Adaptasi Morfologi

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya kami dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seleksi alam dalam sebuah populasi untuk sebuah sifat yang nilainya bervariasi, dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah seleksi berarah (directional selection), yang merupakan geseran nilai rata-rata sifat dalam selang waktu tertentu. Kedua, seleksi pemutus(disruptive selection), merupakan seleksi nilai ekstrem, dan sering mengakibatkan dua nilai yang berbeda menjadi lebih umum (dengan menyeleksi keluar nilai rata-rata).. Ketiga, seleksi pemantap (stabilizing selection), yaitu seleksi terhadap nilai-nilai ekstrem, menyebabkan penurunan variasi di sekitar nilai rata-rata. Hal ini dapat menyebabkan organisme secara perlahan memiliki sifat yang sama.

Bumi yang kita huni senantiasa selalu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan dibumi terjadi sepanjang masa. Baik pada organisme yang menempati bumi maupun lingkungan fisik. Perubahan lingkungan fisik dapat terjadi oleh berbagai faktor seperti bencana alam, perubahan iklim yang drastis, atau karna manusia. Kelangsungan hidup suatu jenis organisme antara lain dipengaruhi oleh tersedianya makanan, tempat hidup, air, oksigen, dan cahaya yang cukup untuk mendapatkan unsur yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Tetapi, sering kali dalam suatu lingkungan ekosistem, terdapat berbagai jenis organisme yang membutuhkan makanan (mangsa), tempat hidup, dan faktor-faktor lain yang sama.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:

  1. Apa pengertian adaptasi morfologi?
  2. Apa saja contoh adaptasi morfologi pada hewan?
  3. Apa saja contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh dan struktur tubuh luar makhluk hidup atau alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi ini dilakukan untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan kondisi tempat tinggalnya guna mempertahankan hidupnya.

B. Adaptasi Morfologi pada Hewan

1. Adaptasi Morfologi pada Burung Elang Jawa

Elang jawa yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm. Kepala berwarna coklat kemerahan, dengan jambul yang tinggi menonjol yang terdapat 2-4 bulu, yang panjangnya hingga 12 cm dan tengkuk yang coklat kekuningan. Ciri-ciri elang jawa adalah iris mata kuning atau kecokelatan, paruh kehitaman, sera (pangkal paruh) kekuningan, kaki kekuningan. Burung remaja dengan kepala, leher, dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.

2. Adaptasi Morfologi pada Burung Kakaktua Jambul Kuning

Kakaktua jambul kuning adalah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm, dari marga Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakaktua jambul kuning berparuh hitam, kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan. Kakaktua jambul kuning mempunyai kaki dengan dua jari yang mengarah ke depan dan dua jari di belakang. Dengan kaki yang seperti ini, maka akan mempermudah burung kakatua untuk memanjat pohon.

3. Adaptasi Morfologi pada Itik

Paruh itik, pada pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir, berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur dan kaki pada bebek berselaput di antara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di tanah berlumpur.

4. Adaptasi Morfologi pada Ayam

Ayam meliputi bentuk conus, dimana paruh pendek, lebih pendek daripada kepala. Bentuk sayap panjang karena ukuran dari pengkolan kedua sampai ke ujung lebih panjang daripada badan. Tipe bulu adalah bulu lengkap, yaitu terdiri dari batang bulu dan lembaran bulu pendek. Tarsus metatarsus merupakan tipe scutellata. Jari terangkat, yaitu halluxnya melekat pada bagian yang lebih tinggi diatas perlekatan jari-jari yang lain. Cakar tipe obtuse, cakar agak melngkung dengan ujung tumpul. Kaki termasuk tipe berjalan, yaitu halluxnya terangkat sehingga kedudukannya lebih tinggi dari jari-jari yang lain. Ekor bulat, yaitu bulu tengah lebih panjang dan semakin ke tepi berangsur pendek.

5. Adaptasi Morfologi pada Lalat

Lalat berukuran sedang, panjangnya 6-7,5 mm, berwarna hitam keabu-abuan dengan empat garis memanjang pada bagian punggung. Mata lalat betina mempunyai celah lebih lebar dibandingkan lalat jantan. Antenanya terdiri atas 3 ruas, ruas terakhir paling besar, berbentuk silinder dan memiliki bulu pada bagian atas dan bawah Bagian mulut atau probosis lalat seperti paruh yang menjulur digunakan untuk menusuk dan menghisap makanan berupa cairan atau sedikit lembek.

Bagian ujung probosis terdiri atas sepasang labella berbentuk oval yang dilengkapi dengan saluran halus disebut pseudotrakhea tempat cairan makanan diserap. Sayapnya mempunyai empat garis (strep) yang melengkung ke arah kosta/rangka sayap mendekati garis ketiga. Garis (strep) pada sayap merupakan ciri pada lalat rumah dan merupakan pembeda dengan musca jenis lainnya. Pada ketiga pasang kaki lalat ini ujungnya mempunyai sepasang kuku dan sepasang. Bantalan disebut pulvilus yang berisi kelenjar rambut.

C. Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan

1. Adaptasi Xerofit

Tumbuhan Xerofit adalah jenis tumbuh- tumbuhan yang hidup di tempat- tempat kering dan minim air seperti di gurun pasir atau savana. Jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan ini contohnya adalah kaktus dan bunga mentega. Bentuk adaptasi yang di lakukan tumbuhan ini yaitu dengan menyesuaikan bentuk daun, akar, dan bagian- bagian tubuh lainnya.

2. Adaptasi Hidrofit

Tumbuhan Hidrofit adalah jenis tumbuh- tumbuhan yang hidup di perairan. Jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan ini contohnya teratai dan eceng gondok. Tumbuhan ini hidup diatas permukaan air dan mengambang. Tumbuhan ini memerlukan unsur hara yang langsung diperolehnya dari air.

3. Adaptasi Higrofit

Tumbuhan Higrofit adalah jenis tumbuh- tumbuhan yang hidup di lingkungan yang lembab. Jenis tumbuhan yang hidup di lingkungan ini contohnya adalah tumbuhan paku, keladi, dan lumut.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Adaptasi morfologi bisa terjadi pada tumbuhan maupun hewan. Adaptasi morfologi merupakan adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup sebagai upaya adaptasi dengan lingkungannya dengan disertai perubahan bentuk dan alat tubuhnya. Agar bisa tetap bertahan hidup di lingkungannya dan perubahan yang terjadi, tidak hanya hewan saja yang membutuhkan penyesuaian diri namun hal ini juga terjadi pada tumbuhan untuk tetap bertahan hidup.

Adaptasi morfologi pada tumbuhan ditandai dengan perubahan atau perbedaan pada bentuk daun, akan, dan batang tumbuhan sebagai bukti adaptasi penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Adaptasi morfologi pada tumbuhan dibagi menjadi tiga yaitu tumbuhan yang hidup di perairan (hidrofit), tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), dan tumbuhan yang hidup di daerah lembab (higrofit).

DAFTAR PUSTAKA

http://www.pengertianku.net/pengertian-adaptasi-morfologi-dan-contohnya.html

http://doseknbiologi.com/tumbuhan/adaptasi-morfologi-pada-tumbuhan

http://www.teknokiper.com/contoh-adaptasi-morfologi-pada-hewan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi

https://id.wikipedia.org/wiki/Morfologi_tumbuhan

Download Contoh Makalah Adaptasi Morfologi.docx

Baca Juga:

Makalah Adaptasi Fisiologi

Makalah Adaptasi Tingkah Laku

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH