Indeks Harga

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Juni 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dari masa ke masa, perekonomian selalu mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Di suatu saat produksi akan meningkat, tetapi di saat tertentu juga akan menurun. Begitu pula dengan keuntungan pada suatu perusahaan, harga barang, serta biaya hidup ataupun pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun dua waktu berbeda, diperlukan angka indeks. Melalui angka indeks tersebut dapat mengetahui maju mundurnya suatu usaha, naik turunnya pendapatan, harga, dan sebagainya.

Untuk menghitung besar laju inflasi, sebelumnya kita harus mengetahui dulu besarnya indeks harga, yaitu perbandingan perubahan harga tahun tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year). Indeks harga biasa digunakan untuk mengetahui ukuran perubahan variabel-variabel ekonomi sebagai barometer keadaan perekonomian, memberi gambaran yang tepat mengenai kecenderungan perdagangan dan kemakmuran.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa definisi indeks harga?
  2. Apa saja jenis-jenis indeks harga?
  3. Bagaimana peranan indeks harga dalam perekonomian?
  4. Bagaimana cara penyusunan indeks harga?
  5. Bagaimana metode penghitungan indeks harga?

BAB II 
PEMBAHASAN

A. Pengertian Indeks Harga

Indeks harga adalah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Indeks harga dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan mengenai berbagai perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.

B. Jenis Indeks Harga

1. Indeks Harga Konsumen (IHK)

Indeks Harga Konsumen (IHK), yaitu indeks harga yang mengukur perubahan-perubahan yang terjadi pada harga eceran barang dan jasa yang diminta konsumen dari waktu ke waktu. Indeks harga konsumen dihitung oleh Biro Pusat Statistik. Berdasarkan buku Statistik Indonesia yang diterbitkan Biro Pusat Statistik tahun 1998, barang dan jasa yang dihitung IHK-nya terdiri atas 249 sampai 353 jenis komoditi yang dihitung berdasarkan pada konsumsi, hasil survei biaya hidup di 44 kota besar di Indonesia. Seluruh komoditi tersebut digolongkan menjadi tujuh kelompok besar, yakni bahan makanan, makanan jadi, rokok dan tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta transportasi dan komunikasi.

2. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), yaitu indeks harga yang mengukur perubahan harga yang terjadi pada bahan mentah dan barang jadi di pasar-pasar primer. Dengan demikian, harga yang diukur di IHPB merupakan harga produksi. IHPB memberikan informasi mengenai arah umum pergerakan harga. Bagi para pedagang besar, dengan melihat perkembangan IHPB mereka bisa memperkirakan keadaan harga di masa yang akan datang. Barang-barang yang dihitung dalam IHPB dikelompokkan ke dalam sektor-sektor tertentu dan tiap sektor dibagi lagi menjadi beberapa sub sektor.

3. Indeks Harga yang Diterima dan Dibayar Petani

Indeks harga yang diterima petani adalah indeks harga yang mengukur perubahan harga yang diterima petani atas penjualan hasil produksi pertaniannya. Adapun indeks harga yang dibayar petani adalah indeks harga yang mengukur perubahan harga yang dibayar petani atas barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi maupun untuk produksi pertaniannya. Dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar akan diperoleh nilai tukar petani. Dengan menghitung indeks harga yang diterima dan dibayar petani, pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang tepat dalam memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

4. Indeks Harga Saham

Indeks harga saham yaitu indeks harga yang mengukur perubahan harga saham di pasar modal. Dengan melihat perkembangan indeks harga saham, para pelaku pasar saham dapat membuat keputusan yang tepat dalam kegiatan jual beli saham.

C. Peranan Indeks Harga dalam Perekonomian

Indeks harga memiliki peranan penting dalam perekonomian. Peranan penting indeks harga meliputi:

  1. Indeks harga dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat kebijakan ekonomi seperti kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Contohnya, dengan melihat perkembangan indeks harga konsumen, pemerintah bisa menghitung laju inflasi. Dengan mengetahui laju inflasi pemerintah bisa menentukan berbagai kebijakan moneter, seperti menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan mengetahui laju inflasi pemerintah juga bisa menentukan kebijakan fiskal, seperti berapa persen kenaikan gaji pegawai negeri sipil yang tepat.
  2. Indeks harga dapat dipakai sebagai dasar untuk menentukan kebijakan harga, agar harga yang terjadi tidak merugikan konsumen maupun produsen. Dalam hal ini, pemerintah dapat membuat kebijakan harga maksimum (untuk melindungi konsumen) atau membuat kebijakan harga minimum (untuk melindungi produsen).
  3. Indeks barang dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi.
  4. Indeks harga dapat dipakai sebagai alat untuk menyelidiki faktor-faktor yang mendorong atau yang menghambat kemajuan ekonomi.
  5. Indeks harga dapat dipakai para pedagang dalam menentukan harga jual produk. Apabila tidak ingin rugi, besarnya harga jual produk harus selalu mengikuti perkembangan indeks harga. Jika indeks harga meningkat, harga jual produk juga harus meningkat.
  6. Indeks harga dapat dipakai sebagai dasar untuk menentukan jumlah persediaan. Jika indeks harga terus menerus naik maka sebaiknya pembelian persediaan dipercepat untuk menghindari harga pembelian persediaan yang lebih tinggi.
  7. Indeks harga, terutama indeks harga konsumen dapat dipakai sebagai dasar penentuan jumlah gaji atau upah karyawan.
  8. Indeks harga, terutama indeks harga yang diterima dan dibayar petani, mampu memberikan gambaran mengenai tingkat kemakmuran petani. Dengan melihat perkembangan kedua indeks ini pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat bagi petani.
  9. Indeks harga, terutama indeks harga saham bermanfaat sebagai dasar pertimbangan dalam kegiatan jual beli saham.

D. Penyusunan Indeks Harga

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan guna penyusunan angka indeks, yang nantinya bisa digunakan sebagai data yang tepat dan dipertanggungjawabkan. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

1. Perumusan Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Penyusunan angka indeks bertujuan guna mengukur segala perubahan atau untuk membandingkan perubahan antara variabel ekonomi dan sosial. Dalam menyusun angka indeks harus dirumuskan mengenai apa yang akan diukur, bagaimana cara mengukurnya, serta untuk apa pengukuran tersebut dilakukan.

2. Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Dalam menyusun indeks harga selama kurun waktu atau periode tertentu membutuhkan suatu data, baik data jumlah produksi ataupun harga barang yang bersangkutan dari tahun ke tahun. Maka harus ditentukan jenis-jenis barang yang dimasukkan ke dalam penghitungan angka indeks. Terdapat sebuah kesulitan, kesulitan yang utama adalah memilih komponen yang termasuk kumpulan variabel yang akan diperhitungkan. Contohnya indeks bahan makanan, pilihlah berbagai jenis bahan makanan yang sering digunakan masyarakat umum, namun pemilihan jenis barang tersebut haruslah representatif atau dapat mewakili. Cara ini dapat dinamakan judgment sampling.

3. Pemilihan Periode Dasar

Periode dasar atau dapat disebut sebagai tahun dasar (base year) merupakan suatu periode atau tahun yang memiliki angka indeks 100, sedangkan untuk tahun berikutnya sebagai tahun tertentu atau given year. Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk memilih tahun dasar:

  • Pemilihan periode tahun dasar dapat dilakukan pada saat perekonomian relatif stabil.
  • Periode dasar memiliki jangla waktu yang tidak terlalu pendek atau terlalu panjang, jarang sekali tahun dasar yang menggunakan hingga jangka waktu sampai seminggu lebih lama dari 5 tahun.
  • Pemilihan tahun dasar dapat berdasarkan suatu kejadian penting.

4. Pemilihan Timbangan (Weight)

Membandingkan suatu barang, selain memperhatikan faktor harga alangkah baiknya juga memperhatikan faktor kuantitas sebagai timbangan atau weight dan angka-angka penimbang. Pada jenis barang yang dianggap penting, faktor penimbangnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan barang yang kurang penting.

E. Metode Penghitungan Indeks Harga

Secara garis besar, ada dua metode penghitungan indeks harga, yakni metode tidak tertimbang dan metode tertimbang.

1. Metode tidak Tertimbang

Metode tidak tertimbang yaitu metode yang tidak menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Karena tidak menggunakan faktor penimbang maka semua barang dianggap sama penting.

2. Metode Tertimbang

Metode tertimbang yaitu metode yang menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Faktor penimbang adalah faktor yang digunakan untuk membedakan pentingnya suatu barang terhadap barang-barang yang lain. Itu berarti metode tertimbang tidak menyamaratakan kedudukan tiap barang. Metode tertimbang merupakan jalan keluar dari metode tidak tertimbang yang memiliki kelemahan. Kelemahan metode tidak tertimbang adalah semua barang dianggap sama penting, padahal tiap barang memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam metode tertimbang, faktor penimbang yang bisa digunakan adalah tingkat penggunaan, jumlah yang terjual, jumlah yang diproduksi dan lain-lain.

BAB III 
PENUTUP

A. Kesimpulan

Laju inflasi biasanya dihitung dari persentase perubahan IHK pada suatu periode waktu. Indeks harga konsumen atau consumer price index adalah ukuran rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas pada kurun waktu tertentu atau antar waktu tertentu. IHK menunjukkan perubahan umum dari sejumlah paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga di daerah perkotaan. Paket komoditas yang digunakan untuk menyusun IHK didapat dari survei pengeluaran rumah tangga yang disebut Survei Biaya Hidup (SBH).

Lebih jauh lagi menurut Badan Pusat Statistik, angka indeks harga merupakan angka yang menunjukkan perbandingan harga dalam dua waktu yang berbeda sehingga angka indeks harga disebut sebagai angka perbandingan antara harga komoditas atau kelompok komoditas yang terjadi pada suatu periode waktu tertentu dengan periode waktu yang telah ditentukan. Karena data harga yang digunakan merupakan harga konsumen, maka indeks harga yang digunakan adalah indeks harga konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ekonomi-holic.com/2012/06/pengertian-ciri-dan-peranan-indeks.html

http://www.ilmuekonomi.net/2015/12/pengertian-fungsi-dan-manfaat-indeks-harga.html

http://www.ilmuekonomi.net/2015/12/pengertian-fungsi-dan-manfaat-indeks-harga.html

http://www.ilmu-ekonomi-id.com/2016/01/inflasi-dan-indeks-harga.html

https://gudangmakalah.blogspot.co.id/2009/02/makalah-indeks-harga-dan-inflasi.html

Download Contoh Makalah Indeks Harga.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH