupan. Pembangunan merupakan usaha yang terencana dan terarah dalam rangka mencapai tujuan dari pembangunan itu sendiri yaitu mencapai kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah nilai-nilai yang menjadi pijakan masyarakat di mana perubahan itu berlangsung. Dalam kehidupan masyarakat yang mendasarkan diri pada nilai-nilai religius, maka pandangan-pandangan religius akan tetap dijadikan pijakan untuk melakukan perubahan dalam segala aspek kehidupan sosial. Hal ini dipengaruhi oleh fungsi nilai-nilai religius ini yang sangat intensif memengaruhi segala pola pikir dan tindakan masyarakat, sehingga nilai-nilai religius dijadikan sebagai salah satu sumber norma-norma bagi perilaku masyarakat.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Perubahan sosial merupakan gejala pergeseran atau pergantian yang bersifat normal dan universal artinya perubahan itu penting dan pasti terjadi pada masyarakat apa pun dan di mana pun sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun difusi ataupun penemuan baru dalam masyarakat.

Terjadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri maupun faktor yang berasal dari luar masyarakat. Seperti halnya kejadian yang lain apabila terdapat apabila ada sebab yang melatarbelakangi terjadinya suatu kejadian pasti terdapat akibat yang ditimbulkan dari adanya kejadian tersebut. Begitu pula dengan perubahan sosial di samping ada faktor penyebab terjadinya perubahan sosial juga terdapat akibat/dampak dari perubahan sosial itu sendiri, baik dampak yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.

B. Saran

Perubahan sosial dalam masyarakat tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, olehnya itu kita sebagai bagian dari kelompok sosial harus berusaha mengendalikan perubahan itu ke arah yang positif agar budaya yang terbentuk dari perubahan sosial dapat memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia yang makmur dan damai.

DAFTAR PUSTAKA

Aris Tanudirjo, Daud. (1993). Sejarah Perkembangan Budaya di Dunia dan di Indonesia. Yogyakarta: Widya Utama:

Giddens, Anthony, dkk. (2009). Sosiologi Sejarah dan Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Gumilar, Gumgum. (2001). Teori Perubahan Sosial. Yogyakarta: Unikom.

Soekanto, Soerjono. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugihen, Bahrein T. (1994). Sosiologi Pedesaan. Jakarta: Rajawali Pers.

Veeger, Karel J, dkk. (1997). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Victory Jaya Abadi.

Waluya, Bagja. (2009). Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Download Contoh Makalah Perubahan Sosial.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH