Atletik dan Permainan

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Atletik dan Permainan”.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Atletik adalah cabang olahraga yang di dalamnya terdiri atas nomor jalan, lari, lempar, dan lompat. Kata atletik berasal dari bahasa Yunani “athlon” yang berarti “berlomba”. Atletik merupakan cabang olahraga yen diperlombakan pada Olimpiade Pertama pada 776 SM. Dalam Olimpiade, atletik merupakan salah satu olahraga yang paling banyak menyediakan medali emas. Setiap pemecahan rekor dalam cabang olahraga atletik merupakan suatu catatan sejarah di setiap Olimpiade.

Permainan adalah suatu aktivitas fisik yang terorganisasi dengan adanya tujuan yang ingin dicapai, sedangkan pada bermain aktivitas fisik dilakukan dengan harapan adanya kegembiraan tanpa adanya batasan-batasan sebagaimana pada permainan.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan olahraga atletik?
  2. Apa yang dimaksud dengan olahraga permainan?

C. Manfaat Penulisan

  1. Mengetahui tentang cabang olahraga atletik.
  2. Mengetahui tentang cabang olahraga permainan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Olahraga Atletik

1. Pengertian Atletik

Istilah “atletik” berasal dari kata Yunani “athlon” yang berarti berlomba atau bertanding. Kita dapat menjumpai pada kata “penthalton” yang terdiri dari kata “pentha” berarti lima atau panca dan kata “athlon” berarti lomba. Arti selengkapnya adalah “panca lomba” atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor. Kalau kita mengatakan perlombaan atletik, pengertiannya adalah meliputi perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar, yang dalam bahasa Inggris digunakan istilah “track and field”.

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti perlombaan yang dilakukan di lintasan (track) dan di lapangan (field). Istilah “athletic” dalam bahasa Inggris dan “atletik” dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan, termasuk renang, bola basket, tenis, sepakbola, senam dan lain-lain.

2. Sejarah Atletik

Atletik berasal dari kata Yunani yaitu Atlon, Atlon yang berarti pertandingan atau perjuangan. Jadi atletik menurut Ensoklopedi Indonesia berarti Pertandingan dan Olah raga pada Atletik. Atletik yaitu suatu Cabang olah raga mempertandingkan lari, lompat, jalan, dan lempar. Olahraga Atletik mula-mula di populerkan oleh bangsa Yunani kira-kira pada Abad ke-6 SM. Orang yang berjasa mempopulerkannya adalah Iccus dan Herodicus. Atletik yang terkenal sekarang sudah lain dari pada yang dilakukan oleh bangsa Yunani dulu. Tetapi walaupun demikian dasarnya tetap sama yaitu Berjalan, lari, lompat dan lempar. Karena mempunyai berbagai unsur inilah atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang Olah raga. Mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari.

Pada zaman Primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup pada zaman itu adalah yang kuat; yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani. Pada zaman Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik ini juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris Athletic, dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belanda Atletiek, dalam bahasa Jerman Athletik.

Untuk dapat memahami pengertian tentang Atletik, tidaklah lengkap jika tidak diketahui sejarah atau riwayat istilah atletik serta perkembangannya sebagai salah satu cabang olahraga mulai zaman purbakala sampai zaman modern ini. Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian dan pengetahuan tetapi mengetahui dan mengikuti perkembangan atletik sejak zaman kuno sampai dengan zaman sekarang. Dengan mengetahui kejadian-kejadian pada masa lampau, dapat diambil hikmahnya untuk menentukan langkah-langkah dimasa yang akan datang.

3. Macam-macam Atletik

Antara lain adalah, jalan cepat, maraton, sprint, lari jarak jauh, lompat jauh, lompat gala, dan lain-lain.

a. Lari Estafet

Lari estafet adalah lomba antar tim, lari ini berjarak 400 m. Inilah satu-satunya lomba beregu yang ada di cabang atletik. Ada 4 orang atlet lari terpilih di setiap timnya. Pelari tercepat di tim tersebut akan mengambil posisi terakhir. Kondisi kritis kadang terjadi ketika seorang pelari memberikan tongkat kepada pelari berikutnya. Kalau tongkat tersebut terjatuh, maka se-per sekian detik terbuang percuma.

b. Lompat Galah

Walaupun cabang atletik satu ini tidak terlalu terkenal, lompat gala mempunyai tingkat kesulitan khusus. Bila teknik melompat salah, gala yang dipakai dapat saja mengenai tubuh atlet yang bisa menyebabkan luka serius. Gala yang mempunyai panjang 4-5 meter terbuat dari fiberglass dulunya terbuat dari bambu. Setiap pelompat mempunyai kesempatan tiga kali untuk melewati mistar yang dinaikkan 8-15 cm. Bila lompatan ketiga gagal, maka pelompat tersebut didiskualifikasi.

c. Maraton

Olahraga atletik ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat. Saking terkenalnya olahraga yang biasanya menempuh jarak 42 km, 195 meter, sehingga ada perlombaan maraton yang mampu menyedot ribuan orang untuk menontonnya. Misalnya lomba maraton tahunan yang diselenggarakan di Boston, Massachusetts, London, Inggris, Berlin, Jerman, dan New York. Hadiah yang disediakan oleh penyelenggara pun cukup menggiurkan. Bisa jutaan rupiah atau ribuan dolar Amerika.

d. Sprint

Bila diadakan dalam ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 50 meter, 60 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter. Di luar ruangan, jarak yang ditempuh biasanya, 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Sprint merupakan olah raga utama di atletik. Begitu banyak sensasi yang terjadi di olah raga ini.

e. Lompat Jauh

Olah raga satu ini sebenarnya sangat sederhana. Tapi kenyataannya tidak mudah untuk melambungkan tubuh agar bisa mencapai jarak yang sejauh-jauhnya. Atlet lompat jauh berlari dari jarak 45 meter, lalu melompat ke lintasan yang telah ditentukan. Banyak atlet yang didiskualifikasi karena melewati garis lompatan.

f. Lempar Lembing

Olah raga ini tidak terlalu populer tapi tetap menarik untuk dibicarakan. Atlet memegang lembing dan melemparkannya setelah memulai gerakan hanya sejauh 4 meter. Panjang lembing untuk atlet pria 260 meter, sedangkan untuk atlet wanita 220 meter. Cukup panjang. Membutuhkan ketahanan tubuh dan kekuatan fisik yang sempurna untuk mampu melemparkan lembing tersebut sejauh-jauhnya.

g. Jalan Cepat

Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.

h. Event

Ada variasi lain selain yang ditulis di bawah, tetapi lomba dengan panjang tidak biasa (contohnya 300 m) dilangsungkan lebih jarang. Balapan yang tidak lazim biasanya digelar selama musim indoor karena lintasan 200 m dalam ruangan. Dengan pengecualian lari mil, lomba berdasarkan jarak kerajaan jarang sekali digelar di lintasan sejak kebanyakan lintasan diubah dari seperempat mil (402,3 m) ke 400 m. Hampir semua catatan rekor untuk jarak kerajaan tidak dilangsungkan kembali. Bagaimanapun, IAAF dalam buku rekornya masih memasukkan rekor dunia mil (dipegang oleh Hicham El Guerroj dari Maroko dan Svetlana Masterkova dari Rusia untuk wanita) karena perbedaan signifikan yang mendunia.

i. Lari Gawang

Gerakan lari gawang, baik itu 100 m, 110 m, 200 m, 400 m putri atau 400 m untuk putra, Pada waktu pengambilan gawang atau melampaui gawang, harus dilakukan dengan cepat dan secara berurutan, lancar dan rileks, diusahakan tidak melayang terlalu lama sehingga kecepatan dapat dipertahankan. Usahakan waktu di atas gawang dalam keseimbangan yang sebaik-baiknya, dengan badan condong ke depan.

B. Olahraga Permainan

1. Pengertian Permainan

Permainan adalah suatu aktivitas fisik yang terorganisasi dengan adanya tujuan yang ingin dicapai, sedangkan pada bermain aktivitas fisik dilakukan dengan harapan adanya kegembiraan tanpa adanya batasan-batasan sebagaimana pada permainan. Terdapat beberapa pokok pikiran yang dapat dijadikan dasar pentingnya permainan bagi kehidupan anak adalah sebagai berikut: Melalui permainan, anak dapat memperoleh kesenangan dan kebebasan. Dengan demikian permainan sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangannya, dan untuk menjaga keseimbangan hidup antara pikiran dan perasaan.

2. Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Permainan

Dapat dipastikan bahwa setiap permainan tentu mempunyai tujuan, fungsi dan manfaat bagi kehidupan manusia. Permainan yang dilakukan anak didik di sekolah yang diberikan oleh bapak/ibu guru mempunyai tujuan yang berbeda dengan permainan yang dilakukan oleh anak didik pada jam istirahat. Permainan yang dilakukan oleh anak didik yang direncanakan oleh guru bertujuan untuk meningkatkan keterampilan melakukan gerakan-gerakan dasar dalam permainan tersebut dan untuk meningkatkan kesegaran jasmaninya.

Dalam hal ini permainan berfungsi sebagai alat pendidikan. Sedangkan permainan yang dilakukan oleh anak didik atas kemauannya sendiri bertujuan untuk mengisi waktu luangnya pada jam istirahat. Permainan tersebut berfungsi sebagai alat untuk memperoleh kesenangan saja atau sebagai rekreasi. Jadi, tujuan permainan ditentukan oleh jenis permainan, tempat permainan, waktu permainan, dan sifat permainan.

Selain untuk menghilangkan rasa lelah dari pekerjaan sehari-hari dan dapat memberikan kepuasan dan rasa segar bagi yang menjalankannya sebagai rekreasi, permainan dapat pula menjalin hubungan dengan orang lain. Begitu pula jika permainan ini dilaksanakan di sekolah dan direncanakan oleh guru Penjaskes, maka permainan ini berfungsi sebagai alat untuk mendidik personalitas anak didik secara keseluruhan (kognitif, afektif, psikomotorik, sosial emosional).

Selain mempunyai tujuan dan fungsi, permainan itu pun memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kehidupan manusia. Setiap manusia mempunyai naluri untuk bergerak. Terlebih pada anak-anak, naluri ingin bergerak yang ada dalam diri anak sangat besar. Naluri bergerak ini biasanya disalurkan melalui bermain atau melakukan permainan. Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam permainan tersebut sangat berguna untuk fungsi-fungsi jasmani dan rohani. Hal ini dijelaskan oleh Pontjopoetro, dkk. (1999:1.9) sebagai berikut:“Dalam permainan itu anak-anak banyak sekali bergerak, suatu hal yang mempunyai pengaruh baik terhadap peredaran darah dan pernapasan. Luas pernapasan diperbesar, ruang dada diperbesar keseluruhan jurusan, dan paru-paru berfungsi lebih baik. Semua alat-alat pernapasan menjadi terlatih, jantung pun menjadi lebih kuat memompa darah yang diperlukan di seluruh tubuh. Karena latihan-latihan tersebut, maka organ-organ tubuh akan berfungsi lebih baik dan pada gilirannya akan mengakibatkan kesegaran jasmani dan kesehatan.”

Azis (2000:1.24), mengemukakan pendapatnya tentang pengaruh permainan bagi anak-anak, ada banyak pengaruh bagi anak-anak yang selalu melakukan jasmani atau permainan, di antaranya adalah perkembangan pada keterampilan motorik, perkembangan mental, keseimbangan fisiologi tubuh seperti jantung, paru-paru, perkembangan akademik, dan lain-lain.

Dengan demikian, permainan bermanfaat bagi peningkatan fungsi organ-organ kita termasuk anak-anak, sehingga bermanfaat pula bagi peningkatan kesegaran jasmani dan kesehatan. Selain itu, permainan bermanfaat pula bagi pendidikan. Banyak ahli pendidikan yang menyarankan agar permainan itu menjadi alat pendidikan yang utama untuk menuntun pertumbuhan jasmani dan rohani anak didik. Kegunaan/manfaat permainan menurut Pontjopoetro, dkk. (1999: 1-12) adalah sebagai berikut:

  • Permainan merupakan alat penting untuk menumbuhkan sifat sosial untuk hidup bermasyarakat, karena dengan bermain anak dapat mengenal bermacam-macam aturan dan macam-macam tingkah laku.
  • Permainan merupakan alat untuk mengembangkan fantasi, bakat, dan kreasi.
  • Permainan dapat mendatangkan berbagai macam perasaan, antara lain perasaan senang dalam melakukan permainan.
  • Permainan bersama dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin karena anak harus menaati peraturan-peraturan.
  • Dalam permainan seorang lawan seorang, anak belajar memberi dan menerima, belajar mengukur kekuatan dan kecakapan sendiri dengan kekuatan/kecakapan orang lain.

Dalam permainan kelompok lawan kelompok, dalam diri anak akan timbul rasa persatuan, rasa kerja sama karena merasa senasib sepenanggungan antara sesama kelompok, rasa tanggung jawab terhadap orang lain, menjunjung tinggi hak orang lain, kerja sama untuk tujuan bersama, mengesampingkan kepentingan pribadi untuk kepentingan orang banyak. Dalam permainan yang bersifat pertandingan, sifat sportivitas dan fair play dalam diri anak akan lebih meningkat dengan cara menjunjung tinggi peraturan-peraturan, sekalipun peraturan tersebut tidak tertulis. Rasa sportivitasnya akan terlihat pula dengan sikap mau menerima kekalahan atau kemenangan dengan ikhlas dan puas, serta tidak merasa dendam dan sombong.

Manfaat lain dari permainan adalah bagi perkembangan pribadi seseorang. Karena bermain merupakan peristiwa hidup yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa, maka melalui bermacam-macam kegiatan bergerak dalam suatu permainan, fungsi-fungsi kejiwaan dan kepribadian dapat dikembangkan, misalnya keseimbangan mental, kecepatan proses berpikir, daya konsentrasi, keakraban bergaul, kepemimpinan, dan masih banyak lagi.

Dalam bermain banyak sekali kejadian yang melibatkan keaktifan kejiwaan dan kepribadian masing-masing pesertanya. Setiap peserta dalam suatu kegiatan bermain selalu dituntut untuk bertingkah laku yang sesuai dengan norma kehidupan di masyarakat sosialnya, seperti kejujuran, kerja sama, patuh pada waktu, dan peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan lain yang telah disepakati bersama dalam permainan itu.

Dengan demikian, permainan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan dan perkembangan anak bagi jasmaninya maupun rohaninya, sebagaimana dikemukakan oleh Azis (2000:3&4.3) bahwa “Permainan mengandung nilai-nilai mental, kebutuhan anak akan rasa aman, kebutuhan anak untuk pengakuan, kebutuhan anak untuk berprestasi, dan kebutuhan anak akan rasa senang, nilai-nilai fisik, dan nilai-nilai sosial”. Dengan permainan anak mencapai kemajuan-kemajuan dalam hal jasmani, sosial, intelektual, rasa keindahan, dan sebagainya.

3. Macam-macam Permainan

a. Sepak Bola

Sepak bola merupakan salah satu permainan beregu di mana dari masing-masing regunya terdiri dari 11 orang pemain. Permainan sepak bola terdiri dari 2 babak, di mana durasi waktu tiap babak adalah 45 menit dengan jeda istirahat di antara dua babak 10 menit.

b. Basket

Olahraga permainan basket dilakukan oleh 2 tim dengan jumlah anggota masing-masing adalah 5 orang dengan jumlah pemain cadangan yang juga 5 orang. Wasit yang mengawal permainan basket berjumlah 2 orang, yaitu referee (wasit 1) dan umpire (wasit 2).

c. Bola Voli

Bola Voli adalah salah satu cabang olah raga yang pada dasarnya adalah memindahkan (mem-voli) bola melalui udara di atas net dengan tujuan untuk menjatuhkan bola di petak lawan agar mendapat poin kemenangan. Permainan bola voli terdiri dari 2 grup dengan jumlah pemain 6 orang untuk tiap grup tunggal gender (grup putra saja atau putri saja) dan batas waktu permainan adalah adanya grup yang mencapai angka 25 terlebih dahulu.

d. Badminton

Olahraga badminton atau bulu tangkis merupakan salah satu jenis olah raga yang tujuan permainannya adalah memukul bola (shuttlecock) ke daerah lawan dengan melewati jaring atau net dan mengusahakan agar lawan tidak menjatuhkan bola tersebut di daerah kita. Poin akan didapat jika bola berhasil jatuh di daerah lawan tanpa bisa dikembalikan. Badminton terdiri dari 2 hingga 3 set dan jika pemain berhasil mencapai angka 21 di 2 set maka permainan akan dinyatakan berakhir. Permainan badminton ini dapat dimainkan oleh tunggal atau ganda untuk setiap tim, di mana ganda dapat terdiri dari gender yang sama (ganda putra atau ganda putri) dan juga dari gender yang berbeda (ganda campuran).

e. Tenis

Seperti halnya badminton, tenis adalah cabang olahraga permainan dengan tujuan untuk menempatkan bola di daerah lawan dengan teknik tertentu agar lawan gagal mengembalikan bola tersebut. Tenis dapat dimainkan secara tunggal atau ganda seperti halnya badminton.

f. Sofbol (Softball)

Sofbol merupakan cabang olahraga permainan yang merupakan hasil dari pengembangan olahraga bisbol. Seperti halnya bisbol, sofbol juga dilakukan oleh 2 tim yaitu tim pemukul dan tim pelempar. Dalam sofbol, tim pelempar akan diwakili oleh pitcher (pelempar bola) yang melempar bola ke tim lawan. Sedangkan tim pemukul sebagai lawan akan diwakili oleh batter (pemukul) untuk memukul bola. Setiap tim akan berlomba untuk mendapat nilai (run) yang diperoleh dari memutari 3 seri base (marka) hingga finish dengan menyentuh home plate (marka terakhir).

g. Hoki (Hockey)

Hoki merupakan cabang olahraga permainan yang dimainkan oleh 2 regu dengan jumlah anggota masing-masing 11 orang termasuk 1 penjaga gawang. Seperti halnya sepak bola, inti dari permainan hoki adalah memasukkan bola ke gawang lawan untuk mendapatkan poin. Hanya saja cara memasukkan bola pada permainan hoki adalah dengan menggunakan tongkat pemukul.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Di dalam olahraga atletik banyak sekali melibatkan bagian-bagian tubuh bagian atas dan bawah mulai dari otot, sendi, sumbu dan bidang. Hasil dari kombinasi yang lengkap dari bagian-bagian tubuh tersebut menghasilkan suatu gerakan dan fisik yang baik dalam atletik.

Terdapat beberapa pokok pikiran yang dapat dijadikan dasar pentingnya permainan bagi kehidupan anak adalah sebagai berikut: Melalui permainan, anak dapat memperoleh kesenangan dan kebebasan. Dengan demikian permainan sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangannya, dan untuk menjaga keseimbangan hidup antara pikiran dan perasaan.

B. Saran

Sebagai siswa, dengan mengetahui analisis olahraga atletik yaitu mengetahui sejarah, nomor yang diperlombakan dan peraturan dalam atletik serta diharapkan dapat menjadi suatu pegangan dalam membelajarkan kelak.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Atletik

https://id.wikipedia.org/wiki/Permainan

http://aqoel.blogspot.com/2012/12/sejarah-atletik-dunia-penjas.html

http://olahraga101.blogspot.com/2012/03/nomor-yang-di-perlombakan-dalam-atletik.html

http://man1802000.blogspot.com/2012/07/nomor-cabang-olaharaga-atletik.html

Download Contoh Makalah Atletik dan Permainan.docx

Download juga:

Makalah Atletik

Makalah Push-up dan Sit-up

Makalah Renang

Makalah Sprint 100 M

Makalah Bola Basket

Makalah Bola Voli

Makalah Bulu Tangkis

Makalah Sepak Bola

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH