Kelompok Sosial

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok. Contoh guru mengajar merupakan contoh kelompok sosial antara individu dengan kelompok. Kelompok sosial dapat berupa kelompok sosial primer dan kelompok sosial sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Kelompok sosial primer dengan hubungan langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalkan untuk mengenal lebih jauh dari kelompok primer dapat kita lihat yaitu pada keluarga. Sedangkan kelompok sosial primer adalah kelompok besar didasarkan pada kepentingan yang berbeda.

Proses yang membentuk terjadinya kelompok sosial meliputi faktor pendorong timbulnya kelompok sosial dan dasar pembentukan kelompok sosial. Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat ditemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, kelompok sosial, dan sebagainya.

B. Rumusan Masalah

Secara garis besar permasalahan yang ada dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa pengertian kelompok sosial?
  2. Bagaimana proses terbentuknya kelompok sosial?
  3. Apa saja syarat dan ciri kelompok sosial?
  4. Bagaimana klasifikasi kelompok sosial?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok adalah hidup bersama individu dalam suatu ikatan, serta terdapat dalam ikatan hidup bersama tersebut adanya interaksi sosial dan interelasi sosial, serta organisasi antar anggota. Kelompok merupakan inti kehidupan dalam masyarakat. Secara sosiologi, kelompok adalah suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, di mana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi. Kelompok atau grup adalah kumpulan dari individu yang berinteraksi satu sama lain, pada umumnya hanya untuk melakukan pekerjaan, untuk meningkatkan hubungan antar individu, atau bisa saja untuk keduanya. Sebuah kelompok suatu waktu dibedakan secara kolektif, sekumpulan orang yang memiliki kesamaan dalam aktivitas umum namun dengan arah interaksi terkecil.

Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, karena adanya hubungan di antara mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling menolong. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya. Kelompok sosial merupakan salah satu fokus perhatian dari pusat pemikiran sosiologis, karena titik tolaknya adalah kehidupan bersama. Semua orang atau individu dalam dunia ini pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang bernama keluarga. Ciri dasar suatu kelompok yaitu:

  1. Kelompok selalu terdiri dari paling sedikit dua orang dan terus dapat bertambah menjadi lebih dari itu.
  2. Kelompok sebenarnya tidak dianggap terbentuk karena memenuhi persyaratan jumlah.
  3. Komunikasi dan interaksi yang merupakan unsur pokok suatu kelompok, harus bersifat timbal balik.
  4. Kelompok itu bisa sepanjang hidup atau jangka panjang, tetapi juga bisa bersifat sementara atau jangka pendek.
  5. Kelompok dan ciri kehidupan kelompok juga dapat ditemukan di antara kehidupan binatang, seperti lebah, kera dan sebagainya.
  6. Minat dan kepentingan bersama merupakan warna utama pembentukan kelompok.
  7. Pembentukan kelompok dapat didasarkan pada situasi yang beraneka ragam, di mana dalam situasi itu manusia dituntut untuk bersatu.
  8. Dalam kaitan dengan sumber pembentukan kelompok, maka sekarang ada 2 asumsi popular, yaitu:a. Sumber pembentukan kelompok yaitu adanya minat dan kepentingan bersama.b. Sumber pembentukan kelompok yaitu insting manusia yang selalu mendorongnya untuk berkelompok.
  9. Kelompok merupakan suatu kesatuan dalam dirinya sendiri, yang memiliki warna dan ciri sendiri yang berbeda dari yang lain bahkan dengan anggotanya secara pribadi.

B. Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

Proses terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama, itulah sebanya dalam masyarakat manusia dapat dipersamakan dengan masyarakat binatang. Sejak manusia dilahirkan sudah mempunyai kecenderungan atas dasar dorongan nalurinya secara biologis untuk hidup berkelompok. Ada 2 hasrat pokok yang dimiliki manusia sehingga terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu:

  1. Hasrat untuk bersatu dengan manusia-manusia di sekitarnya.
  2. Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya.

C. Syarat dan Ciri Kelompok Sosial

Mengenai batasan pengertian dari kelompok sosial masih belum terdapat adanya kesamaan pandangan tentang hal tersebut. Dengan tidak adanya keseragaman tersebut menunjukkan bahwa kelompok sosial itu memiliki banyak aspek.

1. Syarat Kelompok Sosial

  • Interaksi, anggota-anggota seharusnya berinteraksi satu sama lain.
  • Interdependen, apa yang terjadi pada seorang anggota akan mempengaruhi perilaku anggota yang lain.
  • Stabil, hubungan paling tidak ada lamanya waktu yang berarti (bisa minggu, bulan, dan tahun).
  • Tujuan yang dibagi, beberapa tujuan bersifat umum bagi semua anggota.
  • Struktur, fungsi tiap anggota harus memiliki beberapa macam struktur sehingga mereka memiliki set peran.
  • Persepsi, anggota harus merasakan diri mereka sebagai bagian dari kelompok.

2. Ciri Kelompok Sosial

  • Terdapat dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain.
  • Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya.
  • Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing.
  • Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang ada.
  • Berlangsungnya suatu kepentingan.
  • Adanya pergerakan yang dinamik.

D. Klasifikasi Kelompok Sosial

1. Paguyuban (Gemeinschaft)

Paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal.

  • Ciri-ciri kelompok paguyuban1) Terdapat ikatan batin yang kuat antar anggota.2) Hubungan antar anggota bersifat informal.
  • Tipe paguyuban1) Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.2) Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas. Contoh: Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT (Rukun Tetangga), dan selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga). Contoh: Rukun Tetangga, Rukun Warga.3) Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)Contoh: partai politik berdasarkan agama.

2. Patembayan (Gesellschaft)

Patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek. Ciri-ciri kelompok patembayan:

  • Hubungan antar anggota bersifat formal.
  • Memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal.
  • Memperhitungkan nilai guna (utilitarian).
  • Lebih didasarkan pada kenyataan sosial.

Contoh: ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Secara sosiologi, kelompok adalah suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, di mana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Proses terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama, itulah sebanya dalam masyarakat manusia dapat dipersamakan dengan masyarakat binatang.

Sejak manusia dilahirkan sudah mempunyai kecenderungan atas dasar dorongan nalurinya secara biologis untuk hidup berkelompok. Mengenai batasan pengertian dari kelompok sosial masih belum terdapat adanya kesamaan pandangan tentang hal tersebut. Dengan tidak adanya keseragaman tersebut menunjukkan bahwa kelompok sosial itu memiliki banyak aspek.

B. Saran

Karena kelompok sosial terjadi tergantung bagaimana diri kita sendiri menyingkapi status serta peran sosial diri dan menurut prestasi kita masing-masing sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu sebaiknya jika memang menginginkan kelompok naik kita juga tidak boleh duduk diam dalam struktur sosial tetapi kita harus terbuka dan positif terhadap perubahan positif yang ada di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

HD, Hj. Safarina. 2011. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

M. Hernki, James. 2007. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Jakarta: Erlangga.

Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sulistyowati, Budi. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syani, Abdul. 2007. Sosologi, Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Download Contoh Makalah Kelompok Sosial.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH