Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.

Makalah ini kami buat untuk melengkapi tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini. Dan kami juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.

Kami mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga makalah Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Indonesia, Mei 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Budidaya tanaman adalah kegiatan untuk memproduksi tanaman atau bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pengelolaan tanaman dan lingkungan tumbuhnya, seperti tanah, air, udara, dan cahaya matahari. Dalam budidaya tanaman, hasil yang maksimal dapat dicapai jika tanaman dipelihara dan lingkungan tumbuh tanaman dapat dikendalikan dengan baik. Hasil budidaya tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau sebagian dipasarkan sehingga usaha budidaya tanaman dapat menjadi mata pencaharian masyarakat. Budidaya tanaman harus dilakukan dengan cara yang baik agar menghasilkan produk budidaya bermutu sehingga dapat diterima oleh konsumen.

Permintaan masyarakat terhadap produk budidaya tanaman pangan lebih stabil karena pangan adalah kebutuhan pokok bagi manusia. Tidak demikian halnya dengan permintaan masyarakat terhadap tanaman hias yang sangat fluktuatif karena dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan selera konsumen. Selain itu, sifat tanaman hias merupakan kebutuhan tersier bagi masyarakat. Karena peningkatan pendapatan perubahan gaya hidup masyarakat menyebabkan peningkatan permintaan terhadap tanaman hias. Secara umum, di Indonesia permintaan akan tanaman hias lebih tinggi pada bulan Juli-Desember. Namun, di luar bulan-bulan tersebut, permintaan tanaman hias tetap ada.

Dalam wirausaha di bidang budidaya hias, harus jeli dalam mendesain budidaya yang akan dilakukan, terutama ketika memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan serta merencanakan waktu panen. Dalam memilih jenis tanaman hias yang akan dibudidayakan, perlu dipertimbangkan selera konsumen karena konsumen akan menyenangi tanaman hias yang saat itu menjadi primadona. Perencanaan waktu panen yang tepat berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen. Permintaan tanaman hias akan meningkat pada waktu-waktu tertentu, misal pada perayaan hari keagamaan.

Hobi dalam budidaya tanaman dapat dijadikan peluang wirausaha yang menguntungkan. Wirausaha budidaya tanaman dapat dimulai dari skala rumahan dengan modal kecil. Wirausaha di bidang budidaya tanaman hias dapat juga dikombinasikan dengan usaha penyewaan dan pemeliharaan tanaman hias. Banyak pilihan wirausaha di bidang tanaman hias. Hal penting lainnya yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis tanaman yang dibudidaya adalah kesesuaian tanaman hias dengan kondisi lingkungan budidaya akan dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas di dalam makalah tentang Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana proses produksi budidaya tanaman hias?
  2. Bagaimana perhitungan harga budidaya tanaman hias?
  3. Bagaimana cara pemasaran langsung budidaya tanaman hias?
  4. Bagaimana perumusan hasil kegiatan usaha untuk budidaya tanaman hias?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dalam penulisan makalah tentang Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias ini adalah sebagai berikut:

  1. Menghayati bahwa begitu banyak keanekaragaman tanaman hias di Indonesia, setiap daerah mempunyai ciri dan cita rasa yang khas.
  2. Menghayati, percaya diri, tanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam membuat analisis kebutuhan akan adanya teknologi produksi yang baik dan tepat untuk setiap usaha dalam bidang budidaya tanaman hias.
  3. Menyajikan simulasi wirausaha budidaya tanaman hias, sesuai dengan jenis tanaman hias yang ada di daerahnya masing-masing, berdasarkan analisis keberadaan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.
  4. Mengidentifikasi dan memproduksi, budidaya tanaman hias, sesuai dengan jenis yang ada di daerahnya masing-masing, meliputi: teknik produksi, perhitungan biaya, sistem pemasaran, model promosi.
  5. Mempresentasikan peluang dan perencanaan usaha sesuai pilihan budidaya tanaman hias yang dipilihnya dengan sungguh-sungguh dan percaya diri.
  6. Pengembangan bisnis budidaya tanaman hias, meliputi teknik produksi, perhitungan harga, promosi dan pemasaran, sesuai dengan produk yang dipilihnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Produksi Budidaya Tanaman Hias

Secara umum, teknik budidaya tanaman hias hampir sama dengan teknik budidaya tanaman pangan. Teknik budidaya yang baik menentukan kualitas produk tanaman hias yang dihasilkan. Sarana produksi yang diperlukan dalam budidaya tanaman hias hampir sama dengan tanaman pangan. Tanaman pangan umumnya dibudidayakan dalam lahan yang terhampar, sedangkan tanaman hias dapat juga dibudidayakan dalam pot atau polybag di tempat terbuka atau ternaungi di pekarangan.

Media tanam pot dapat berupa tanah yang dicampur dengan pupuk kandang atau berbagai media tanam siap pakai yang tersedia di toko sarana produksi pertanian. Berikut adalah bahan untuk budidaya tanaman hias.

  1. Benih atau bibit.
  2. Media tanam.
  3. Zat pengatur tumbuh.
  4. Mulsa plastik (plastik penutup media tanam).
  5. Sungkup (plastik penutup bunga atau daun).
  6. Polybag atau pot.

Secara umum, teknik budidaya tanaman hias hampir sama dengan teknik budidaya tanaman pangan. Berikut ini adalah teknik budidaya untuk tanaman hias.

1. Persiapan Lahan atau Media Tanam

Budidaya tanaman hias dapat dilakukan di dalam pot (polybag) atau dalam hamparan lahan. Persiapan lahan atau media tanam dilakukan untuk menyediakan media tumbuh yang sesuai untuk setiap tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kondisi tanah yang gembur sangat dibutuhkan untuk budidaya tanaman. Jika diperlukan, lahan tanam dapat diberi tambahan pupuk kandang. Kadang-kadang, budidaya tanaman hias dilakukan di tempat yang dinaungi dengan paranet atau plastik.

2. Pembibitan

Persiapan benih atau bibit merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman hias. Perbanyakan bahan tanaman hias dapat dilakukan melalui perbanyakan seksual dengan menggunakan biji dan perbanyakan vegetatif dengan menggunakan organ vegetatif. Perbanyakan seksual dilakukan melalui biji yang merupakan hasil pembuahan gamet betina oleh gamet jantan yang didahului oleh penyerbukan. Biji yang akan dijadikan benih sebaiknya dipanen dari induk yang sehat. Sebelum ditanam, biji disemai terlebih dahulu. Penyemaian dilakukan di lahan yang berbentuk bedengan. Lahan untuk persemaian juga harus diolah agar gembur sehingga memudahkan perkecambahan benih. Persemaian benih dilakukan di tempat yang agak terlindung dari panas matahari atau dapat diberikan naungan paranet.

Persemaian benih juga dilakukan di bak plastik, tray atau pot plastik. Media semai yang digunakan adalah tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2: 1 atau dua bagian tanah dan satu bagian pupuk kandang. Media semai juga dapat diganti dengan media siap pakai yang dibeli di toko pertanian, seperti arang sekam atau cocopeat. Selama persemaian, media semai dijaga kelembabannya dengan melakukan penyiraman. Contoh tanaman hias yang diperbanyak dengan benih adalah Anthurium dan Adenium.

Perbanyakan vegetatif menggunakan organ-organ vegetatif. Keuntungan perbanyakan vegetatif adalah dapat menghasilkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Perbanyakan vegetatif dapat terjadi secara alami maupun buatan. Perbanyakan vegetatif dapat dengan menggunakan organ akar, batang, daun, tunas, sulur, dan umbi. Contoh tanaman hias yang membiak secara vegetatif alami adalah bunga lili, gladiol, dan kanna.

Perbanyakan vegetatif buatan pada tanaman hias dapat dilakukan melalui stek, perundukan, okulasi, dan penyambungan. Berikut adalah contoh perbanyakan vegetatif buatan pada tanaman hias.

a. Stek

Perbanyakan dengan menggunakan bagian akar, batang, dan daun. Contoh tanaman hias yang diperbanyak dengan stek di antaranya adalah cocor bebek, begonia, sirih, mawar dan puring.

b. Perundukan

Perbanyakan dengan cara merundukkan bagian tanaman ke tanah sehingga menginduksi munculnya akar. Perundukan dapat dilakukan misalnya pada tanaman melati dan alamanda.

c. Penyambungan (Grafting)

Penyambungan merupakan penggabungan dua tanaman yang berlainan sehingga tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tanaman hias yang diperbanyak dengan penyambungan adalah mawar atau adenium.

3. Penanaman

Penanaman dilakukan jika lahan tanam sudah gembur. Jika terlalu kering, lahan dapat disiram terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Jika diperbanyak dengan benih, benih dapat ditanam langsung atau disemai terlebih dahulu sehingga tumbuh menjadi bibit siap tanam. Bibit ditanam dalam lubang tanam dengan ukuran yang sesuai untuk masing-masing jenis tanaman hias.

4. Pemupukan

Pemupukan adalah penambahan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan tanaman. Pupuk dapat diberikan ke media atau disemprot langsung ke tanaman. Jenis pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik atau anorganik.

5. Pemeliharaan

  1. Penyulaman, yaitu menanam kembali tanaman yang mati, rusak atau pertumbuhan tidak normal.
  2. Penyiraman, disesuaikan dengan kondisi tanaman. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Jika cuaca panas, penyiraman dilakukan setiap hari.
  3. Pembumbunan, dilakukan untuk memperbaiki aerasi tanah (udara dalam tanah bergantian dengan udara di atmosfer) serta menutup pangkal tanaman atau bagian tanaman yang berada di dalam tanah.
  4. Penyiangan, membersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

6. Pengendalian OPT

Pengendalian organisme pengganggu dilakukan untuk mencegah mengendalikan organisme yang mengganggu pertumbuhan, produksi dan kualitas hasil tanaman. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida atau secara manual dengan mencabut atau membuang tanaman yang terserang serta memungut hama pengganggu tanaman. Saat ini sudah banyak tersedia pestisida alami.

7. Panen dan Pascapanen

Panen dan pascapanen harus dilakukan dengan hati-hati agar kehilangan hasil dan penurunan kualitas hasil panen dapat dihindari. Panen dilakukan pada pagi atau sore hari. Pascapanen tanaman hias disesuaikan dengan produk budidayanya.

  1. Tanaman hias daun.
  2. Bunga potong.
  3. Tanaman dalam pot.

Sebelum memulai kegiatan budidaya, perlu diperhatikan kesesuaian wilayah untuk tanaman yang akan dibudidayakan. Misalnya, jika memilih adenium, ketahuilah bahwa adenium sesuai ditanam untuk wilayah dengan ketinggian maksimal 700 m dpl dengan suhu 25-30 oC. Adenium lebih senang hidup di lingkungan panas, kering dan bersuhu tinggi. Adenium memerlukan sinar matahari langsung sekitar 5-12 jam per hari untuk pertumbuhan batang, memunculkan bunga, dan memicu pertumbuhan akar dan membuat cabang menjadi besar dan kokoh.

Pertimbangan lain dalam merancang budidaya tanaman hias adalah lamanya masa tanam, dari tahap persiapan lahan atau medium hingga panen, pasar sasaran ke mana produk hasil panen tersebut akan dijual, atau peluang trend produk hasil budidaya tanaman hias. Adanya trend pasar yang meningkat terhadap tanaman hias jenis daun, akan membuka peluang budidaya tanaman hias daun.

Keputusan pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidaya dibuat setelah dilakukan penelitian tentang kondisi tanah, iklim, potensi tanaman hias di daerah tersebut, peluang pasar dan peluang pengolahannya. Tahap selanjutnya adalah membuat rancangan proses budidaya yang akan dilakukan, dimulai dengan persiapan lahan hingga panen. Buatlah perancangan secara mendetail meliputi waktu, sarana dan proses yang harus dilakukan.

Pelaksanaan budidaya tanaman hias dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Lakukan pengamatan dan pencatatan secara berkala tentang proses pertumbuhan tanaman. Lakukan pula evaluasi pada setiap tahapan hingga panen. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk perbaikan perancangan budidaya berikutnya.

Produk hasil budidaya tanaman hias dapat dikelompokkan sebagai tanaman hias pot (pot plant) dan tanaman hias potong (cut flower). berupa daun dan bunga, tanaman hias taman, serta bunga tabur dan bunga ronce, hias daun dan tanaman hias bunga. Pengemasan produk hasil budidaya tanaman hias dapat memengaruhi kehilangan hasil dan stabilitas produk selama pengangkutan maupun dalam pemasaran. Pengemasan juga memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil budidaya tanaman hias. Pemilihan kemasan yang sesuai dengan produk budidaya tanaman hias menjadi sangat penting. Misalnya, untuk tanaman hias dalam pot, penggunaan pot menarik dan sesuai dengan selera konsumen akan meningkatkan nilai jual produk.

Penggunaan kemasan kertas atau plastik pada bunga potong mempertahankan kualitas produk. Pengemasan bunga potong untuk pengiriman jarang jauh harus dapat memastikan bunga dalam keadaan segar setibanya di tempat. Cara yang biasa digunakan adalah memasukkan pangkal tangkai bunga potongan ke dalam tube berisi cairan pengawet atau dibungkus dengan kapas kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet, lalu dikemas dalam kotak karton atau kemasan lain yang sesuai. Bunga melati untuk tujuan ekspor, setelah disortir, direndam di dalam air es agar keras, tampak bersih dan segar lalu dikemas dengan kotak styrofoam untuk mempertahankan suhu yang sejuk. Pada bagian luar kemasan, diberi keterangan nama barang atau varietas bunga, jenis mutu (grade), nama atau kode produsen atau eksportir, jumlah isi, negara atau tempat tujuan dan produksi Indonesia.

B. Perhitungan Harga Budidaya Tanaman Hias

Perencanaan bisnis yang baik sangat diperlukan agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dengan baik. Dimulai dengan pencarian ide, penentuan jenis usaha, lokasi usaha, kapan memulai usaha, target pasar, sampai strategi pemasarannya. Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah masalah pengelolaan keuangan, termasuk di dalamnya perhitungan dari besaran biaya investasi dan operasional, sampai ketemu harga pokok produksinya, kemudian penentuan besaran margin, sehingga bisa ditentukan berapa harga jualnya.

Perhitungan biaya produksi produk pada dasarnya sama untuk jenis apa pun, begitu pula dengan budidaya tanaman hias. Hanya sedikit perbedaannya. Biasanya kalau budidaya tanaman hias pengambilan marginnya lebih besar karena biaya operasional dan risikonya juga lebih besar. Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat atau gedung, dll), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja dan overhead). Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, baik bahan baku utama, bahan tambahan maupun bahan kemasan.

Semua biaya tersebut adalah komponen yang akan menentukan harga pokok produksi suatu produk. Kuantitas produk sangat memengaruhi harga pokok produksi, semakin besar kuantitasnya maka efisiensi akan semakin bisa ditekan, dan harga pokok produksi yang didapatkan akan makin kecil.

Harga Pokok Produksi (HPP) dihitung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk. Penetapan Harga Jual Produk (HJP) diawali dengan penetapan HPP atau unit dari setiap produk yang dibuat. HPP atau unit adalah HPP dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya, pada satu kali produksi tanaman hias dengan HPP Rp.3.000.000,- dihasilkan 6.000 tangkai bunga, HPP atau tangkai adalah Rp.3.000.000,- dibagi dengan 6.000 yaitu Rp 500,-. Harga jual adalah HPP ditambah dengan laba yang diinginkan. Jika misalnya ditentukan margin keuntungan 100%, harga jualnya adalah HPP + 0,5 (HPP), jadi harga jualnya adalah Rp1.000,- per tangkai bunga. Metode Penetapan Harga Produk secara teori dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, berikut.

1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (Supply Demand Approach)

Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.\

2. Pendekatan Biaya (Cost Oriented Approach)

Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.

3. Pendekatan Pasar (Market Approach)

Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang memengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.

Setelah dapat ditentukan harga pokok produksi (HPP), bisa ditentukan harga jual. Harga jual ini ditentukan dengan mempertimbangkan juga harga kompetitor dan besaran margin yang ingin diraih oleh perusahaan. Harga jual produk adalah sejumlah harga yang dibebankan kepada konsumen yang dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar produksi seperti biaya distribusi dan promosi.

C. Pemasaran Langsung Budidaya Tanaman Hias

1. Strategi Pemasaran Langsung

Pemasaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuan usaha dalam rangka mendapatkan laba yang direncanakan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menjalankan kegiatan pemasaran suatu produk antara lain jenis produk, persaingan produk, kebutuhan pasar, tujuan pemasaran dan hal lain yang berhubungan dengan produk itu sendiri seperti: harga jual, kualitas dan kemasannya. Perlu dilakukan strategi yang tepat untuk menunjang keberhasilan pemasaran produk. Salah satu strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk produk makanan awetan dari bahan hewan adalah 4P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

a. Product (Produk)

Beberapa hal yang penting diperhatikan mengenai produk adalah:

  • Kualitas yang mampu menjawab dan memuaskan keinginan konsumen.
  • Kuantitas yang sanggup memenuhi kebutuhan pasar.
  • Penciptaan produk baru yang inovatif sesuai keinginan konsumen.
  • Penciptaan nilai tambah pada produk.
  • Penciptaan produk yang mempunyai daur hidup (life cycle) panjang (jangan cuma booming sesaat).

Pengembangan produk budidaya tanaman hias yang telah diperkenalkan, adalah untuk menjawab beberapa hal tersebut di atas. Perbaikan kualitas produk yang mempunyai daya simpan lebih lama, serta kemasannya yang lebih baik diharapkan dapat menjadi produk tanaman hias yang lebih baik dan banyak diminati oleh konsumen.

b. Price (Harga)

Pada penetapan harga produk, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan di antaranya, yaitu:

  • Mempertimbangkan harga pokok produksi.
  • Menyesuaikan harga produk dengan pasar yang kita bidik.
  • Melakukan perbandingan harga dengan produk sejenis yang sudah ada di pasar.
c. Place (tempat)

Beberapa pertimbangan dalam penetapan tempat menjual produk bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Lokasi penjualan sebaiknya yang mudah dijangkau konsumen.
  • Lokasi penjualan yang memiliki fasilitas yang memuaskan konsumen.
  • Lokasi yang mempunyai nilai tambah: ada arena bermain anak dan keluarga, suasana belanja dan bertamasya, konsep “one stop shopping”.
d. Promotion (Promosi)

Beberapa saluran promosi yang bisa digunakan dalam membantu meningkatkan penjualan produk, bisa melalui media sosial, blog atau website. Juga bisa dengan mengikuti bazar-bazar yang banyak dilakukan berbagai instansi atau organisasi di lingkungan sekitar.

2. Saluran Pemasaran Langsung

Bentuk pemasaran bisa langsung atau tidak langsung, disesuaikan kebutuhan dan kondisi. Pemasaran langsung menurut Direct Marketing Association adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. Pemasaran langsung biasanya menggunakan saluran langsung ke konsumen (consumer direct) untuk menjangkau dan menyerahkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran.

Pemasaran langsung untuk produk budidaya tanaman hias dapat menggunakan berbagai saluran untuk menjangkau calon pembeli dan pelanggan. Saluran itu seperti berikut.

  1. Penjualan tatap muka, adalah kunjungan penjualan lapangan.
  2. Pemasaran surat langsung, terdiri atas pengiriman tawaran, pemberitahuan, pengingat, atau barang-barang lain kepada seseorang di alamat tertentu. Pengiriman surat bisa berupa: fax mail, e-mail, dan voice mail.
  3. Pemasaran melalui katalog, terjadi ketika perusahaan mengirimkan satu atau lebih katalog produk kepada penerima yang terpilih.
  4. Telemarketing, menggambarkan penggunaan operator telepon untuk pelanggan baru, untuk berkontak dengan pelanggan yang ada guna mengetahui dengan pasti level kepuasan pelanggan, atau untuk mengambil pesanan.
  5. TV dan media dengan tanggapan langsung antara lain, iklan tanggapan langsung, saluran belanja di rumah, dan videotxt dan TV interaktif.
  6. Pemasaran melalui kios, berupa mesin penerima pesanan pelanggan.
  7. Saluran online, saluran terbaru dari pemasaran langsung adalah saluran elektronik. Istilah perdagangan elektronik (e-commerce) menggambarkan satu varietas luas dari perangkat lunak atau sistem komputer elektronik, seperti pengiriman pesanan pembelian kepada pemasok melalui elektronik data interchange (EDI), penggunaan faks dan e-mail untuk melakukan transaksi; penggunaan ATM, kartu smart untuk memudahkan pembayaran dan mendapatkan uang tunai secara digital; dan penggunaan internet dan layanan online.

3. Media Promosi Pemasaran Langsung

Budidaya tanaman hias tentu memerlukan media yang tepat untuk sarana promosi produknya. Media promosi yang bisa digunakan untuk pemasaran produk khas daerah ini di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Pertemuan Rutin

Pertemuan rutin pada area paling kecil, misanya RT atau RW atau komplek perumahan bisa dijadikan media promosi tanaman hias yang efektif. Jadi, bisa dilakukan izin promosi pada pertemuan tersebut. Pertemuan rutin itu bisa pertemuan PKK, dharma wanita, arisan, dan lainnya.

b. Pameran atau Bazar

Saat ini banyak sekali diselenggarakan pameran atau bazar, baik oleh instansi atau departemen tertentu, maupun pihak swasta dan perorangan. Ajang ini bisa digunakan untuk media promosi tanaman hias yang baik. Biaya yang dikeluarkan juga biasanya tidak terlalu besar, masih sangat terjangkau oleh skala usaha kecil dan menengah (UMKM).

c. Media Sosial

Keberadaan media sosial saat ini sudah begitu menjamur, di mana berbagai kalangan sudah sangat familier dengan Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya. Hal ini tentu bisa dimanfaatkan untuk media promosi yang efektif dan efisien.

D. Perumusan Hasil Kegiatan Usaha untuk Budidaya Tanaman Hias

Pemaparan materi tentang wirausaha budidaya tanaman hias, sudah diberikan dengan lengkap, yang didukung oleh hasil pengerjaan tugas dari setiap kelompok. Presentasi kelompok akan produk budidaya tanaman hias juga memberikan khazanah kekayaan keilmuan dan pengalaman pada teman-temannya di kelompok lain. Setelah melewati rangkaian pembelajaran sebelumnya, diharapkan semua peserta didik memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan budidaya tanaman hias, dan meyakini peluang akan usaha ini yang cukup baik.

Setiap kelompok sudah mempunyai produk unggulan yang akan dijadikan tonggak sejarah memulai masuk dunia wirausaha. Setiap kelompok sudah sangat mengetahui dan menguasai produknya masing-masing, sudah membuat perencanaan usahanya dengan baik, sudah memilih sistem pengolahan yang tepat, dan sudah melakukan perhitungan biaya yang lengkap. Selain itu juga, setiap kelompok sudah mempunyai strategi pemasaran yang terpilih.

Strategi pemasaran ini tidak bisa dipisahkan dari pemilihan model distribusi produk karena salah satu bagian penting dari sistem pemasaran produk. Pemilihan model distribusi produk yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan penjualan produk ke pasaran. Saluran distribusi menjadi bagian penting dalam proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen akhir. Sebagus apa pun produknya dan segencar apa pun promosinya, tanpa pemilihan saluran distribusi yang tepat, tidak akan membuat produk tersebut bisa sampai pada konsumen dan diterima dengan baik oleh konsumen.

Saluran distribusi terdiri atas beberapa rantai yang saling terkait dan memengaruhi. Beberapa rantai tersebut antara lain adalah supplier, manufacturer, distributor dan retailer serta pelanggan. Saat ini, rantai dan saluran distribusi tidak hanya bertujuan untuk mengurangi biaya, tetapi lebih dari itu adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga bisa dipastikan produk terdistribusikan dengan baik sampai di tangan konsumen yang ditargetkan.

Rantai distribusi merupakan suatu jaringan dari organisasi value chain yang menjalankan fungsi menghubungkan produsen dan konsumen. Kegiatan yang dilakukan oleh para penyalur ini pada prinsipnya akan mengurangi hubungan langsung antara produsen dan konsumen, yang secara tidak langsung juga membagi tugas sehingga masing-masing fokus pada tugasnya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Produk budi daya tanaman hias sangat bervariasi sehingga pelaku usaha budi daya tanaman hias jeli melihat peluang usaha budi daya yang akan menguntung. Penetapan desain budidaya tanaman hias dapat disesuaikan dengan target produk budi daya yang akan dihasilkan dan peluang pasar yang menguntungkan. cara menentukan harga pokok produksi dan harga jual, komponen tersebut bisa dimasukkan ke dalam sebuah proposal lengkap suatu usaha, atau biasa disebut proposal bisnis (business plan).

Pengembangan produk budidaya tanaman hias yang telah diperkenalkan, adalah untuk menjawab beberapa hal tersebut di atas. Perbaikan kualitas produk yang mempunyai daya simpan lebih lama, serta kemasannya yang lebih baik diharapkan dapat menjadi produk tanaman hias yang lebih baik dan banyak diminati oleh konsumen.

Konsep pemasaran langsung adalah konsep yang pertama akan dijalankan, saat usaha baru dimulai karena pemasaran langsung merupakan model yang cukup sederhana dan aman, serta tidak membutuhkan waktu dan modal yang banyak. Perputaran keuangan juga bisa cepat dengan sistem ini karena tidak terjadi penumpukan tagihan dan administrasi yang rumit. Untuk para pengusaha pemula, pengaturan keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan, agar keuangan yang terbatas bisa terus berputar. Setelah berkembang, untuk produk budidaya tanaman hias ini, baru bisa dicobakan sistem pemasaran lainnya, sehingga jangkauan pasarnya akan semakin luas, dan semakin berkembang.

B. Saran

Budidaya tanaman harus dilakukan dengan cara yang baik agar menghasilkan produk budidaya bermutu sehingga dapat diterima oleh konsumen.

DAFTAR PUSTAKA

Assauri. 1990. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi. Jakarta: Rajawali Pers.

Balithi. 2004. Panduan Karakterisasi Anggrek dan Anturium. Departemen Pertanian. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Bank Indonesia. 2008. Pola Pembiayaan Usaha Kecil Industri Tanaman Hias. Jakarta: Bank Indonesia.

Deptan. 2008. Buku Pedoman Budidaya Tanaman Hias yang Baik dan Benar (Good Agricultural Practices). Direktorat Budidaya Tanaman Hias, Direktorat Jenderal Hortikultura.

Mattjik, NA. 2010. Budidaya Bunga Potong dan Tanaman Hias. Bogor: IPB Press.

Tim Primatani Jakarta Barat. 2010. Budidaya Adenium. Jakarta. Departemen Pertanian

Download Contoh Makalah Kewirausahaan Budidaya Tanaman Hias.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH