Negara Maju dan Negara Berkembang

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas ke hadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Negara Maju dan Negara Berkembang ini tepat pada waktunya.

Makalah Negara Maju dan Negara Berkembang ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah Negara Maju dan Negara Berkembang ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi bagi kami dan pembaca pada umumnya.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Suatu negara dikatakan berkembang atau maju salah satunya adalah dengan melihat pada keberhasilan pembangunan oleh negara yang bersangkutan. Apabila negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Sedangkan negara yang mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah ditetapkan. Sehingga sebagian besar tujuan pembangunan telah dapat terwujud baik yang bersifat fisik ataupun non-fisik. Maka negara tersebut dapat disebut negara maju

Negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih maju dibandingkan negara lain yang setingkat. Tetapi belum mencapai tingkat negara maju disebut negara industri baru (Newly Industrialized Country/NIC). Dengan kata lain, negara industri baru sedang berkembang mencapai tingkat negara maju tetapi belum cukup untuk dikatakan sebagai negara maju.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian negara maju dan negara berkembang?
  2. Bagaimana tahapan negara maju dan negara berkembang?
  3. Bagaimana indikator penggolongan negara maju dan negara berkembang?
  4. Apa ciri-ciri negara maju dan berkembang?
  5. Bagaimana persebaran negara maju dan negara berkembang?
  6. Bagaimana contoh-contoh negara maju dan negara berkembang?
  7. Apa dampak negara maju dan negara berkembang?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang

Dalam konteks ekonomi internasional, dikenal dengan istilah “negara maju” dan “negara berkembang”. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan.

Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika (Utara). Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan lain-lain. Sedangkan yang digolongkan negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin).

B. Tahapan Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Tahap Perekonomian Tradisional

Pada tahap ini, kegiatan ekonomi masih berorientasi pada usaha untuk pemenuhan kebutuhan sendiri. Penerapan teknologi dan manajemen masih sangat rendah sehingga produktivitasnya juga masih rendah Adapun ciri-ciri tahap perekonomian tradisional sebagai berikut.

  • Tingkat produksi dan produktivitas per pekerja masih sangat rendah, karena belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
  • Mata pencaharian penduduk sebagian besar di sektor pertanian.
  • Struktur sosial masih bersifat hierarkis.
  • Hubungan keluarga masih sangat erat dan kekuasaan dipegang oleh mereka yang mempunyai tanah luas.
  • Masyarakat pada masa ini cenderung statis, sehingga kemajuan yang dicapai sangat lambat.

2. Tahap Pra-Lepas Landas

Masyarakat tradisional meskipun sangat lambat namun terus bergerak, dan pada suatu titik mencapai prakondisi untuk lepas landas. Keadaan ini biasanya terjadi karena adanya campur tangan dari luar, yaitu dari masyarakat yang lebih maju. Tahap ini merupakan masa transisi di mana masyarakat mempersiapkan diri untuk mencapai tahap lepas landas. Prasyarat yang harus dipenuhi untuk dapat lepas landas adalah adanya perubahan-perubahan yang cukup mendasar di bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan sistem nilai. Pada masa transisi ini merupakan masa yang penting supaya berhasil pada tahap lepas landas.

3. Tahap Lepas Landas (Take off)

Tahap lepas landas merupakan tahap di mana perekonomian mampu tumbuh dan berkembang dengan kekuatan mandiri. Pada tahap ini penerapan teknologi dan manajemen modern makin luas dan intensif. Selain itu, terjadi perubahan drastis di bidang sosial maupun politik. Serta terciptanya kemajuan ekonomi yang pesat karena inovasi-inovasi dan terbukanya pasar-pasar baru. Semua itu dapat meningkatkan investasi yang selanjutnya mempercepat laju pertumbuhan pendapatan nasional di atas tingkat pertambahan penduduk. Ciri-ciri negara yang sudah lepas landas adalah:

  • meningkatkan jumlah investasi dari ≤5% menjadi ≥10% dari Produk Nasional Neto,
  • laju pertumbuhan beberapa sektor industri yang tinggi, sehingga dapat memacu sektor-sektor lain,
  • terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan lembaga-lembaga yang menyebabkan pertumbuhan dapat berlangsung terus didukung dengan penggunaan sumber modal dalam negeri, serta
  • masa lepas landas biasanya berlangsung dalam kisaran waktu 20 tahun.

4. Tahap Kedewasaan (Maturity)

Tahap ini merupakan suatu periode di mana masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor produksi dan kekayaan alamnya. Pada masa ini sektor-sektor ekonomi berkembang pesat dan leading industri mengalami kemunduran. tetapi digantikan oleh sektor lainnya. Walaupun pertumbuhan ekonomi tidak setinggi tahap lepas landas, namun diimbangi pertumbuhan hal-hal kualitatif sehingga perekonomian makin kuat dan mandiri. Setelah lepas landas, kemajuan akan terus bergerak walaupun kadang terjadi pasang surut. Industri berkembang dengan pesat dan mulai memproduksi barang-barang yang tadinya diimpor. Pada tahap ini terjadi tiga perubahan penting, yaitu:

  • tenaga kerja menjadi lebih terdidik,
  • watak pekerja berubah dari pekerja kasar menjadi manajer yang efisien dan berwatak halus serta memiliki Norma Kesopanan, serta
  • masyarakat mulai jenuh dengan kemajuan industri dan mulai menginginkan sesuatu yang baru.

5. Tahap Konsumsi Massa Tingkat Tinggi (High Mass Consumption)

Pada tahap ini, tingkat konsumsi masyarakat sudah sangat tinggi, terutama konsumsi energi. Hal ini dapat dilihat pada kehidupan masyarakat Eropa Barat, Amerika Utara, dan Jepang. Ciri-ciri tahap ini adalah:

  • angkatan kerja memiliki jaminan yang lebih baik,
  • tersedianya konsumsi bagi rakyat yang semakin memadai,
  • negara mencari perluasan kekuatan di mata dunia.

Karena pendapatan masyarakat yang meningkat, konsumsi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok, tetapi meningkat ke kebutuhan yang lebih tinggi. Pada tahap ini merupakan ciri-ciri dari sebuah massa yang ideal di mana masyarakat hidup nyaman. Sehingga terdapat kecenderungan untuk menambah jumlah keluarga sehingga jumlah penduduk akan meningkat.

Teori Rostow ini didasarkan pada dikotomi masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Pada tahap-tahap tersebut yang paling penting dalam gerak kemajuan dari tahap satu ke tahap yang lain adalah pada periode tahap lepas landas. Proses perubahan tahap yang satu ke tahap yang lain memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.

C. Indikator Penggolongan Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Pendapatan Per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur apabila rakyatnya memiliki pendapatan per kapita yang tinggi. Namun demikian, tingginya pendapatan per kapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Meskipun negara itu pendapatan per kapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman.

2. Jumlah Penduduk Miskin

Tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara dapat dilihat dari angka kemiskinan. Suatu negara dikatakan makmur/sejahtera apabila rakyatnya yang hidup miskin berjumlah sedikit saja.

3. Tingkat Pengangguran

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah tingkat pengangguran. Di negara maju umumnya tingkat penganggurannya rendah. Sebaliknya di negara berkembang biasanya tingkat penganggurannya tinggi.

4. Angka Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan

Salah satu ciri yang membedakan antara negara maju dan negara berkembang adalah angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di negara maju umumnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan rendah. Hal ini disebabkan penduduk mampu membeli makanan yang bergizi, mampu membeli pelayanan kesehatan, dan obat-obatan yang memadai.

5. Angka Melek Huruf

Angka melek huruf menunjukkan jumlah penduduk yang dapat membaca dan menulis. Suatu negara dikatakan maju apabila angka melek hurufnya tinggi atau angka buta hurufnya rendah.

D. Ciri-ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

Negara dapat dikategorikan menjadi negara maju atau berkembang. Dasar pembedanya antara lain adalah pendapatan rata-rata nasional dan penguasaan teknologi.

1. Ciri-ciri Negara Maju

Ciri-ciri negara maju antara lain sebagai berikut:

  • Pertanian termasuk peternakan dan perikanan untuk industrialisasi, dijual, diekspor.
  • Aktivitas perekonomian menggunakan sarana dan prasarana modern.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menunjang industrialisasi secara cepat.
  • Pendapatan rata-rata penduduk tinggi, pendidikan dan keterampilan penduduk cukup tinggi.
  • Sifat kemandirian masyarakatnya tinggi.
  • Tidak tergantung pada alam.
  • Tingkat pertumbuhan penduduk rendah.
  • Angka harapan hidup tinggi.
  • Intensitas mobilitas tinggi.

2. Ciri-ciri Negara Berkembang

Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagai berikut:

  • Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
  • Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
  • Pendapatan relatif rendah.
  • Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
  • Sifat penduduk kurang mandiri.
  • Sangat tergantung pada alam.
  • Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi.
  • Angka harapan hidup rendah.
  • Intensitas mobilitas rendah.

E. Persebaran Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Wilayah Persebaran Negara-negara Maju

Wilayah persebaran negara-negara maju sebagian besar terletak di Belahan Bumi Utara, meliputi Benua Eropa, Asia dan Amerika. Di Benua Asia terletak di Asia Timur.

  • Benua Eropa, yaitu Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, Belgia, dan Swiss.
  • Benua Asia (Asia Timur), yaitu Jepang dan Korea Selatan.
  • Benua Asia ( Tenggara), yaitu Singapura.
  • Benua Amerika, yaitu Amerika Serikat dan Kanada.
  • Belahan Bumi Selatan, yaitu Australia dan Selandia Baru.

2. Wilayah Persebaran Negara-negara Berkembang

Negara-negara Berkembang sebagian besar terletak di Belahan Bumi Bagian Selatan, meliputi Benua Afrika, Benua Asia, dan Benua Amerika.

  • Benua Asia
    1) Asia Tengah, yaitu Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgizstan, dan Afganistan.
    2) Asia Selatan, yaitu Bangladesh, India, Pakistan, Nepal, Bhutan, dan Sri Lanka.
    3) Asia Barat, yaitu Irak, Iran, Turki, Arab Saudi, Yaman, Oman, Lebanon, dan Suriah.
    4) Di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Laos, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
  • Benua Amerika
    1) Amerika Tengah, yaitu Meksiko, Guatemala, Honduras, El Salvador, Panama, Belize, dan Kosta Rika.
    2) Kepulauan Karibia, yaitu Kuba, Haiti, Republik Dominica, dan Jamaika.
    3) Amerika Selatan, yaitu Bolivia, Ekuador, Brasil, Kolombia, Venezuela, Argentina, Chili, Uruguay, Paraguay, dan Peru.
  • Benua Afrika
    1) Afrika Utara, yaitu Sudan, Aljazair, Libiya, Chad, Niger Mesir, Maroko, Sahara Barat, dan Tunisia.
    2) Afrika Timur, yaitu Ethiopia, Tanzania, Somalia, Madagaskar, Kenya, Zimbabwe, Uganda, Malawi, Burundi, Rwanda, Jibuti, Reunion, Komoro, Mauri Tius, dan Seychelles.
    3) Afrika Barat, yaitu Mauritania, Nigeria, Pantai Gading, Burnika Faso, Guinea, Ghana, Senegal, Benin, Sierra Leone, Togo, Guinea, Bissau, Gambia, dan Tanjung Verde.
    4) Afrika Tengah, yaitu Kongo, Angola, Zambia, Republik Afrika Tengah, Kamerun, Kongo, Gabon, dan Sao Tome and Principe.
    5) Afrika Selatan, yaitu Afrika Selatan, Namibia, Mozambik, Botswana, Lesotho, dan Swaziland.

F. Contoh-contoh Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Contoh Negara Maju

Contoh negara-negara maju yaitu Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Australia, Kanada, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan Amerika Serikat.

2. Contoh Negara Berkembang

Contoh negara-negara berkembang yaitu Indonesia, Malaysia, Laos, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Kirgizstan, Afganistan, India, Meksiko, Uruguay, Paraguay, Argentina, Mesir, dan Maroko.

G. Dampak Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Dampak Positif

  • Mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi nasional.
  • Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam negeri, terutama dalam bidang sektor industri. Dengan munculnya teknologi baru dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat.
  • Mempercepat pembangunan ekonomi.

2. Dampak Negatif

  • Munculnya ketergantungan dengan negara maju.
  • Terjadinya persaingan yang tidak sehat, karena pengaruh perdagangan bebas.
  • Bila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.
  • Mendorong masyarakat memiliki ancaman gaya hidup konsumtif.
  • Pasar dalam negeri dikuasai produk asing.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam era globalisasi seperti saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu negara. Oleh karena itu untuk mengidentifikasi suatu negara apakah termasuk sebagai negara maju atau negara berkembang dapat dilihat dari kemajuan teknologi dan hasil pembangunannya.

Menentukan suatu negara tergolong negara maju atau negara berkembang tidak hanya dipandang dari sudut pendapatan per kapita negara tersebut. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan seperti pertumbuhan penduduk, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, angka kelahiran dan kematian, angka harapan hidup dan sebagainya.

B. Saran

Dari makalah yang ditulis dapat diambil saran yaitu: harus adanya usaha-usaha pengembangan wilayah dan perekonomian di Negara-negara berkembang khususnya Negara Indonesia agar mampu bersaing dengan Negara-negara maju serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

DAFTAR PUSTAKA

http://makalahaccomputindo.blogspot.co.id/2015/02/makalah-negara-maju-dan-berkembang.html

https://www.academia.edu/15616314/Makalah_Negara_Maju_dan_Berkembang

Download Contoh Makalah Negara Maju dan Negara Berkembang.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH