Teks Prosedur

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, penyusunan makalah Teks Prosedur ini dapat terselesaikan dengan cukup baik.

Dalam penyelesaian makalah Teks Prosedur ini, penulis banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari pihak lain, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis setiap saat.

Penulis sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah tentang Teks Prosedur ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi. Harapan penulis, semoga makalah yang sederhana ini dapat berguna bagi kita semua.

Indonesia, Mei 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Saat ini pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum berbasis 2013 yang bertujuan mengarahkan siswa-siswi menjadi mandiri, kreatif dan inovatif. Salah satu mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia menggunakan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya. Adapun salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX semester ganjil adalah Teks Prosedur.

Teks prosedur yaitu suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus ditempuh untuk melakukan sesuatu agar dapat dengan mudah dan benar dalam mengerjakannya. Ada banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus mengikuti prosedur agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan tanpa hambatan yang akan membuat kegiatan tersebut menjadi salah maupun gagal.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah Teks Prosedur ini adalah:

  1. Apa itu teks prosedur?
  2. Apa saja yang termasuk struktur teks prosedur?
  3. Bagaimana unsur kebahasaan teks prosedur?
  4. Bagaimana suatu teks prosedur dapat dikatakan kompleks?
  5. Apa yang membedakan antara teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks?
  6. Bagaimana contoh teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan secara teratur yang bisa membuat kegiatan yang dilakukan menjadi terhambat bahkan sampai gagal. Terdapat banyak kegiatan di sekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur. Jika kita tidak mengikuti prosedur itu, tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kita dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan.

Tetapi langkah-langkah tersebut tidak dapat di balik-balik. Teks prosedur juga dibagi menjadi teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah yang singkat dan biasanya kurang dimengerti oleh pembaca. Sedangkan teks prosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah yang lengkap dan terarah sehingga dapat dengan mudah untuk dimengerti oleh si pembaca.

B. Struktur Teks Prosedur

Suatu teks prosedur ditata dengan struktur yaitu:

1. Tujuan

Berisi tujuan dari penulisan suatu teks prosedur yang dibuat dan berupa hasil akhir yang akan dicapai dari pembuatan teks prosedur tersebut, sehingga pembaca semakin tertarik dan semakin mengerti dengan membaca teks prosedur tersebut.

2. Langkah-langkah

Langkah-langkah adalah cara-cara atau jalan yang harus ditempuh atau dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dilakukannya kegiatan berdasarkan teks tersebut.

3. Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.

4. Keterangan Waktu

Keterangan waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan suatu fenomena terjadi di dalam suatu kalimat ataupun teks.

C. Unsur Kebahasaan Teks Prosedur

1. Kalimat Imperatif, Deklaratif, dan Interogatif

a. Kalimat Imperatif

Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya atau yang mengandung perintah.

Contoh:

Kenali si petugas!

Pahami kesalahan Anda!

Pastikan tuduhan pelanggaran!

b. Kalimat Deklaratif

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada pembaca.

Contoh:

Pengendara memahami kesalahannya.

Pengendara menolak atau menerima tuduhan.

Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran.

c. Kalimat Interogatif

Kalimat interogatif adalah kalimat yang berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.

Contoh:

Apakah Anda mengenali petugas?

Apakah Anda memahami kesalahan Anda?

Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

2. Partisipan Manusia

Partisipan manusia adalah semua manusia yang ikut serta dalam suatu kegiatan

Contoh:

Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak yang berwajib menilangnya.

3. Verba

Verba material: verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, dan menilang).

Verba tingkah laku: verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.

4. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu.

Contoh:

Pertama, gunakan jas lab.

Kedua, lakukan percobaan.

Ketiga, simpulkan hasil percobaan.

5. Konjungsi Jika, Apabila, dan Seandainya

a. Yang Menunjukkan Syarat

Contoh:

Seandainya besok saya tidak masuk sekolah, maka saya akan ikut keluarga saya ke Manado.

Jika saja saya memiliki waktu yang banyak, pasti saya akan memperbaiki jawaban saya.

Apabila saya terpilih untuk ikut lomba puisi, maka saya akan berlatih dengan giat.

b. Yang Menunjukkan Pilihan

Contoh:

Jika saja saya tidak memiliki tugas yang banyak, maka saya akan memilih untuk hadir dalam rapat tersebut.

Apabila hari ini saya tidak bimbingan biologi, maka saya akan memilih ikut ke Makassar.

Seandainya toko buku itu belum tertutup, maka saya akan memilih untuk membeli buku di situ saja.

D. Alasan Suatu Teks Prosedur Dikatakan Kompleks

Suatu teks prosedur dapat dikatakan kompleks apabila teks tersebut terdiri atas banyak langkah yang kemudian berjenjang pada sub langkah di setiap langkahnya serta memenuhi struktur teks prosedur sehingga mudah dipahami oleh setiap orang.

E. Perbedaan Teks Prosedur Sederhana dan Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur sederhana adalah suatu teks prosedur yang dijalankan untuk melakukan suatu kegiatan hanya dengan sedikit tahapan yang urutannya bisa diubah-ubah atau bahkan tahapannya tidak tersedia.

Teks prosedur kompleks adalah suatu teks prosedur yang terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berjenjang pada sub langkah dan urutan langkah-langkahnya teratur dan tidak dapat diubah-ubah sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

F. Contoh Teks Prosedur Sederhana dan Teks Prosedur Kompleks

1. Contoh Teks Prosedur Sederhana

Cara Membuat Botol Kaca

  1. Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut.
  2. Pertama, ketiga bahan tersebut dicampur secara proporsional.
  3. Kadang-kadang pecahan-pecahan kaca ditambahkan.
  4. Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi.
  5. Lalu, adonan kaca diproduksi.
  6. Setelah itu, campuran adonan itu dibentuk menjadi botol dengan cetakan.
  7. Selanjutnya, untuk memperkuat kaca botol-botol tersebut, botol-botol itu dipanaskan kembali, lalu didinginkan.
  8. Akhirnya, botol-botol itu siap digunakan.

2. Contoh Teks Prosedur Kompleks

Apa Yang Harus Anda Lakukan Jika Terkena Tilang?

Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan. Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika dikenakan surat bukti pelanggaran berlalu lintas. Dengan memperhatikan hal ini, ketika melakukan pelanggaran, Anda tidak akan dirugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.

Pertama, kenali si petugas. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal. Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak di luar prosedur. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas).

Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa dendanya. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali. Alasan pelanggaran dan besarnya denda juga harus berdasarkan hukum yang berlaku.

Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran. Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak. Jika polisi menyatakan Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.

Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecuali kendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian, pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, atau pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM. Jadi, utamakanlah SIM (surat izin mengemudi) sebagai surat yang ditahan oleh polantas!

Kelima, terima atau tolak tuduhan. Setiap pengemudi mempunyai dua alternatif terhadap tuduhan pelanggaran yang di ajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru. Tanda tanganilah surat bukti pelanggaran berlalu lintas itu. Di baliknya terdapat bukti penyerahan surat atau kendaraan yang dititipkan. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang. Penentuan hari sidang memerlukan waktu 5-12 hari. Barang sitaan baru dapat dikembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus ditempuh dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut tidak terhambat ataupun sampai gagal. Suatu teks prosedur tersusun atas struktur agar teks tersebut bisa dimengerti oleh si pembaca.

Adapun struktur yang menyusun suatu teks prosedur yaitu: tujuan, langkah-langkah, konjungsi, dan keterangan waktu. Suatu teks prosedur juga memiliki ciri-ciri sehingga dapat mudah dibedakan atau dikenali dari jenis teks lainnya yaitu partisipan manusia, verba material, verba tingkah laku, konjungsi temporal, konjungsi jika, apabila dan seandainya, kalimat imperatif, kalimat deklaratif dan kalimat interogatif.

Teks prosedur sendiri dibagi menjadi beberapa jenis yaitu teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Teks prosedur sederhana adalah teks yang hanya tersusun dar sedikit langkah sehingga kurang bisa dimengerti oleh si pembaca. Sedangkan teks prosedur kompleks adalah teks yang tersusun dari banyak langkah dan yang susunannya tidak dapat diubah sehingga mudah dipahami oleh pembacanya.

B. Saran

Dalam membuat maupun membaca suatu teks prosedur, sebaiknya kalian membuat atau membaca teks prosedur jenis teks prosedur kompleks. Karena teks prosedur kompleks, lebih menjelaskan sesuatu secara urut dan jelas, sehingga dapat memudahkan kita dalam melakukan suatu kegiatan. Semoga makalah saya ini dapat memberikan informasi dan berguna kepada kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

http://dianekasftr.blogspot.co.id/2015/01/makalah-teks-prosedur.html

http://salwasausan21.blogspot.co.id/2016/10/contoh-makalah-teks-prosedur.html

http://aldaselyna.blogspot.co.id/2015/02/makalah-teks-prosedur-kompleks.html

Download Contoh Makalah Teks Prosedur.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH