Makalah Perang Dunia I

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Perang Dunia I”. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan Semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Oktober 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perang Dunia 1 merupakan perang yang melibatkan seluruh kekuatan besar di dunia. Perang ini berlangsung dari tanggal 28 Juli tahun 1914 dan berakhir pada tanggal 11 November 1918. Kekuatan besar yang terlibat meliputi 2 aliansi yang saling bermusuhan yakni pihak Sekutu (Prancis, Britania Raya dan Rusia), dengan Blok Sentral yang terdiri dari (Italia, Austria Hungaria dan Jerman). Dalam sejarahnya, Perang Dunia 1 melibatkan banyak sekali tentara atau pasukan militer yang saling berperang. Berdasarkan informasi yang ditemukan, perang ini melibatkan 70 juta pasukan militer dan merupakan perang terbesar sepanjang sejarah perang di dunia.

Banyaknya pasukan yang terlibat, mengakibatkan korban dalam perang dunia 1 juga sangat fantastis yaitu lebih dari 9 juta pasukan militer gugur. Hal ini disebabkan karena teknologi yang digunakan dalam perang sudah sangat maju sehingga banyak korban yang berjatuhan. Penyebab Perang Dunia 1 yaitu karena kebijakan luar negeri dari negara-negara dengan kekuatan besar di Eropa. Kekuatan besar ini meliputi : Kekaisaran Jerman, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Austria Hungaria, Imperium Britania, Kekaisaran Rusia, Italia dan Republik Prancis.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dalam makalah ini adalah:

  1. Apa pengertian Perang Dunia I?
  2. Apa penyebab terjadinya Perang Dunia I?
  3. Bagaimana dampak Perang Duni I terhadap bidang politik?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perang Dunia I

Perang Dunia I adalah sebuah perang global terpusat di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Perang ini sering disebut Perang Dunia atau Perang Besar sejak terjadi sampai dimulainya Perang Dunia II pada tahun 1939, dan Perang Dunia Pertama atau Perang Dunia I setelah itu. Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia, yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (berdasarkan Entente Tiga yang terdiri dari Britania Raya, Perancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (terpusat pada Aliansi Tiga yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia).

Kedua aliansi ini melakukan reorganisasi (Italia berada di pihak Sekutu) dan memperluas diri saat banyak negara ikut serta dalam perang. Lebih dari 70 juta tentara militer, termasuk 60 juta orang Eropa, dimobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah. Lebih dari 9 juta prajurit gugur, terutama akibat kemajuan teknologi yang meningkatkan tingkat mematikannya suatu senjata tanpa mempertimbangkan perbaikan perlindungan atau mobilitas. Perang Dunia I adalah konflik paling mematikan keenam dalam sejarah dunia, sehingga membuka jalan untuk berbagai perubahan politik seperti revolusi di beberapa negara yang terlibat.

Penyebab jangka panjang perang ini mencakup kebijakan luar negeri imperialis kekuatan besar Eropa, termasuk Kekaisaran Jerman, Kekaisaran Austria-Hongaria, Kesultanan Utsmaniyah, Kekaisaran Rusia, Imperium Britania, Republik Perancis, dan Italia. Pembunuhan tanggal 28 Juni 1914 terhadap Adipati Agung Franz Ferdinand dari Austria, pewaris tahta Austria-Hongaria, oleh seorang nasionalis Yugoslavia di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina adalah pencetus perang ini. Pembunuhan tersebut berujung pada ultimatum Habsburg terhadap Kerajaan Serbia. Sejumlah aliansi yang dibentuk selama beberapa dasawarsa sebelumnya terguncang, sehingga dalam hitungan minggu semua kekuatan besar terlibat dalam perang; melalui koloni mereka, konflik ini segera menyebar ke seluruh dunia.

B. Sebab Terjadinya Perang Dunia I

1. Terjadi Pertentangan antara Negara-negara Eropa

Menjelang Perang Dunia I negara-negara di Eropa saling bermusuhan antara satu dengan lainnya. Penyebabnya bermacam-macam, baik politik, ekonomi, maupun saling berebut daerah pengaruh. Contoh dari pertentangan antara negara Eropa tersebut adalah sebagai berikut:

a. Perancis-Jerman

Negara Jerman terpecah menjadi beberapa negara kecil berdasarkan keputusan Kongres Wina (1815). Perdana Menteri Prusia (Otto Von Bismarck) tampil untuk menyatukan Jerman. Usaha tersebut berhasil pada tahun 1871 bersamaan waktunya dikalahkannya Perancis dalam perang Jerman-Perancis (1870-1871). Pengumuman terbentuknya negara kesatuan Jerman dilakukan di Istana Versailles yang merupakan lambang keagungan Perancis. Ini merupakan suatu penghinaan, sehingga pada diri rakyat Perancis timbul keinginan untuk membalas dendam (Revanche Ide).

b. Inggris-Jerman

Pada akhir abad ke-19 Jerman telah berkembang menjadi negara industri. Produksinya terlalu banyak sehingga tidak dapat diserap oleh pasar dalam negeri (over produksi). Oleh karena itu perlu dicarikan lebensraum (ruang hidup) untuk menjual hasil produksinya sekaligus sebagai tempat untuk memperoleh bahan mentah. Inggris yang telah muncul lebih dulu sebagai negara industri merasa mendapat saingan sehingga ke dua negara saling berebut tanah jajahan.

c. Rusia-Jerman

Kedua negara saling berebut pengaruh di Timur Tengah. Sejak abad ke-18 Rusia menjalankan Politik Air Hangat, yaitu mencari pelabuhan yang airnya tidak beku di waktu musim dingin (di sebelah Utara Rusia berbatasan dengan laut yang airnya beku sehingga tidak dapat dilayari). Salah satu usaha yang dilakukan adalah ke Timur Tengah. Di lain pihak pada abad ke-19 Jerman juga bermaksud mengadakan kerjasama militer dan ekonomi dengan Irian dan Turki. Terjadilah ketegangan antara Rusia dengan Jerman.

d. Rusia-(Austria-Hongaria)

Baik Rusia maupun Austria-Hongaria berusaha menanamkan pengaruhnya di daerah Semenanjung Balkan. Dalam melaksanakan Politik Air Hangatnya Rusia membantu gerakan Serbia Raya. Gerakan tersebut bertujuan mempersatukan bangsa Slavia Selatan di daerah Bosnia Hersegowina, yang dikuasai oleh Austria Hongaria. Hubungan Rusia dengan Austria-Hongaria menjadi tegang dan keadaan ini juga merupakan salah satu sebab terjadinya Perang Dunia I.

e. Rusia -Turki

Turki menguasai sebagian Timur Tengah sejak abad ke-16. Setelah kekuasaan Turki melemah (sering disebut dengan istiloah the Sick Man), maka Rusia ingin meluaskan wilayahnya di wilayah Timur Tengah. Akibatnya hubungan Rusia-Turki menjadi renggang.

2. Pembentukan Aliansi

Negara Eropa yang sedang bermusuhan seperti digambarkan di atas berusaha mencari teman untuk menghadapi lawannya. Demikian juga yang dilakukan oleh pihak lawan. Karena itu menjelang Perang Dunia I terjadi polarisasi antara negara Eropa. Mereka membentuk aliansi (persekutuan) yang isinya apabila salah satu dari anggota persekutuan diserang oleh negara lain maka anggota yang lain harus membantunya. Sebagai contoh Jerman yang bermusuhan dengan Inggris mencari kawan Austria-Hongaria yang bermusuhan dengan Rusia. Di Eropa kemudian terdapat dua aliansi yang saling berhadapan.

a. Triple Aliantie

Triple Aliantie atau Aliansi Tiga adalah aliansi militer antara Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria dan Italia yang belangsung dari tahun 1882 hingga dimulainya Perang Dunia I tahun 1914. Setelah memperbaharui aliansi tahun 1902, Italia diam-diam membuat perjanjian dengan Perancis. Ketika Jerman dan Austria-Hongaria terlibat dalam perang pada Agustus 1914 dengan musuh Entente Tiga, Italia membantu Blok Sentral, namun setelah konflik hampir berakhir Italia memihak Entente melawan Austria-Hongaria pada Mei 1915 dan Jerman pada Agustus 1916.

b. Triple Etente

Triple Etente adalah nama yang diberikan untuk persekutuan antara Britania Raya, Perancis dan Rusia setelah penandatanganan Entente Anglo-Rusia tahun 1907. Persekutuan tiga kekuatan, diikuti dengan perjanjian dengan Portugal, Jepang, Amerika Serikat dan Spanyol, menjadi tandingan untuk Aliansi Tiga antara Jerman, Austria-Hongaria dan Italia.

3. Perlombaan Persenjataan

Baik Triple Aliantie maupun Triple Etente saling mencurigai. Masing-masing merasa khawatir jika suatu waktu pihak lawan menyerang mereka. Untuk mengantisipasinya mereka mempersenjatai diri. Terjadilah perlombaan dalam membuat persenjataan yang mengakibatkan suasana di Eropa semakin genting.

4. Pengaruh Darwinisme Sosial

George Wilhelm Friedrich Hegel (27 Agustus 1770-14 November 1831) adalah seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di Stuttgart, Württemberg. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx) dan mereka yang menentangnya (Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (filsafat dialektika tuan-hamba).

Pemikiran utama Hegel adalah Negara merupakan penjelmaan “Roh Absolut” (Great Spirit atau Absolute Idea). Negara bersifat absolute melampaui hak individu, berbeda dengan J.J Roaseau dan John Locke, Hegel berpendapat Negara bukan sebagai alat kekuasaan melainkan tujuan itu sendiri. Karena itu dalam pribadi Hegel bukan Negara yang harus mengabdi terhadap Rakyat namun sebaliknya lah yang seharusnya demi kebaikan Negara dan rakyat itu sendiri.

Dari pemikiran Hegel inilah mulai muncul Ludwig Feurbach (1804-1872), Karl Marx (1818-1883) dan Soren Kierkegand (1813-1855), meskipun terdapat perbedaan namun semuanya masih searah dengan Hegel dan memiliki keyakinan hanya Fenomena alamlah yang berada. Fenomena selalu dapat dilihat dan dirasa, manusia adalah makhluk alamiah yang didorong nafsu alamiah. Yang terpenting dari manusia bukan akalnya tapi usaha, sebab pengetahuan adalah alat untuk keberhasilan usaha. Kebahagiaan manusia dapat dicapai di Dunia ini, oleh karena itu agama dan metafisika harus ditolak.

5. Krisis Juli 1914

Diduga yang menjadi sebab Perang Dunia pertama juga adalah krisis yang memuncak di bulan Juli, krisis ini diawali dengan macetnya rempah-rempah khusunya sepinya tembakau yang beredar di kota Bremen dan kota Hamsburg Jerman. Konon tembakau yang menjadi sumber utama krisis ekonomi ini dikarenakan macetnya panen tembakau di daerah timur Indonesia.

C. Dampak Perang Dunia I dalam Bidang Politik

1. Ketidakpuasan di Jerman

Munculnya Nazisme dan fasisme meliputi kebangkitan spirit nasionalis dan penolakan berbagai perubahan pascaperang. Sama pula, popularitas legenda pengkhianatan (Jerman: Dolchstoßlegende) adalah wasiat terhadap keadaan psikologis Jerman yang kalah dan penolakan tanggung jawab atas konflik ini. Teori konspirasi pengkhianatan ini menjadi umum dan penduduk Jerman melihat diri mereka sebagai korban. Penerimaan rakyat Jerman terhadap Dolchstoßlegende’ memainkan peran penting dalam kemunculan Nazisme. Rasa disilusi dan sinisisme dibesar-besarkan disertai pertumbuhan nihilisme. Banyak pihak percaya perang ini mengawali akhir dunia karena korban yang tinggi dari kalangan pria, pembubaran pemerintahan dan kekaisaran, dan jatuhnya kapitalisme dan imperialisme.

Gerakan komunis dan sosialis di seluruh dunia mengumpulkan kekuatan dari teroi ini dan menikmati popularitas baru. Perasaan-perasaan ini lebih lantang diteriakkan di daerah-daerah yang langsung terkena dampak perang. Dari ketidakpuasan Jerman terhadap Perjanjian Versailles yang masih kontroversial, Adolf Hitler berhasil memperoleh popularitas dan kekuasaan. Perang Dunia II juga merupakan kelanjutan perebutan kekuasan yang tidak pernah selesai sepenuhnya oleh Perang Dunia Pertama; faktanya, sudah biasa bagi Jerman pada tahun 1930-an dan 1940-an untuk menjustifikasi tindakan agresi internasional karena persepsi ketidakadilan yang diberlakukan oleh para pemenang Perang Dunia Pertama. Sejarawan Amerika Serikat William Rubinstein menulis bahwa:

Zaman Totalitarianisme mencakup hampir semua contoh genosida terkenal dalam sejarah modern, dipimpin oleh Holocaust Yahudi, tetapi juga terdiri dari pembunuhan dan pemusnahan massal di dunia Komunis, pembunuhan massal lain oleh Jerman Nazi dan sekutunya, serta genosida Armenia tahun 1915. Semua pembantaian ini memiliki asal usul yang sama, kejatuhan struktur elit dan mode pemerintahan normal di sebagian besar Eropa tengah, timur, dan selatan akibat Perang Dunia Pertama, yang tanpanya tentu saja Komunisme atau Fasisme tidak akan muncul kecuali dalam pikiran para penghasut dan orang sinting.

2. Pandangan di Amerika Serikat

Intervensi A.S. dalam perang ini, termasuk pemerintahan Wilson sendiri, semakin sangat tidak populer. Ini tampak dari penolakan Senat A.S. terhadap Perjanjian Versailles dan keanggotaan di Liga Bangsa-Bangsa. Pada masa antarperang, sebuah konsensus disepakati bahwa intervensi A.S. adalah suatu kesalahan, dan Kongres mengesahkan beberapa hukum dalam upaya melindungi netralitas A.S. pada konflik-konflik selanjutnya. Pemungutan suara tahun 1937 dan bulan-bulan pertama Perang Dunia II menunjukkan bahwa hampir 60% responden menyatakan intervensi pada PDI adalah kesalahan, dan hanya 28% yang menentang pandangan tersebut.

3. Identitas nasional baru

Polandia lahir kembali sebagai sebuah negara merdeka setelah lebih dari satu abad. Sebagai “bangsa Entente kecil” dan negara dengan korban terbanyak per kapita, Kerajaan Serbia dan dinastinya menjadi tulang belakang negara multinasional baru, Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia (kelak bernama Yugoslavia). Cekoslovakia, menggabungkan Kerajaan Bohemia dengan sebagian Kerajaan Hongaria, dan menjadi satu bangsa baru. Rusia menjadi Uni Soviet dan kehilangan Finlandia, Estonia, Lituania, dan Latvia, yang menjadi negara-negara merdeka. Kesultanan Utsmaniyah langsung digantikan oleh Turki dan beberapa negara lain di Timur Tengah.

4. Peta perubahan wilayah Eropa setelah Perang Dunia I

Di Imperium Britania, perang ini melepaskan bentuk baru nasionalisme. Di Australia dan Selandia Baru, Pertempuran Gallipoli semakin terkenal sebagai “Baptisme Perjuangan” negara-negara tersebut. Inilah perang besar pertama yang melibatkan negara-negara yang baru berdiri, serta untuk pertama kalinya tentara Australia berperang sebagai penduduk Australia, bukan subjek dari Kerajaan Britania Raya. Hari Anzac memperingati Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru dan merayakan momen-momen menentukan tersebut.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Perang Dunia Pertama memberi pengaruh besar terhadap ingatan sosial. Perang ini dipandang oleh banyak orang di Britania sebagai tanda akhir zaman stabilitas yang sudah ada sejak zaman Victoria, dan di seluruh Eropa banyak orang menganggapnya sebagai ambang batas. Generasi pemuda tak bersalah, kepala mereka dipenuhi abstraksi tinggi seperti Kehormatan, Kejayaan dan Inggris, pergi berperang untuk menjadikan dunia ini aman bagi demokrasi.

Mereka dibunuh dalam pertempuran bodoh yang dirancang oleh jenderal yang bodoh pula. Mereka yang selamat terkejut, mengalami disilusi dan terpahitkan oleh pengalaman perang mereka, dan melihat bahwa musuh asli mereka bukanlah Jerman, tetapi orang-orang tua di kampung halaman yang telah membohongi mereka. Mereka menolak nilai-nilai masyarakat yang mengirimkan mereka ke perang, dan dalam melakukannya mereka memisahkan generasinya sendiri dari masa lalu dan warisan budayanya.

B. Saran

Perang Dunia II telah menelan jutaan korban jiwa dan telah mengubah dunia, baik pada bidang ekonomi, sosial, maupun politik. Lebih baik jika kita mengambil hikmah dari peristiwa ini dan selalu menjaga kedamaian antar sesama agar peristiwa ini tidak terulang kembali.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I

https://id.wikipedia.org/wiki/Penyebab_Perang_Dunia_I

https://id.wikipedia.org/wiki/Entente_Tiga

Download Contoh Makalah Perang Dunia I.docx

Download juga:

Makalah Perang Dunia II

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH