Seni Tradisional

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Azza Wa Jalla, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Seni Tradisional ini tepat pada waktunya.

Dalam penyelesaian makalah Seni Tradisional ini, penulis banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari pihak lain, akhirnya makalah Seni Tradisional ini dapat terselesaikan. Karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis setiap saat.

Dengan segala keterbatasan penulis yakni bahwa makalah Seni Tradisional ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Pada akhirnya penulis berharap mudah-mudahan makalah ini bisa diterima dan bermanfaat bagi para pembaca.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keragaman Sosial dan Budaya di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.

Kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan Kebudayaan Indonesia. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruh terhadap budaya nasional. Begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpengaruh pula terhadap kebudayaan daerah atau kebudayaan lokal.

Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat bernilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga menjadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian seni tradisional?
  2. Apa saja ciri-ciri seni tradisional?
  3. Apa saja jenis-jenis seni tradisional?
  4. Apa saja cabang-cabang seni tradisional?
  5. Apa saja fungsi seni tradisional?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Seni Tradisional

Seni tradisional merupakan gabungan dari dua kata yaitu seni dan tradisional. Secara etimologi seni berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu sani. Sani umumnya diartikan pemujaan, pelayanan yang erat kaitannya dengan upacara kesenian. Seni merupakan sesuatu yang mengandung unsur estetika dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seni memiliki pengertian sebagai berikut:

  1. Seni berarti halus, kecil dan halus, lembut dan enak didengar, mungil dan elok.
  2. Seni berarti keahlian membuat karya yang bermutu.
  3. Kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu bernilai tinggi (luar biasa) dan orang yang berkesanggupan luar biasa.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat diartikan bahwa seni merupakan hasil karya yang diciptakan oleh manusia melalui ide atau gagasan yang memiliki nilai estetika dan mampu membangkitkan perasaan penikmatnya. Pengertian tradisional menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun temurun.

Berdasarkan dua definisi kata di atas maka dapat disimpulkan bahwa seni tradisional adalah bentuk hasil karya yang mengandung nilai estetika dan berpegang teguh pada tradisi. Dengan kata lain pengertian seni tradisional adalah bentuk seni yang berpedoman pada aturan atau kaidah secara turun temurun. Seni tradisional ini merupakan suatu unsur yang menjadi bagian dari hidup masyarakat yang tinggal didaerah tertentu. Seni tradisional yang ada pada setiap daerah berbeda, meskipun terdapat beberapa kemiripan.

B. Ciri-ciri Seni Tradisional

Seni tradisional memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan kesenian lain. Adapun ciri-ciri seni tradisional adalah sebagai berikut:

  1. Seni tradisional terbatas pada lingkungan dan budaya yang dapat menunjangnya.
  2. Seni tradisional merupakan pencerminan dari suatu budaya yang disesuaikan dengan dinamika masyarakat.
  3. Seni tradisional merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang menjadi pembeda seni satu tempat dengan tempat lain.
  4. Seni tradisional diciptakan berdasarkan filosofi yang ada dan aktivitas kebudayaan yang ada di didaerah tertentu.
  5. Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
  6. Seni tradisional bersifat statis, tidak terdapat unsur kreatif sebagai penciptaan baru.

C. Jenis-jenis Seni Tradisional

Berdasarkan perkembangannya seni tradisional terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Seni Primitif

Seni primitif adalah seni yang lahir dari bentuk kebudayaan yang paling awal. Seni ini masih belum dipengaruhi oleh pengaruh luar. Seni primitif merupakan seni yang berkembang pada masa pra-sejarah. Di mana pada masa itu tingkat hidup manusia masih sangat sederhana. Kesederhanaan ini berpengaruh pada seni yang dihasilkan.

Meskipun hasil keseniannya masih sangat sederhana, tetapi memiliki nilai tinggi sebagai ungkapan ekspresi mereka. Peninggalan karya seni primitif yang ditemukan berupa lukisan binatang buruan dan lukisan cap-cap tangan. Umumnya lukisan-lukisan seperti ini ditemukan di dinding-dinding gua. Hal ini karena pada zaman pra-sejarah manusia masih hidup secara berpindah-pindah dan tinggal di gua. Contoh lukisan yang ditemukan di dinding Goa Leang di Sulawesi Selatan.

Karya seni lain yang ditemukan selain lukisan adalah hiasan-hiasan pada alat perburuan yang berupa goresan-goresan sederhana. Karya seni yang dihasilkan pada zaman pra-sejarah adalah karya seni yang merupakan ekspresi perasaan mereka pada alam gaib sebagai simbol perasa-perasaan tertentu seperti takut, sedih, senang, dan damai. Ciri umum yang ditemukan pada hasil karya seni primitif adalah:

  • Seni masih berupa goresan-goresan spontanitas.
  • Karya seni tanpa adanya perspektif.
  • Warna yang digunakan terbatas yaitu: warna hitam, putih, merah dan coklat.

2. Seni Klasik

Seni klasik merupakan seni yang telah mengalami perkembangan. Selain perkembangan juga telah mengalami penyempurnaan karena adanya pengaruh luar. Seni klasik sudah berkembang pada masa Hindu-Budha. Hal ini ditandai dengan ditemukannya nilai seni pada bangunan-bangunan kuno Nusantara peninggalan zaman Hindu-Budha. Selain itu seni klasik juga dapat dilihat pada bangunan-bangunan kuno di Romawi dan Yunani. Kesenian klasik ini merupakan puncak dari perkembangan kesenian tertentu, yang kemudian tidak dapat berkembang lagi. Karya seni klasik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kesenian yang telah mencapai puncak dan tidak dapat berkembang lagi.
  • Sebagai standar dari seni pada zaman sebelum dan sesudahnya.
  • Usianya lebih dari setengah abad.

D. Cabang-cabang Seni Tradisional

1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Seni rupa diungkapkan melalui media bahan, pewarna (cat), garis, dan bentuk. Perkembangan seni rupa tradisional berkembang pada zaman pra-sejarah. Hal ini terbukti dari penemuan benda peninggalan-peninggalan yang berseni rupa dari masa itu. Benda-benda yang ditemukan dan bernilai seni rupa tradisional seperti gelang, kalung, kapak genggam, tembikar, dan beberapa lukisan. Contoh seni rupa tradisional adalah patung Wamea dari Papua.

2. Seni Musik

Seni musik adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang ditangkap oleh telinga. Seni musik diungkapkan melalui media bunyi-bunyian atau suara. Musik Nusantara merupakan seluruh musik yang berkembang Indonesia dan menonjolkan keindonesiaan. Bahasa dan melodi yang digunakan juga tidak terlepas dari ciri keindosiaannya. Musik yang ada di Indonesia terdiri dari musik daerah, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop. Alat musik tradisional contohnya: angklung, serunai, suling, dan lain-lain.

3. Seni Tari

Seni tari adalah cabang seni yang membentuk karya seni melalui media yang dapa ditangkap oleh mata. Seni tari menggunakan media gerakan tubuh. Tari tradisional merupakan suatu tarian yang memadukan semua gerakkan tubuh yang mengandung makna tertentu. Tari tradisional ini mengandalkan ketepatan musik, keluwesan dan kekompakan gerak, serta pengaturan posisi. Gerak pada tari tradisional tidak bisa diubah, sehingga mempunyai gerak yang sama. Namun tiap-tiap tarian mengalami perubahan susunan geraknya. Contoh tari tradisional adalah: tari saman dan tari serimpi.

4. Seni Sastra

Seni sastra merupakan sesuatu yang berbentuk tulisan maupun cerita yang memiliki nilai seni dan budaya yang menyajikan keindahan tutur dan bahasa untuk menyampaikan makna tertentu. Jelas bahwa seni sastra merupakan cabang seni yang diungkapkan melalui media kata dan bahasa. Seni sastra tradisional berarti karya seni yang ungkapkan melalui kata atau bahasa yang dipengaruhi oleh tradisi turun temurun. Maksudnya adalah masih dilestarikan tanpa mengubah isinya. Cabang seni ini mewariskan gagasan dan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Contoh karya sastra tradisional seperti mitos, suluk, legenda, hikayat, dan lain-lain. Karya sastra yang sampai saat ini ada dan terus diceritakan seperti kisah Mahabrata.

5. Seni Teater

Seni teater merupakan karya seni yang ungkapan melalui gerak, kata, suara, dan rupa. Teater tradisional merupakan bentuk pertunjukkan seni yang pesertanya masyarakat dari suatu tempat tertentu. Hal ini karena teater tradisional tidak terlepas dari adat istiadat yang ada di tempat tersebut. Selain itu teater tradisional juga dipengaruhi oleh sosial masyarakat dan struktur geografis daerah tersebut. Contoh teater tradisional yaitu: ludruk dan lenong. Ciri-ciri teater sederhana yaitu:

  • Pementasan teater dilakukan di panggung terbuka. Misalnya di lapangan, di halaman rumah, atau tempat-tempat lain.
  • Dipentaskan secara sederhana.
  • Ceritanya turun temurun.

E. Fungsi Seni Tradisional

Fungsi seni tradisional adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai sarana untuk menuangkan perasaan dan tidak terlepas dari adat istiadat.
  2. Sebagai sarana pelengkap kegiatan keagamaan.
  3. Sebagai pengingat suatu peristiwa penting.
  4. Sebagai sarana pembeda antara daerah satu yang satu dengan daerah lain.
  5. Sebagai ikon budaya bangsa.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Seni tradisional merupakan gabungan dari dua kata yaitu seni dan tradisional. Secara etimologi seni berasal dari Bahasa Sanskerta yaitu sani. Sani umumnya diartikan pemujaan, pelayanan yang erat kaitannya dengan upacara kesenian.

Seni tradisional adalah bentuk hasil karya yang mengandung nilai estetika dan berpegang teguh pada tradisi. Dengan kata lain pengertian seni tradisional adalah bentuk seni yang berpedoman pada aturan atau kaidah secara turun temurun. Seni tradisional ini merupakan suatu unsur yang menjadi bagian dari hidup masyarakat yang tinggal didaerah tertentu. Seni tradisional yang ada pada setiap daerah berbeda, meskipun terdapat beberapa kemiripan.

B. Saran

Budaya daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan nasional, maka segala sesuatu yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budaya nasional. Atas dasar itulah, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga, memelihara dan, melestarikan budaya. Baik budaya lokal atau budaya daerah maupun budaya nasional, karena budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ilmudasar.com/2017/03/Pengertian-Ciri-Fungsi-dan-Jenis-Seni-Tradisional-adalah.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Seni_tradisional

http://kikiesaringgan.blogspot.co.id/2012/03/makalah-seni-tradisional.html

Download Contoh Makalah Seni Tradisional.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH