Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Makalah Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.

Makalah ini kami buat untuk melengkapi tugas mata pelajaran . Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini. Dan kami juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan Makalah Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini sehingga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.

Kami mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT, dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga Makalah Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Indonesia, Juni 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia dikenal sebagai negara dengan lokasinya yang strategis. Posisinya berada di antara dua benua dan dua samudra sehingga dilalui jalur pelayaran internasional. Karena lokasinya juga, Indonesia merupakan negara tropis, dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. Ini memungkinkan Indonesia memiliki beragam tumbuhan dan hewan sebagai sumber pangan dan obat-obatan. Kekayaan Indonesia berupa bahan tambang juga terkait dengan lokasinya yang secara geologis terletak pada pertemuan lempeng Eurasia, Pasifik, dan Hindia.

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Jika diurutkan, posisi Indonesia berada pada uhutan keempat terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang besar menguntungkan Indonesia karena tersedia tenaga kerja untuk mengolah dan mengelola sumber daya alam.

Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan budaya. Beraneka ragam budaya dapat dijumpai di negara ini. Kekayaan budaya tersebut menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara sehingga Indonesia menjadi daerah tujuan wisata.

Semua potensi dan kekayaan tersebut merupakan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia. Kita patut bersyukur atas semua anugerah tersebut. Di samping itu, kita juga berupaya lebih keras lagi untuk mengelola sumber daya alam yang berlimpah karena sampai saat ini Indonesia belum menjadi sebuah negara maju.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas di dalam makalah tentang Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana potensi lokasi Indonesia dan upaya pemanfaatannya?
  2. Bagaimana potensi sumber daya alam Indonesia dan pemanfaatannya?
  3. Bagaimana potensi sumber daya manusia di Indonesia?
  4. Bagaimana potensi budaya Indonesia dan pemanfaatannya?
  5. Bagaimana keadaan sarana dan prasarana transportasi di Indonesia?
  6. Bagaimana karakteristik negara maju dan upaya Indonesia menjadi negara maju di dunia?
  7. Apa saja contoh negara maju di dunia?

C. Tujuan

Adapun tujuan dalam penulisan makalah tentang Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui potensi lokasi Indonesia dan upaya pemanfaatannya
  2. Untuk mengetahui potensi sumber daya alam Indonesia dan pemanfaatannya
  3. Untuk mengetahui potensi sumber daya manusia di Indonesia
  4. Untuk mengetahui potensi budaya Indonesia dan pemanfaatannya
  5. Untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana transportasi di Indonesia
  6. Untuk mengetahui karakteristik negara maju dan upaya Indonesia menjadi negara maju di dunia
  7. Untuk mengetahui contoh negara maju di dunia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Potensi Lokasi Indonesia dan Upaya Pemanfaatannya

Setiap lokasi di permukaan bumi memiliki keunikan dan potensi yang berbeda dengan lokasi lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya. Indonesia sebagai suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya, sekaligus menyimpan potensi yang dimilikinya.

Secara astronomis, Indonesia terletak pada 95° BT-141° BT dan 6° LU-11° LS. Posisi tersebut membuat Indonesia berada pada wilayah tropis. Akibatnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. Suhu di Indonesia berkisar antara 27°-32°C dan curah hujan tahunan berkisar antara 1000-4000 mm/tahun. Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia dan Benua Australia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Posisi ini membuat Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran internasional antarnegara dan antar benua.

Walaupun tampak rumit, rute pelayaran utama (core route) pelayaran dunia relatif sederhana, yaitu menghubungkan Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik melalui Terusan Suez, Selat Malaka, dan Terusan Panama. Jalur utama tersebut merupakan jalur pelayaran komersial paling penting dan melayani pasar utama dunia. Di samping itu, terdapat rute pelayaran pendukung (secondary route) yang melayani pasar yang lebih kecil. Selain dilalui jalur utama, Indonesia juga dilalui oleh jalur pelayaran sekunder. Indonesia berada di Benua Asia yang saat ini perkembangan ekonominya sangat cepat.

Jika memperhatikan peta jalur perhubungan dunia, tampak negara-negara Asia Timur, seperti Jepang dan Korea Selatan, menggunakan jalur Selat Malaka untuk mengirimkan barang-barang ekspor ke berbagai wilayah di dunia seperti Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Demikian halnya dengan negara-negara Eropa yang menggunakan Selat Malaka untuk menyalurkan ekspornya ke berbagai negara di Asia.

Keuntungan posisi Indonesia juga dapat dilihat secara geologis. Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api dengan berbagai implikasinya. Keuntungan dari letak geologi seperti ini adalah beragamnya potensi sumber energi dan mineral. Sebagai contoh, energi panas bumi banyak ditemukan di Indonesia karena adanya aktivitas kegunungapian. Aktivitas kegunungapian juga membuat banyaknya batuan yang mengandung berbagai mineral berharga serta menyuburkan tanah. Namun demikian, lokasi ini juga sekaligus menjadikan Indonesia rawan bencana alam, khususnya letusan gunung api dan gempa bumi.

Potensi lokasi Indonesia dengan berbagai keuntungannya telah dimanfaatkan melalui berbagai aktivitas pemanfaatan. Lokasinya yang berada di daerah tropis dengan ciri suhu dan curah hujan yang tinggi sangat mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan. Beragam jenis tumbuhan telah lama dibudidayakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya, yaitu rempah-rempah, telah menarik bangsa lain datang ke Indonesia. Aktivitas pertanian dan perkebunan di Indonesia telah menghasilkan banyak komoditas yang sebagian di antaranya diekspor. Sebagian lainnya dikonsumsi untuk kebutuhan di Indonesia. Namun sayangnya, sebagian komoditas justru masih diimpor, misalnya kedelai dan buah-buahan. Kondisi ini cukup ironis mengingat potensi lahan di Indonesia yang begitu besar.

Posisi Indonesia sangat strategis sehingga banyak dilalui pelayaran internasional. Posisi yang strategis tersebut memungkinkan bangsa Indonesia berhubungan dengan berbagai negara atau bangsa lainnya di dunia. Para pedagang Indonesia telah lama menjalin hubungan dagang dengan bangsa lain yang melewati wilayah Indonesia. Sejumlah pelabuhan berkembang di Indonesia untuk mempermudah hubungan dagang tersebut. Namun sayangnya, saat ini Indonesia belum memperoleh keuntungan ekonomi dari lalu lintas pelayaran tersebut karena aktivitas kapal seperti alih muat, pencucian kapal, pengisian minyak, lebih banyak terjadi di Singapura dan Malaysia yang lebih siap menerima mereka.

Secara geologis, Indonesia memiliki keuntungan berupa potensi bahan tambang yang beraneka ragam. Berbagai jenis sumber energi dan mineral tersedia di Indonesia karena bahan tambang tersebut ada pada wilayah seperti Indonesia. Indonesia telah memanfaatkan sebagian besar potensi tersebut dengan melakukan eksploitasi. Hasil eksploitasi tersebut menambah devisa negara untuk kepentingan pembangunan. Berbagai upaya semestinya dilakukan Indonesia untuk mengambil manfaat dari posisinya yang strategis secara optimal, di antaranya seperti berikut.

  1. Meningkatkan konektivitas nasional dengan menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia, sehingga dapat mengekspor hasil sumber daya alam tanpa hambatan transportasi dan komunikasi.
  2. Memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan mengembangkan dan menggunakan teknologi, sehingga memiliki nilai tambah bagi Indonesia.
  3. Meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengolah sumber daya alam dan menghasilkan berbagai produk industri yang dapat diterima pasar internasional.
  4. Menyiapkan infrastruktur perhubungan seperti pelabuhan dan bandara, serta kebijakan untuk kelancaran pemasaran.
  5. Menjalin kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara maupun kawasan lainnya untuk mengelola lalu lintas pelayaran, sehingga memberi keuntungan dalam pengembangan dan pembangunan kawasan.
  6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola sarana dan prasarana perhubungan, sehingga memenuhi standar pelayanan.

B. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia dan Pemanfaatannya

Potensi sumber daya alam Indonesia sangat besar dan beraneka ragam jenisnya. Kekayaan sumber daya alam tersebut berupa hutan, minyak, dan gas serta beraneka ragam jenis mineral seperti tembaga, nikel, dan timah. Di samping itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, angin, dan energi ombak. Kekayaan sumber daya alam juga tidak hanya di daratan, tetapi juga banyak terdapat di lautan. Selain ikan, di laut juga ditemukan minyak bumi, timah, dan lain-lain.

Kekayaan sumber daya alam Indonesia sebagian telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia. Sebagian lainnya masih berupa potensi yang belum dimanfaatkan karena berbagai keterbatasan seperti kemampuan teknologi dan ekonomi. Kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut, dan sebagainya. Gambaran umum kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan beberapa negara maju di dunia akan dijelaskan pada bagian ini.

1. Hutan

Kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Berdasarkan catatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tahun 2011, hutan Indonesia mencapai 99,6 juta hektar. Namun sayangnya luas hutan tersebut selama ini telah mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan, sejumlah sumber menyebutkan laju kerusakan hutan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Laju kerusakan hutan mencapai 610.375,92 ha per tahun dan tercatat sebagai tiga terbesar di dunia.

Peta sebaran hutan Indonesia dan dunia menunjukkan bahwa luas hutan di tiap negara beragam, Oleh karena itu, tidak semua negara mampu memenuhi kebutuhan akan sumber daya yang dihasilkan dari hutan. Sejumlah negara menjadi importir hasil hutan, khususnya kayu. Indonesia menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang.

Hasil hutan tidak hanya sekadar kayu, tetapi juga kekayaan sumber daya hayati yang hidup di dalamnya. Hutan menjadi sumber pangan dan obat-obatan untuk kebutuhan saat ini maupun untuk kebutuhan masa depan. Keanekaragaman hayati hutan di Indonesia juga sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, hanya Brazil dan Zaire yang bisa menandingi keanekaragaman hutan Indonesia. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan hutan dengan berbagai keanekaragaman hayatinya, sehingga hutan kita tidak hanya bermanfaat untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi yang akan datang.

Hutan di Indonesia dapat dibedakan menjadi hutan produksi, hutan konservasi, hutan lindung. Hutan produksi adalah hutan yang sengaja ditanam untuk diambil kayunya. Hutan produksi mencapai 69,4 juta hektar yang diusahakan melalui Rak Pengusahaan Hutan (HPR) oleh swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil hutan yang dimanfaatkan dapat berupa kayu dan nonkayu. Kayu yang dihasilkan dapat berupa kayu bulat dan kayu olahan. Kayu bulat dihasilkan dari hutan dalam bentuk batangan pohon yang belum diolah seperti kayu jati, mahoni, akasia, cendana, pinus, sedangkan kayu olahan telah mengalami pengolahan lebih lanjut seperti kayu gergajian, plywood, dan veneer. hasil hutan nonkayu berupa buah-buahan, getah dan resin, madu, rotan, terpentin, minyak kayu putih, damar, sagu, sutera dan lain-lain.

Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Indonesia telah menetapkan sejumlah kawasan konservasi dalam bentuk taman nasional, suaka margasatwa, cagar alam dan taman hutan rakyat (Tahura), dan lain-lain. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Hasil hutan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Perhatikanlah barang atau perkakas di rumah kamu! Sebagian di antaranya terbuat dari kayu atau bambu yang berasal dari hutan. Selain itu, hutan juga menghasilkan berbagai jenis bahan untuk obat-obatan. Beberapa jenis tumbuhan telah diketahui ampuh untuk mengobati sejumlah penyakit. Hutan di Indonesia juga dimanfaatkan penduduk untuk sumber pangan, misalnya buah-buahan dan sejumlah binatang buruan.

2. Minyak Bumi

Sumber daya alam berikutnya yang dimiliki Indonesia adalah minyak bumi. Minyak bumi (petroleum) atau dikenal juga sebagai emas hitam merupakan cairan kental, cokelat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar yang terdapat pada lapisan teratas dari beberapa area di kerak bumi. Sebagaimana hutan, tidak semua negara memiliki minyak bumi. Kita patut bersyukur, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki minyak bumi. Jika memperhatikan peta sebaran minyak bumi dunia, tampak hanya negara-negara tertentu yang memiliki cadangan minyak bumi.

Potensi minyak bumi Indonesia terus mengalami penurunan karena dimanfaatkan terus-menerus. Bahkan, saat ini, Indonesia telah mulai mengimpor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang tak lagi mencukupi. Minyak bumi dimanfaatkan sebagai sumber energi kendaraan bermotor, mesin pabrik, dan lain-lain. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagian menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan listrik. Oleh karena itu, perlu melakukan tindakan penghematan listrik maupun bahan bakar minyak agar cadangannya tidak cepat habis.

3. Batu Bara

Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuhan yang mati dan kemudian tertimbun selama jutaan tahun. Pohon-pohon tinggi yang tumbuh saat itu seperti lycopods dan pakis raksasa, kemudian mati dan jatuh ke dalam rawa dan genangan air. Pohon-pohon mati tersebut kemudian tertimbun lumpur dan pasir dalam keadaan basah secara terus-menerus sehingga lapisan tumbuhan mati dalam keadaan basah dan asam. Selain itu, lapisan tersebut terputus dari udara langsung dan mendapat tekanan terus- menerus dari lapisan di atasnya.

Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbesar kelima di dunia. Negara ini menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara di dalam negeri. Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia di antaranya adalah Hongkong, Taiwan, China, Korea Selatan, Jepang, India, Eropa, dan Italia. Sebaran batu bara dunia menunjukkan adanya negara penghasil batu bara. Negara penghasil batu bara terbatas jumlahnya, yaitu China (3,6 miliar ton), Amerika Serikat (800 juta-1 miliar ton), India (585 juta ton), Australia (414 juta ton), Indonesia (376 juta ton), Rusia (334 juta ton), Afrika Selatan (253 juta ton), Jerman (189 juta ton), Polandia (139 juta ton), dan Kazakhstan (117 juta ton). Namun, China dan Amerika hanya sedikit mengekspor batu bara karena kebutuhan dalam negerinya sangat besar.

Di Indonesia, batu bara dimanfaatkan sebagai sumber energi. Namun pemanfaatannya masih kalah dibandingkan dengan pemanfaatan BBM (Bahan Bakar Minyak). Padahal, cadangan batu bara Indonesia mencapai 19,3 miliar ton. Beberapa kendala masih minimnya pemanfaatan batu bara adalah karena masyarakat belum terbiasa menggunakan batu bara dan minimnya sosialisasi tentang manfaat batu bara. BBM dinilai masyarakat lebih praktis dan tidak menimbulkan polusi walaupun harganya lebih mahal.

4. Gas Alam

Sumber daya alam yang banyak tersedia di Indonesia adalah gas alam. Indonesia memiliki cadangan gas alam sebesar 2,8 triliun meter kubik (97 triliun kaki kubik). Jumlah ini tidak terlampau besar jika dibandingkan dengan jumlah gas alam yang dihasilkan beberapa penghasil gas alam lainnya. Cadangan gas alam Indonesia hanya 1,5% dari cadangan gas alam dunia. Negara yang memiliki cadangan gas alam secara beruhutan: Rusia 48 triliun meter kubik, Iran 27 triliun meter kubik, dan Qatar 26 triliun meter kubik. Walaupun persentasenya kecil, namun Indonesia merupakan negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan AS.

5. Sumber Daya Laut

Dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Oleh karena itu, potensi kekayaan laut Indonesia sangat berlimpah. Menurut laporan FAQ (Food and Agricultural Organization), potensi lestari sumber daya perikanan tangkap laut Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta ton/tahun, dengan tingkat pemanfaatannya mencapai 5,71 juta ton/tahun. Jika dibandingkan dengan negara lain, produksi ikan tangkap Indonesia menempati uhutan ketiga di dunia setelah China dan Peru. Sementara itu, untuk produksi ikan budi daya, Indonesia menempati uhutan keempat setelah China, India, dan Vietnam (FAQ, 2009).

Kekayaan laut Indonesia juga terlihat dari keanekaragaman hayati biota laut. Laut Indonesia memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang. Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (Marine Mega-Biodiversity). Berbagai upaya dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produksi ikan. Salah satunya adalah program industrialisasi kelautan dan perikanan. Program yang dijalankan adalah dengan meningkatkan kapasitas industri untuk ikan kaleng cakalang, sarden, tuna, udang, dan produk olahan ikan. Selain itu, dilakukan juga upaya peningkatan produksi rumput laut. Hasilnya terjadi peningkatan ekspor hasil laut dan penurunan impor hasil laut. Umumnya, impor hasil laut berupa tepung ikan dan ikan segar/beku.

C. Potensi Sumber Daya Manusia di Indonesia

Sumber daya manusia menjadi modal yang sangat penting dalam pembangunan. Sumber daya alam yang berlimpah tidak akan banyak artinya tanpa kesiapan sumber daya manusia. Beberapa negara maju di dunia mampu meraih kemajuan dengan hanya mengandalkan sumber daya manusianya. Sumber daya alam yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjadikan negaranya sebagai salah satu negara maju di dunia. Indonesia memiliki keunggulan dari sisi jumlah penduduk dan tenaga kerja yang besar. Walaupun demikian, dari sisi kualitas, sumber daya manusianya harus terus ditingkatkan. Marilah kita pelajari lebih jauh keadaan sumber daya manusia Indonesia sebagai modal untuk menuju negara maju.

1. Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja di Indonesia

a. Jumlah Penduduk Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berdasarkan Data Kependudukan Dunia (World Population Data Sheet, 2013), jumlah penduduk Indonesia menempati uhutan keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk mencapai 249 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar memiliki keuntungan, yaitu sebagai sumber tenaga kerja bagi pembangunan dan sebagai pasar bagi produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan atau industri. Dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia tidak kekurangan tenaga kerja, khususnya untuk industri. Indonesia menjadi daerah pemasaran yang menarik berbagai perusahaan untuk bersaing memasarkan produknya. Sejumlah perusahaan menjadikan Indonesia sebagai basis atau tempat produksinya, selain karena tersedia tenaga kerja yang cukup juga untuk mendekatkan diri dengan daerah pemasaran produknya.

b. Tenaga Kerja di Indonesia

Tenaga kerja merupakan pelaku dalam berbagai aktivitas pembangunan. Oleh karena itu, tenaga kerja dari sisi jumlah dan kualitasnya akan menentukan keberhasilan pembangunan. Jumlah tenaga kerja yang besar tanpa diikuti kualitas yang baik akan sulit bersaing dengan negara lain. Demikian halnya jika jumlahnya tidak terpenuhi, negara harus mendatangkan tenaga kerja dari luar negeri.

Tenaga kerja (manpower) adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja, seseorang yang memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan dikategorikan bekerja. Angkatan kerja (labor force) adalah mereka yang sedang bekerja dan penganggur. Tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja terdiri atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri atas golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja terdiri atas golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga, dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan.

Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2013, Indonesia memiliki penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 176.662.097 orang. Jumlah angkatan kerjanya mencapai 118.192.778 orang dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 66,9%. Ini berarti pada tahun 2013, sebanyak 66,9% penduduk usia kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produktif, yaitu memproduksi barang dan jasa. Tenaga kerja Indonesia memiliki karakteristik sebagai berikut.

  • Pendidikannya rendah. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia lulusan pendidikan dasar sehingga menyulitkan pergeseran tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder dan bahkan sektor tersier. Sektor primer adalah sektor pertanian dan pertambangan. Sektor sekunder, disebut pula manufaktur, merupakan gabungan sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor listrik, gas dan air. Sektor tersier atau sektor jasa atau industri jasa merupakan gabungan sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi; sektor angkutan dan komunikasi; sektor keuangan dan jasa perusahaan; serta sektor j asa kemasyarakatan.
  • Angka pengangguran yang cukup tinggi. Pada tahun 2013, angka pengangguran mencapai 7.388.737 jiwa atau 6,25% dari jumlah tenaga kerja.
  • Kompetensi dan etos kerja yang masih rendah sebagai akibat dari pendidikan yang rendah (sebagian besar lulusan SD) dan budaya kerja yang belum mendukung.
  • Budayanya masih budaya kerja kultur agraris yang memiliki kebiasaan ketergantungan pada alam, menggunakan sistem manual dalam bekerja sehingga perlu penyesuaian dengan lingkungan industri yang menggunakan mesin dan peralatan otomatis.

Ciri atau karakteristik tenaga kerja tersebut merupakan gambaran umum dari keadaan tenaga kerja di Indonesia. Sebagian tenaga kerja Indonesia telah menunjukkan produktivitas dan kualitasnya sehingga hasil perkerjaannya dapat diekspor. Indonesia telah mampu membuat pesawat, kapal laut, merakit mobil, dan berbagai produk lainnya yang sebagian di antaranya diekspor.Bagian terbesar dari tenaga kerja Indonesia masih bekerja pada sektor primer yang langsung memanfaatkan sumber daya alam. Sektor tersebut adalah sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan. Jumlah tenaga kerja yang bergerak dalam sektor tersebut mencapai 38.068.254 orang atau 34,36% dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Jika ditambah dengan sektor pertambangan dan penggalian, jumlahnya menjadi 39.489.021 atau 35,64%. Bagian terbesar berikutnya adalah sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi. Artinya, sektor primer masih menjadi pilihan pekerjaan dari tenaga kerja di Indonesia.

Kontribusi sektor primer terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan adanya penurunan. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Pada tahun 2003, kontribusi sektor primer terhadap PDB mencapai 43,64%. Pada tahun 2010 kontribusinya menurun menjadi 26,49%. Sementara itu, sektor sekunder dan tersier menunjukkan kontribusi yang makin meningkat. Pada tahun 2003, sektor sekunder menyumbang 19,08 persen terhadap PDB dan pada tahun 2010 mencapai 35,8%. Kontribusi sektor tersier meningkat dari 37,29% pada tahun 1983 menjadi 37,62% pada tahun 2010. Ini menunjukkan peran sektor primer menurun dan sektor sekunder dan tersier makin meningkat.

Potensi tenaga kerja Indonesia dapat dilihat dari jumlah penduduk usia produktif. Penduduk usia produktif adalah penduduk usia 15-64 tahun. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 44,98% dari jumlah penduduknya. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, jumlah penduduk usia produktif Indonesia lebih banyak. Kondisi ini cukup menguntungkan karena akan menjadi pendorong peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia. Walaupun jumlah tenaga kerja Indonesia sangat besar, tetapi masih menyimpan sejumlah masalah. Beberapa masalah yang masih ada pada tenaga kerja di Indonesia adalah kualitas yang rendah, jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja, persebaran tenaga kerja yang tidak merata, dan pengangguran yang masih cukup besar.

2. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Jumlah penduduk yang besar juga tidak selalu menguntungkan jika tidak diimbangi dengan kualitas dan produktivitasnya. Oleh karena itu, jumlah penduduk yang besar harus diikuti oleh kualitas dan produktivitasnya yang tinggi. Kualitas sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh United Nation Development Programmer (UNDP), sebuah organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu Indeks Pembangunan Manusia (1PM) atau Human Development Index (HDI). Human Development Report (HDR) mengelompokkan negara di dunia menjadi empat kelompok. Keempat kelompok itu ialah kelompok negara berperingkat sangat tinggi (very high human development) antara 1-47, tinggi (high development human development) antara 48-94, sedang (medium human development) antara 94-141, dan rendah (low human development) antara 142-187.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh UNDP pada tahun 2014, pada tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat 108 atau termasuk dalam kelompok sedang. Peringkat ini masih sama dengan peringkat pada tahun 2012. Peringkat tersebut didasarkan atas beberapa komponen penilaian, yaitu Usia Harapan Hidup penduduk Indonesia mencapai 70,8 tahun, rata­rata lama sekolah mencapai 7,5 tahun, rata-rata lama sekolah yang diharapkan 12,7 tahun, Pendapatan Nasional Kasar (PNK) mencapai 8.970 dolar AS.

D. Potensi Budaya Indonesia dan Pemanfaatannya

Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keragaman budayanya. Kekayaan dan keanekaragaman budaya tersebut terbentuk melalui proses panjang melalui interaksi antarsuku di Indonesia maupun hasil persinggungan dengan budaya dari negara lain. Ketika Portugis datang ke Indonesia, persinggungan dengan budaya Eropa telah menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia, demikian halnya ketika Belanda dan Jepang datang ke Indonesia. Para pedagang dari China dan India juga turut menambah kekayaan budaya. Kedatangan mereka juga membawa ajaran agama yang kemudian tersebar luas di Indonesia. Akibatnya, Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat tinggi.

Keragaman budaya Indonesia sangat potensial meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Namun, sampai saat ini, keragaman budaya itu belum mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita pelajari kekayaan budaya bangsa Indonesia dan pemanfaatannya. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda. Padahal, jumlah suku bangsa yang ada saat ini di Indonesia mencapai 1.128 (sensus penduduk 2010). Keragaman budayanya dapat dilihat dalam beragam bentuk seperti bahasa, rumah adat, tarian dan pakaian.

1. Bahasa

Bahasa yang digunakan di Indonesia terdiri atas bahasa nasional yang diambil dari bahasa Melayu. Selain bahasa nasional, terdapat bahasa daerah yang jumlahnya mencapai 746 bahasa daerah. Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah tertentu. Percakapan antarsesama suku biasanya menggunakan bahasa daerah. Beberapa bahasa daerah yang digunakan seperti Bahasa Sunda, J awa, Aceh, Gayo, Alas, Minangkabau, Betawi, dan Dayak.

2. Rumah Adat

Setiap daerah memiliki rumah adat masing-masing yang berbeda antara satu dan lainnya. Selain berbeda dari bentuknya, rumah adat juga sering berbeda dari bahan, bentuk atap, dinding, lantai dan sebagainya. Berbagai perbedaan tersebut mencerminkan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Misalnya, rumah panggung yang cukup tinggi dibangun dengan pertimbangan menghindari binatang buas masuk ke rumah atau menghindari bahaya banjir. Beberapa contoh rumah adat di antaranya rumah Krong Bade (Aceh), Rumah Joglo (Jawa Tengah), Rumah Panjang (Kalimantan Barat), Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan), dan Rumah Baileo (Maluku).

3. Tarian dan Pertunjukan Rakyat

Keragaman budaya Indonesia terlihat dari berbagai jenis tarian. Beberapa tariannya dikenal sampai ke mancanegara dan menjadi daya tarik pariwisata. Tarian memiliki makna, pesan atau simbol tertentu. Ada tarian yang melambangkan pemujaan atau rasa syukur terhadap Tuhan, penyambutan tamu, kegembiraan pemuda-pemudi, dan keperkasaan. Contoh tarian yang bersifat pemujaan adalah Tari Pendet yang kemudian berubah j adi tarian penerima tamu. Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam dan Tari Pendet dari Bali merupakan contoh tarian untuk menyambut tamu. Tari Perang dari Kalimantan dan Tari Reog dari Ponorogo merupakan contoh tari perang atau keperkasaan. Selain tarian, Indonesia juga kaya akan seni pertunjukan rakyat. Beberapa di antaranya adalah wayang golek (Jawa Barat), Ludruk (Jawa Timur), Ketoprak (Jawa Tengah), Makyong (Kepulauan Riau), Wayang kulit (Jawa Tengah), Debus (Banten), dan Randai (Sumatra).

4. Pakaian Adat dan Senjata Tradisional

Dalam melaksanakan aktivitas budayanya, contohnya seni pertunjukan rakyat, upacara adat, dan tarian tradisional, orang biasanya menggunakan pakaian adat yang khas. Pakaian tersebut berbeda antarsuku atau daerah sehingga dengan mudah dapat dikenali dari mana pengguna pakaian tersebut berasal. Pakaian adat biasanya digunakan saat upacara adat, contohnya perkawinan, kematian, kelahiran, dan kegiatan ritual. Beberapa pakaian adat daerah tersebut adalah Baju Bodo (Sulawesi Selatan), Ulos (Batak), Baju Inong (Aceh), dan Baju Kurung (Minangkabau). Pakaian tradisional juga biasanya dilengkapi dengan senjata tradisional sebagai hiasan. Beberapa senjata tradisional tersebut adalah Rencong (Aceh), Mandau (Kalimantan), Golok (Jakarta), Keris (Jawa), Badik (Sulawesi), Kujang (Jawa Barat), dan Parang Salawuku (Maluku).

Keragaman budaya Indonesia diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization). Banyak negara di dunia kagum akan kekayaan budaya Indonesia karena hanya sedikit negara yang memiliki kekayaan budaya seperti Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata. Banyak wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara yang datang ke Indonesia karena tertarik dengan budaya Indonesia. Beberapa daerah memiliki kekayaan budaya yang sangat terkenal keindahannya, misalnya Bali dengan tarian dan upacara adat seperti Tari Pendet, Tari Kecak, dan upacara ngaben. Beberapa daerah lainnya juga memiliki budaya yang tidak kalah menariknya, seperti Tanah Toraja di Sulawesi dan budaya suku Sasak di Lombok.

Seperti halnya sumber daya alam dan sumber daya manusia, sumber daya budaya juga menjadi modal dasar pembangunan. Beberapa benda yang tergolong sumber daya budaya adalah peninggalan sejarah dan prosesi adat. Peninggalan sejarah dapat berupa bangunan sejarah (masjid, makam, istana, monumen, situs, dan bekas kerajaan), arkeologi, museum, galeri dan artefak, bangunan kuno, objek keramat. Prosesi adat dapat berupa adat perkawinan, adat menerima tamu, adat turun ke sawah, dan lain-lain. Berbagai sumber daya budaya tersebut dapat menjadi paket kunjungan wisata yang menarik. Jika dikemas dengan baik, keduanya akan menghasilkan keuntungan ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selain pariwisata, pemanfaatan budaya juga dilakukan dalam rangka mempererat persahabatan antardaerah dan antarnegara. Melalui budaya, hubungan antarbangsa dan antarwarganya akan makin erat dengan mengenal budayanya. Interaksi antarwarga terjalin melalui budaya. Atraksi budaya lazim dilakukan untuk menyambut tamu negara sehingga menambah keeratan hubungan antarbangsa. Budaya juga dapat dimanfaatkan untuk bahan kajian ilmiah. Para ahli budaya, antropolog, arkeolog sangat berkepentingan dengan kajian budaya. Berbagai informasi tentang budaya masa lalu menjadi menarik dan menimbulkan rasa keingintahuan banyak kalangan. Pada akhirnya, bahan kajian tersebut memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.

E. Sarana dan Prasarana Transportasi di Indonesia

Sarana dan prasarana transportasi berperan sangat penting dalam mendistribusikan barang dan jasa termasuk mobilitas manusia. Salah satu prasarana transportasi yang sangat penting dikembangkan adalah jalan, baik jalan raya maupun jalan kereta api. Keberadaan dan kualitas jalan yang baik akan sangat mendukung upaya percepatan pembangunan dan menarik minat investor dari luar untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut statusnya, jalan dikelompokkan menjadi jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten/kota.

  1. Jalan nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar-ibu kota provinsi, dan jalan strategis nasional, dan jalan tol.
  2. Jalan provinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten/kota, dan jalan strategis provinsi.
  3. Jalan kabupaten/kota merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang tidak termasuk jalan nasional dan jalan provinsi, yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan, antaribu kota kecamatan, ibu kota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten/kota.

Pada tahun 2012, total panjang jaringan jalan yang ada di Indonesia mencapai 501.969 km, terdiri atas jalan nasional sepanjang 38.570 km, jalan provinsi sepanjang 409. 757 km dan jalan kabupaten/kota sepanjang 501.969 km (BPS, 2012). Pertumbuhan kendaraan yang tinggi melampaui pembangunan jalan berdampak pada kemacetan di sejumlah daerah perkotaan. Beberapa kota besar di Indonesia menghadapi masalah kemacetan, di antaranya Jakarta dan Bandung.

Selain jalan, Indonesia juga memiliki jalan kereta api. Jalan kereta api di Indonesia telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda tahun 1864. Sampai dengan tahun 1939, panjang jalur kereta api di Indonesia mencapai 6.811 km. Pada tahun 1950, panjang jalan kereta api berkurang, diperkirakan dibongkar Jepang untuk dibawa ke Burma. Sampai dengan tahun 2008, panjang rel kereta api mencapai 4.813.000 km dengan jumlah gerbong mencapai 5.120 unit. Jumlah lokomotif pada tahun 2008 mencapai 341 unit. Umumnya, lokomotif kereta api di Indonesia sudah tua, bahkan PT KAI kesulitan memperoleh suku cadangnya karena sudah tidak diproduksi lagi. Jumlah penumpang yang terlayani pada tahun 2013 mencapai 216.010.000 orang (BPS, 2013).

Sarana dan prasarana yang tak kalah penting di Indonesia adalah pelabuhan. Dilihat dari lingkup pelayarannya, pelabuhan dapat di kelompokkan menjadi pelabuhan internasional, pelabuhan nasional, pelabuhan regional, dan pelabuhan lokal.

  1. Pelabuhan internasional, pelabuhan yang melayani nasional dan internasional dalam jumlah besar dan merupakan simpul dalam jaringan laut internasional.
  2. Pelabuhan nasional, pelabuhan yang melayani nasional dan internasional dalam jumlah menengah.
  3. Pelabuhan regional, pelabuhan pengumpan primer ke pelabuhan utama yang melayani secara nasional.
  4. Pelabuhan lokal, pelabuhan pengumpan sekunder yang melayani lokal dalam jumlah kecil.

Sebagai negara maritim, transportasi laut sangat penting untuk dikembangkan. Keunggulan transportasi laut adalah kemampuannya mengangkut barang dan manusia dalam jumlah besar. Oleh karena itu, ketersediaan pelabuhan menjadi prasarana yang mesti tersedia. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 2.400 pelabuhan berskala internasional, nasional, regional, dan lokal. Namun, pelabuhan di Indonesia kedalamannya hanya sekitar 6 meter sehingga kapal-kapal berukuran besar sulit berlabuh. Singapura dan Malaysia umumnya memiliki pelabuhan dengan kedalaman sekitar 14 meter.

Sarana transportasi laut memiliki kelemahan berupa lamanya waktu perjalanan. Penggunaan alat transportasi darat juga tidak mungkin karena sebagian besar pulau jaraknya berjauhan. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan alat transportasi pesawat untuk menjangkau pulau-pulau dengan cepat. Beruntung Indonesia memiliki industri pembuatan pesawat yaitu IPTN di Bandung, yang mampu menyediakan kebutuhan pesawat untuk keperluan transportasi di Indonesia.

F. Karakteristik Negara Maju dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju di Dunia

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Potensi lokasi, sumber daya alam, dan sumber daya budayanya sangat mendukung untuk menjadi sebuah negara maju. Sejumlah upaya terus dilakukan melalui berbagai aktivitas pembangunan, baik yang bersifat fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan gedung maupun pembangunan manusianya agar dapat bersaing dengan negara lain. Berbagai keunggulan yang dimiliki Indonesia akan sia-sia jika tidak memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Oleh karena itu, peran sumber daya manusia menjadi sangat penting agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Marilah kita pelajari beberapa upaya yang telah dan akan terus dilakukan Indonesia agar menjadi salah satu negara maju di dunia.

1. Karakteristik Negara Maju

Suatu negara dikelompokkan sebagai negara maju atau negara berkembang didasarkan atas kriteria tertentu. Kriteria tersebut mencakup hal-hal berikut.

a. Pendapatan per Kapita yang Tinggi

Pendapatan per kapita adalah ukuran standar hidup suatu negara yang diperoleh dengan cara membagi pendapatan nasional dengan jumlah penduduknya. Pendapatan per kapita menggambarkan keadaan ekonomi suatu negara. Negara yang mampu mengoptimalkan potensi sumber daya perekonomiannya akan berdampak pada pendapatan per kapitanya. Kemampuan tersebut akan terkait potensi sumber daya manusia yang dimilikinya. Negara yang potensi sumber daya manusianya tinggi akan mampu mengoptimalkan sumber daya alamnya dengan baik sehingga berdampak pada pendapatan per kapita penduduknya.

Salah satu kriteria yang sering digunakan untuk mengukur perkembangan suatu negara adalah pendapatan per kapita penduduknya. Bank Dunia membuat kategori suatu negara berdasarkan pendapatan per kapitanya menjadi: rendah (≤ 875 dolar AS), menengah ke bawah (876 – 3.465 dolar AS), tinggi (3.460 – 10.275 dolar AS), sangat tinggi (≥ 10.726 dolar AS). Berdasarkan sejumlah kriteria, negara-negara berikut layak dikelompokkan sebagai negara maju, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya.

b. Tingkat Kemiskinan yang Rendah

Di negara maju, tidak semua penduduknya berkecukupan atau kaya. Bahkan, krisis ekonomi yang dialami sejumlah negara maju dewasa ini membuat sebagian penduduknya jatuh miskin bahkan persentase melampaui persentase kemiskinan di sejumlah negara berkembang. Oleh karena itu, sebagian penduduk di negara maju juga termasuk kelompok miskin berdasarkan kriteria batas atau garis kemiskinannya. Hanya saja di negara maju terdapat jaminan sosial yang lebih baik. Negara memberikan berbagai bantuan bagi penduduknya yang miskin, seperti layanan kesehatan dan kebutuhan hidup yang mendasar lainnya. Misalnya di Jerman, 26,7% pendapatan nasionalnya digunakan untuk belanja negara di bidang sosial, sedangkan di Amerika Serikat sebesar 15,9%. Di Indonesia, anggaran untuk bidang sosial hanya 3,32% dari total APBN sehingga jaminan sosial bagi rakyat miskin masih terbatas.

c. Laju Pertumbuhan Penduduk yang Rendah

Data menunjukkan adanya kecenderungan negara-negara maju mengalami gejala penurunan laju pertumbuhan penduduknya. Bahkan, Jepang mengalami angka pertumbuhan negatif. Artinya jumlah penduduknya mengalami penurunan. Beberapa alasan di antaranya seperti berikut.

  • Penduduk di negara maju berpandangan bahwa banyak anak akan menghambat kariernya.
  • Laki-laki dan perempuan umumnya memiliki kesibukan sehingga mengurangi kesempatan untuk memiliki anak dalam jumlah yang besar.
  • Rata-rata usia menikah relatif tinggi sehingga kemungkinan memiliki banyak anak terbatas.
  • Pelayanan kesehatan sangat memadai.
d. Tingkat Pendidikan Penduduk yang Tinggi

Tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dari rata-rata lama sekolah yang dicapai oleh penduduk. Rata-rata lama sekolah di negara maju jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hal yang sama di negara berkembang. Hal ini dimungkinkan karena negara mampu membangun fasilitas pendidikan yang memadai dan warga negara juga memiliki pendapatan yang tinggi sehingga mampu menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi. Indikator pendidikan juga dapat dilihat dari angka partisipasi penduduk dalam pendidikan. Di negara maju, hampir semua warganya mampu menamatkan pendidikan sampai jenjang sekolah menengah atas, bahkan perguruan tinggi. Karena itu angka melek hurufnya juga tinggi.

e. Kemajuan Teknologi yang Tinggi

Perkembangan industri di negara maju didorong oleh kemajuan teknologi. Eksploitasi atau pemanfaatan sumber daya alam makin mudah dan cepat dengan bantuan teknologi sehingga mampu memberikan hasil yang optimal. Negara yang tidak memiliki sumber daya alam pun, dengan teknologinya, mereka mampu mengolah sumber daya alam yang didatangkan dari negara lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

f. Keadaan Sosial Budaya

Masyarakat di negara maju memiliki pola pikir yang logis. Mereka tidak percaya dengan hal-hal mistis dan takhayul. Bagi mereka, keberhasilan tidak dicapai dengan serta-merta, tetapi harus dicapai dengan kerja keras dan penuh perencanaan. Hal yang berbeda dengan sebagian masyarakat di Indonesia yang masih percaya mistis.

g. Industrialisasi Berkembang Pesat

Industri di negara-negara maju berkembang sangat pesat sehingga banyak penduduk yang tertarik bekerja pada sektor tersebut dengan imbalan yang lebih baik. Sementara itu, sektor pertanian dilakukan secara mekanisasi sehingga makin sedikit menyerap tenaga kerja. Berikut perbandingan sektor industri dan sektor pertanian di Indonesia dibandingkan dengan sektor yang sama di negara-negara maju.

2. Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi negara maju. Upaya tersebut telah menunjukkan hasilnya walaupun masih harus terus dikembangkan. Beberapa upaya yang dilakukan Indonesia untuk menjadi negara maju adalah seperti berikut.

a. Peningkatan Pendapatan per Kapita

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan pendapatan per kapita sebesar 7.000 dolar AS. Sementara itu, Bank Dunia menyebutkan bahwa pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2013 mencapai 3.475 dolar AS. Beberapa program yang dikembangkan pemerintah untuk peningkatan pendapatan adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), pengembangan usaha kecil dan koperasi, penyediaan infrastruktur di pedesaan.

b. Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan

Indonesia sangat menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menganggarkan 20% APBN untuk sektor pendidikan. Berbagai program tengah dilaksanakan untuk perluasan akses dan kualitas pendidikan. Perluasan akses pendidikan dilakukan dengan menambah jumlah kelas atau rombongan belajar dan pembangunan sekolah baru. Pemerintah juga memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) dan berbagai jenis beasiswa.

Dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah secara terus-menerus memberikan berbagai macam pelatihan bagi para pendidik. Dengan cara demikian, diharapkan kualitas para pendidik terus meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka. Untuk menjamin terselenggaranya kegiatan pendidikan dengan baik, pemerintah menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan berupa alat dan media pembelajaran, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain. Pemerintah juga menerapkan program beasiswa, sekolah gratis, dan program wajib belajar untuk mempermudah akses memperoleh pendidikan bagi masyarakat.

c. Penguasaan Iptek

Negara maju sangat didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan penguasaan iptek, pengelolaan sumber daya alam makin efisien dan memiliki nilai tambah yang sangat besar. Sayangnya, pembangunan di bidang iptek masih menghadapi banyak permasalahan seperti masih rendahnya kualitas sumber daya manusia, kecilnya anggaran iptek, belum terjalinnya komunikasi antara pengembang untuk iptek dengan pengguna iptek khususnya industri.

Menghadapi berbagai persoalan tersebut, pemerintah berupaya mengembangkan iptek melalui berbagai program seperti peningkatan kualitas penelitian, pemberian insentif, percepatan alih teknologi, penguatan kelembagaan iptek, dan pemanfaatan sistem inovasi nasional. Pemerintah juga mengembangkan proses alih teknologi dengan melakukan kerja sama antarpemerintah melalui beasiswa pendidikan ke luar negeri, pengembangan kebijakan alih teknologi dengan perusahaan luar yang beroperasi di Indonesia, dan lain-lain.

G. Contoh Negara Maju di Dunia

Negara-negara di dunia dapat dikelompokkan menjadi negara maju (developed countries), negara berkembang (developing countries), dan negara miskin (less developed countries). Kelompok negara-negara maju seringkali diidentikkan dengan negara yang perkembangan ekonomi dan teknologinya sangat pesat. Namun, sebenarnya aspek sosial budaya juga menunjukkan perbedaan dengan kelompok negara yang belum maju. Sejumlah negara maju di dunia tidak memiliki modal sumber daya alam yang memadai. Kualitas sumber daya manusia menjadi modal utama mereka untuk menjadi negara maju. Namun demikian, ada juga negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya.

1. Jepang

a. Lokasi Jepang

Jepang terletak di barat laut Samudra Pasifik. Negara ini berbatasan di sebelah barat dengan Korea Utara dan Korea Selatan, Rusia, dan China. Di sebelah utara, timur, dan selatannya berbatasan dengan Samudra Pasifik.

b. Keadaan Alam Jepang

Lokasi wilayah Jepang membuat Jepang memiliki ciri iklim musim dengan perubahan musim yang jelas. Mengingat wilayah Jepang membujur dari utara-selatan, suhu udara bervariasi sesuai dengan lintangnya. Pada musim dingin, suhu udara antara -7° C sampai dengan 7° C. Pada musim panas, suhu udara antara 21° -27° C. Curah hujan di Jepang umumnya tinggi, berkisar antara 840-3.050 mm per tahun. Jepang terdiri atas empat pulau besar yaitu Hokkaido (78.513 km2), Honshu (230.822 km2), Kyushu (42.030 km2), dan Shikoku (18.782 km2). Kepulauan lainnya berukuran lebih kecil. Luas keseluruhan Jepang mencapai 377.835 km2.

Jepang terletak di tepi bagian barat dari Samudra Pasifik. Daerah ini merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) yang terdiri atas banyak gunung api. Setidaknya terdapat 192 gunung api tersebar di negara ini. Salah satu di antaranya merupakan yang tertinggi di Jepang, yaitu Gunung Fuji (3.776 m). Tidak heran jika 25% dari wilayah negara ini tertutup lapisan vulkanik. Walaupun wilayahnya bergunung-gunung, tetapi di Jepang masih ditemukan sejumlah dataran yang sebarannya terbatas.

Selain memiliki banyak gunung api, Jepang juga dikenal sebagai negara yang sering mengalami bencana gempa bumi. Jepang terletak pada daerah perbatasan antara lempeng Benua Asia dan Lempeng Samudra Pasifik. Lempeng Benua Asia terangkat karena berat jenisnya lebih ringan sehingga membentuk Kepulauan Jepang. Pertemuan atau tumbukan kedua lempeng tersebut juga menimbulkan gejala gempa dan gunung api. Fenomena tersebut mirip dengan Indonesia yang juga berada pada perbatasan zona tumbukan Lempeng Benua Asia dengan Lempeng Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Walaupun dikenal sebagai negara industri, ternyata 67% wilayah Jepang masih merupakan hutan. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di antaranya adalah pohon ek, kapur barus, bambu, maple, birch, beech, dan poplar. Hewan di Jepang telah banyak berkurang. Dulu di negara ini, dapat ditemukan babi hutan, monyet, serigala, rusa, dan lain-lain. Namun, kini jumlahnya terus berkurang.

c. Sumber Daya Alam Jepang

Jepang memiliki sumber daya mineral yang sangat terbatas. Oleh karena itu, Jepang sangat bergantung pada bahan mentah dan bahan bakar hasil impor. Hasil tambang dari dalam negeri sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industrinya. Beberapa hasil tambang tersebut adalah batu bara (kualitas rendah), timah, seng, mangan, tungsten, antinomi, dan krom. Minyak bumi ditemukan di Honshu Utara, tapi produksinya sangat jauh dari kebutuhan. Sumber daya mineral yang cukup terpenuhi adalah belerang.

Selain sumber daya mineral, Jepang memiliki sumber daya alam berupa lahan pertanian, hutan, dan perikanan laut. Lahan pertanian umumnya dimanfaatkan untuk bahan pangan, terutama padi. Selain itu, dihasilkan pula kentang dan tanaman sayuran seperti lobak, kol, ketimun, tomat, selada, bayam, wortel. Tanaman buah-buahan seperti jeruk dan apel juga ditanam. Hasil pertanian hanya menyumbang sedikit sekali terhadap pendapatan nasional Jepang. Pendapatan Jepang lebih banyak didominasi oleh sektor industri.

Jepang merupakan negara yang penduduknya gemar mengonsumsi ikan. Tidak heran jika sektor perikanan berkembang pesat. Hasil tangkapan ikannya terutama diperoleh dari wilayah pertemuan Arus Laut Dingin Oyashio dan Arus Laut Hangat Kuroshio. Beberapa jenis ikan yang diperoleh adalah ikan saury, bonito, cod, ikan salem, dan ikan trout laut.

d. Keadaan Sosial dan Budaya Jepang

Sebagian besar penduduk Jepang bekerja di luar sektor pertanian. Oleh karena itu, 91% penduduknya tinggal di daerah perkotaan (WPDS, 2013). Beberapa kota tumbuh sangat pesat dan menjadi kota besar seperti Tokyo (36.507 juta jiwa), Osaka-Kobe (11.325 juta jiwa), Nagoya (3.257 juta jiwa), Fukuoka-Kitakyushu (2.809 juta jiwa), Sapporo (2.673 juta jiwa) (2009). Penduduk Jepang terdiri atas beberapa etnik, tetapi yang dominan adalah etnik Jepang (98,5%), Korea (0,5%), China (0,4%), dan yang lainnya (0,6%). Agama yang dianutnya terdiri atas Shinto (83,9%), Buddha (71,4%), Kristen (2%) dan yang lainnya (7,8%). Persentase totalnya mencapai lebih dari 100% karena banyak penduduk Jepang yang menganut agama Shinto dan juga Buddha.

Bangsa Jepang sangat terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan disiplin. Mereka mencurahkan segenap perhatian dan komitmennya untuk pekerjaan. Tidak heran jika kualitas hasil pekerjaannya diakui sangat tinggi. Karena itulah, mereka menjadi negara terkemuka dalam bidang industri dan perdagangan walaupun sumber daya alamnya terbatas. Negeri dengan jumlah penduduk 127,3 juta jiwa (WPDS, 2013) atau terbesar ke-10 ini tidak hanya besar dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas manusianya. Semangat atau etos kerja dikenal sangat tinggi dan tidak lepas dari beberapa prinsip yang dipegang teguh oleh mereka dalam bekerja. Beberapa prinsip tersebut adalah seperti berikut.

1) Prinsip Bushido

Prinsip ini merupakan semangat bekerja keras tak kenal lelah dalam belajar dan bekerja. Prinsip Bushido diturunkan oleh mereka dari generasi ke generasi.

2) Prinsip Samurai

Prinsip mengajarkan tentang harga diri dan tak kenal menyerah. Jika mereka kalah berperang atau bertarung, hara-kiri atau menusukkan pedang ke perut sendiri dilakukan sebagai bentuk harga diri. Saat ini, prinsip tersebut digunakan untuk membangun ekonomi mereka.

3) Budaya Keishan

Budaya kerja yang kreatif dan inovatif serta produktif menuntut kesungguhan, kerajinan, minat, dan keyakinan dalam bekerja. Budaya ini juga mendorong munculnya kemauan untuk belajar dari orang lain.

4) Prinsip Kai Zen

Prinsip Kai Zen sangat menekankan pentingnya tepat waktu atau sesuai jadwal dalam bekerja. Jika tidak, akan terjadi keterlambatan sehingga perusahaan dan konsumen akan mengalami kerugian. Intinya, waktu dan biaya harus optimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Orang Jepang juga memiliki kebiasaan seperti pembagian yang tegas antara kerja dan istirahat: malu jika pulang kerja lebih cepat, patuh dan loyal pada perusahaan. Semua prinsip dan kebiasaan ini menjadi faktor penting dalam kemajuan bangsa Jepang. Berbagai kemajuan ekonomi yang telah dicapai membuat bangsa Jepang memiliki keadaan sosial ekonomi yang lebih baik. Berdasarkan data Bank Dunia, PDB per kapita Jepang pada tahun 2013 mencapai angka 38.492 dolar AS. Ini berarti setiap penduduk Jepang memiliki pendapatan sebesar 38.492 dolar AS per tahun.

Keadaan sosial dan ekonomi juga terlihat dari usia harapan hidup warganya. Pada tahun 2013, usia harapan hidup penduduk Jepang mencapai 86 tahun untuk wanita dan 79 tahun untuk pria atau jika keduanya digabung mencapai 83 tahun (WPDS, 2013). Angka tersebut merupakan yang tertinggi di dunia. Sementara itu, angka kelahiran di Jepang relatif rendah sehingga terjadi penurunan jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk Jepang -0,1%, berarti setiap tahun terjadi penurunan jumlah penduduk sebesar 0,1%. Sementara itu, penduduk lanjut usia makin besar jumlahnya karena keadaan kesehatan yang lebih baik.

e. Hubungan Jepang dengan Indonesia

Jepang dan Indonesia telah lama menjalin kerja sama dalam bidang ekonomi. Indonesia merupakan eksportir terbesar ke-7 ke Jepang. Posisi pertama China, berikutnya AS, Australia, Arab Saudi, UEA, dan Korea. Sementara itu, Jepang merupakan investor asing terbesar di Indonesia. Sekitar 1.000 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 32.000 pekerja Indonesia (BKPM, 2012). Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan dengan jumlah pekerja Indonesia di negara lainnya.

Ekspor Indonesia ke Jepang umumnya berupa bahan baku industri dan sumber energi. Beberapa komoditas dari Indonesia yang diekspor ke Jepang di antaranya adalah minyak, gas alam cair, batu bara, tekstil, pulp, udang, mesin, dan tekstil. Indonesia mengimpor komoditas dari Jepang di antaranya berupa mesin-mesin dan suku cadang, baja, perlengkapan listrik, plastik dan kimia, alat transportasi, suku cadang mobil, dan elektronik. Untuk mendorong perdagangan dan investasi, pemerintah kedua negara menandatangani persetujuan yang disebut Economic Partnership Agreement (EPA).

Hubungan politik Indonesia dan Jepang telah berlangsung lama. Jepang pernah menjajah Indonesia pada tahun 1942-1945. Setelah itu, kedua negara sibuk memperbaiki keadaan akibat perang. Hubungan kedua negara terjalin lagi secara resmi pada tahun 1958 melalui penandatanganan perjanjian damai Indonesia dan Jepang. Hubungan kedua negara berjalan lancar dan harmonis karena kedua negara menyadari besarnya potensi keuntungan yang bisa diperoleh kedua negara karena hubungan tersebut. Jepang melihat posisi strategis hubungan dengan Indonesia dan negara di Asia Tenggara lainnya. Beberapa keuntungan tersebut adalah seperti berikut.

  • Jaminan keamanan lalu lintas ekspor Jepang ke negara lain.
  • Posisi negara lepas pantai terhadap negara daratan.
  • Sumber bahan mentah dan energi bagi industri Jepang.
  • Daerah pemasaran berbagai hasil produksi Jepang.

Peran penting Jepang bagi Indonesia tidak hanya sebatas ekonomi, tetapi juga pendidikan. Jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang mencapai sekitar 3.000 orang. Jepang juga membantu Indonesia dalam pengembangan infrastruktur dan bantuan yang sifatnya sosial seperti bantuan penanganan korban bencana alam.

2. Amerika Serikat

a. Lokasi Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan salah satu negara di Benua Amerika. Negara ini berbatasan dengan Kanada di sebelah utara, Samudra Pasifik di sebelah barat, Samudra Atlantik di sebelah timur serta Meksiko, Teluk Meksiko, dan Kuba di sebelah selatan. Amerika Serikat juga memiliki negara bagian yang terpisah dari daratan utamanya yaitu Alaska yang terletak di barat laut Kanada. Amerika Serikat merupakan salah satu negara maju di dunia. Bahkan, selain dikenal sebagai negara maju, Amerika Serikat juga dikenal sebagai negara adidaya karena memiliki kekuatan militer paling maju di dunia. Tidak heran jika negara ini sangat berpengaruh dalam hubungannya dengan negara lain.

Amerika Serikat atau dikenal dengan nama Negeri Paman Sam merupakan sebuah negara federal yang mencakup 50 negara bagian. Setiap negara bagian memiliki parlemennya masing-masing yang memegang kekuasaan pada tingkat lokal. Wilayah daratannya ditempati oleh 48 negara bagian yang saling berbatasan di Amerika Utara. Alaska yang berbatasan dengan wilayah barat Kanada dan Hawaii di Kepulauan Pasifik adalah dua negara bagian lainnya yang terpisah dari daratan utama.

b. Keadaan Alam Amerika Serikat

Secara fisik, wilayah Amerika Serikat terdiri atas dua rangkaian pegunungan besar, yaitu Pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di bagian barat dan Pegunungan Applachia di bagian timur. Pegunungan Rocky memiliki beberapa puncak yang umumnya tidak terlalu tinggi. Beberapa puncak tertingginya mencapai lebih dari 4.000 m dpal. Pegunungan Apalachia di bagian timur membentang hampir sejajar Samudra Atlantik sejauh 2.400 km.

Di antara kedua pegunungan tersebut, terletak dataran yang sangat luas. Sejumlah sungai mengalir melewati dataran tersebut dengan sungai terbesarnya adalah Sungai Missisipi. Sungai Missisipi (3.734 km) merupakan sungai terpanjang kedua di Amerika Serikat setelah Sungai Missouri (3.768 km). Di bagian utara yang berbatasan dengan Kanada, terdapat sejumlah danau besar (Great Lakes). Danau besar tersebut adalah Danau Michigan, Danau Huron, Danau Superior, Danau Erie, dan Danau Ontario.

c. Sumber Daya Alam Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan negara maju yang kaya akan sumber daya alam. Beberapa di antaranya adalah batu bara, minyak bumi, tembaga, posfat, timah, dan besi. Bahkan, kekayaan batu bara Amerika Serikat mencapai seperlima atau 27% dari cadangan batu bara dunia (www.indexmundi.com, 2013). Amerika juga memiliki bahan tambang yang jarang ditemukan seperti uranium, bauksit, emas, perak, merkuri, nikel, potash, besi, gas alam, dan kayu-kayuan. Wilayah datarannya yang terbentang luas juga cukup subur dan ditanami tanaman sereal, terutama jagung serta dijadikan daerah peternakan.

Selain sumber daya alam tersebut, Amerika juga dikaruniai sumber daya alam berupa wilayah yang sangat luas yang berbatasan dengan dua samudra besar, yaitu Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik sehingga bisa membuat banyak pelabuhan dan hasil laut yang berlimpah. Panjang pantai Amerika mencapai 95.471 mil sehingga mudah untuk diakses dari arah laut. Tidak heran jika banyak pendatang (imigran) dari berbagai negara datang ke negara ini dan membuat penduduk Amerika cukup beragam dari sisi ras. Amerika juga dikaruniai lahan subur yang sangat luas terutama di dataran luas di bagian tengah (great plains) sehingga mampu menghasilkan berbagai produk pertanian yang sangat banyak jumlahnya. Oleh karena itu, negara ini dikenal sebagai pengekspor hasil pertanian, seperti gandum dan jagung. Danau-danau yang ada di wilayah ini juga menghasilkan ikan air tawar yang berlimpah.

d. Keadaan Sosial Ekonomi Amerika Serikat

Lama sebelum kedatangan orang-orang Eropa, Benua Amerika telah dihuni oleh penduduk asli yang dikenal sebagai suku Indian. Tidak secara pasti bisa diketahui dari mana asal penduduk asli tersebut. Sejumlah ahli sejarah memberikan analisisnya dengan menjelaskan bahwa mereka berasal dari Eurasia melewati Beringia yang menghubungkan Siberia Alaska selama Zaman Es. Diperkirakan mereka mulai bermigrasi 30.000 tahun yang lalu.

Bangsa Eropa kemudian datang dan bermukim di Amerika. Alasan orang Eropa, khususnya Inggris, datang ke Amerika umumnya adalah seperti berikut.

  • Alasan ekonomi, orang Eropa membutuhkan banyak lahan dengan munculnya Revolusi Industri. Sistem ekonominya berubah dari peternakan ke pertanian, kemudian ke industri.
  • Alasan politik, sebagian orang Inggris tidak setuju dengan pemerintah Inggris sehingga mencari perlindungan ke negara lain, khususnya ke Amerika.
  • Alasan agama, sebagian orang Eropa mencari tempat untuk menjalankan agama secara bebas tanpa tekanan pemerintah.

Bangsa Prancis yang bermigrasi ke Amerika juga terjadi karena adanya tekanan dari kaum Katolik terhadap kaum Protestan. Sebagian kaum Protestan akhirnya memilih untuk pergi ke Amerika. Kedatangan bangsa Inggris ke Amerika, selain karena alasan agama, juga karena kondisi di Inggris yang makin memburuk setelah terjadinya Revolusi Industri. Mesin pabrik telah menggantikan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia sehingga terjadi banyak pengangguran. Pemerintah Inggris juga melakukan penindasan kepada bangsa Ir atau Irlandia yang menyebabkan kemudian mereka pindah ke Amerika untuk menghindari tekanan politik, ekonomi, dan agama.

Pada tahun 2013, penduduk Amerika Serikat mencapai 316,2 juta jiwa (WPDS, 2013). Penduduk asli Amerika Serikat adalah suku Indian. Kedatangan bangsa Eropa sejak abad ke-17 membuat suku ini terpinggirkan dari sisi jumlah maupun kondisi sosial ekonominya. Hanya di beberapa lokasi saja dapat dijumpai suku Indian. Kini, negara ini terdiri atas paduan dari berbagai etnik dan budaya, terutama Eropa. Sekitar 69 % penduduk Amerika Serikat adalah keturunan Eropa, 13% keturunan campuran Amerika-Afrika, 12% penduduk hispanik, 4% keturunan Asia, dan sisanya 2% penduduk asli Amerika.

Dukungan sumber daya alam yang berlimpah dan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, membuat negara ini menjadi salah satu negara industri terbesar di dunia. Ini berarti banyak peluang kerja tercipta dan meningkatkan pendapatan penduduknya. Pendapatan per kapita penduduk Amerika Serikat pada tahun 2013 mencapai 53.143 dolar AS. Namun, sistem kapitalisme di negara ini membuat ketimpangan ekonomi antarwarga negaranya. Orang kaya menjadi sangat kaya, berbeda jauh dengan kelompok penduduk yang miskin.

Sebagian besar (34,9%) penduduk Amerika Serikat bekerja di sektor manajerial, profesional, dan teknik. Berikutnya secara berturut-turut adalah pekerja di sektor penjualan dan perkantoran (25%), manufaktur, transportasi, keahlian (22,9%), sektor jasa lainnya (16,5%), pertanian, kehutanan, dan perikanan (0,7%). (Nation Master, 2006). Ini berarti bahwa hanya sebagian kecil penduduknya yang bekerja di sektor yang terkait langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.

e. Hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia

Amerika Serikat merupakan mitra dagang terbesar keempat Indonesia setelah Jepang, China, dan Singapura. Pada tahun 2010, nilai perdagangan Indonesia-Amerika Serikat mencapai 23 miliar dolar AS. Komoditas perdagangan yang diekspor dari Indonesia adalah getah karet, getah perca, alas kaki, mesin listrik, tekstil, pakaian jadi, barang elektronik, barang hasil industri pakaian, mebel dan perkakas. Sementara itu, ekspor Amerika Serikat ke Indonesia berupa pesawat terbang.

Hubungan politik Indonesia-Amerika Serikat dalam bidang politik mengalami pasang surut. Pada masa Presiden Soekarno, hubungan Indonesia­Amerika sempat memburuk karena Amerika Serikat dianggap negara kapitalis. Hubungan tersebut pulih pada masa Presiden Soeharto dan kemudian sempat mengalami penurunan pada masa Reformasi dengan adanya embargo militer terhadap Indonesia. Pada tahun 2005, embargo militer dicabut dan selanjutnya hubungan Indonesia-Amerika Serikat makin membaik. Saat ini, telah diluncurkan kemitraan yang menyeluruh atau komprehensif (Comprehensive Partnership) berupa panduan kerja sama RI-AS di bidang demokrasi dan masyarakat sipil, iklim dan lingkungan, perdagangan dan investasi, isu keamanan dan energi.

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat juga terjalin dalam bidang pendidikan. Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika Serikat. Pada tahun 1952, Amerika Serikat memberikan program beasiswa Fulbright. Amerika memberikan kebebasan maupun keringanan biaya kuliah dan biaya hidup. Kementerian Luar Negeri Indonesia dan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) juga melakukan kerja sama untuk meningkatkan kemampuan diplomat Indonesia.

Di bidang kebudayaan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta membuka Pusat Kebudayaan Amerika Serikat. Mereka yang mengunjungi pusat kebudayaan tersebut dapat memberikan informasi tentang cara hidup masyarakat Amerika Serikat.

3. Inggris

a. Lokasi Inggris

Inggris terletak di Benua Eropa yang secara geografis berbatasan di utara dengan Samudra Atlantik, di sebelah barat dengan Irlandia dan Samudra Atlantik, di sebelah timur dengan Laut Utara, dan di sebelah selatan dengan Selat English Channel. Luas wilayah Inggris mencapai 244.110 km2 meliputi wilayah England, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya. Wilayah ini berukuran 965 km dari utara ke selatan dan lebar 515 km dari timur ke barat.

b. Keadaan Alam Inggris

Jika dilihat dari reliefnya, wilayah Inggris terbagi menjadi dua bagian, yaitu wilayah yang bergunung-gunung di bagian utara dan dataran rendah yang bergelombang di timur dan selatan. Perbedaan relief ini menunjukkan adanya perbedaan usia batuan. Batuan berusia lebih tua berada di barat dan utara, sedangkan batuan yang lebih muda berada di timur dan selatan.

Inggris memiliki iklim sejuk dan basah. Hampir sepanjang tahun suhu udaranya berada di bawah titik beku. Walaupun demikian, iklim setiap wilayah di Inggris cukup beragam. Hal ini terjadi karena adanya keragaman relief, garis lintang, dan garis bujur. Daerah pesisir barat cenderung lebih sejuk dan lebih basah dibandingkan dengan pesisir timur karena adanya pengaruh dari Arus Atlantik Utara yang bergerak ke arah timur melewati pesisir barat. Keadaan yang sejuk juga dipengaruhi oleh pusat tekanan tinggi Azores, yaitu massa udara tropis di Afrika Barat.

Keadaan flora dan fauna telah menunjukkan perubahan akibat adanya aktivitas manusia yang membabat hutan alami untuk kepentingan pertanian dan industri. Hutan pinus berada di daerah pegunungan. Pohon ek dan elm banyak dijumpai pada dataran rendah yang berlempung di Daerah Wales. Selain itu, ditemukan juga tanaman horse chestnut, spruce norwegia, larch Jepang, dan fir douglas.

Fauna di Inggris banyak yang telah punah pada masa glasial. Beberapa fauna karnivora seperti beruang dan serigala telah punah akibat ulah manusia. Fauna yang masih banyak dijumpai adalah rusa merah skotlandia. Selain itu, terdapat juga sekitar 400 burung termasuk rajawali emas dari Skotlandia dan belibis merah yang khas dari Inggris.

c. Sumber Daya Alam Inggris

Lahan pertanian di Inggris sebenarnya tidak begitu subur. Hanya sebagian kecil lahannya yang subur untuk pertanian, sisanya hanya berupa tanah gersang yang ditanami rumput. Namun demikian, Inggris memiliki kemampuan untuk mengolah lahannya secara efektif sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negerinya. Komoditas yang ditanam adalah padi-padian, bit gula, barley (barli), kentang, buah-buahan, dan sayuran. Inggris juga mengembangkan peternakan sapi, domba, babi, ayam dan lain-lain. Hutan di Inggris hanya meliputi sekitar 10% dari luas wilayahnya. Sebagian besar terdapat di dataran tinggi yang ditumbuhi larch, spruce, cemara dan pohon lainnya yang bernilai komersial.

Inggris dikenal sebagai penghasil ikan yang cukup besar. Ikan hasil tangkapannya di antaranya terdiri atas ikan haring dan cod. Sumber daya alam lainnya yang dimiliki Inggris adalah hasil pertambangan. Batu bara merupakan hasil tambang yang banyak ditemukan, seperti di Lanarkshire Skotlandia, Pegunungan Penine, Pegunungan Cambrian Selatan, Pegunungan Cumberland, Northumberland, Durham, serta bagian utara dan selatan Stafford. Selain batu bara, Inggris juga memiliki berbagai jenis mineral lainnya. Mineral-mineral tersebut di antaranya timah putih, tembaga, dan mangan.

d. Keadaan Sosial Ekonomi Inggris

Pada tahun 2013, penduduk Inggris mencapai 64,1 juta jiwa (WPDS, 2013). Angka pertumbuhan penduduknya hanya 0,4% atau tergolong rendah. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah perkotaan yang mencapai angka 80% dari jumlah penduduknya. Kota London dihuni oleh sekitar 12% dari penduduknya, sementara itu daerah bagian utara seperti Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara penduduknya jarang.

Penduduk Inggris terdiri atas orang Inggris dan sejumlah penduduk pendatang dari Asia dan Afrika. Orang Inggris sendiri terbagi atas dua kelompok, yaitu bangsa Kelt (mencakup orang Skot, Irlandia, dan Welsh) dan bangsa Jerman (mencakup orang Anglo, Saxon, Jute, Denmark, dan Norman). Bahasa yang digunakan secara resmi oleh penduduk Inggris tentu saja bahasa Inggris. Sebagian besar (86,9%) penduduknya beragama Kristen. Sisanya adalah pemeluk agama Islam, Yahudi, Hindu, dan Sikh serta yang tidak beragama (ateis).

e. Hubungan Inggris dengan Indonesia

Hubungan Indonesia-Inggris terjadi ketika para pelaut Inggris datang mencari rempah-rempah dan hasil bumi lainnya ke Indonesia. Belanda dengan VOC-nya telah lebih dahulu menguasai perdagangan di Indonesia. Inggris tetap masih dapat menguasai Malaysia, Singapura, dan Australia. Hubungan ekonomi dengan Indonesia saat ini terlihat dari adanya hubungan perdagangan kedua negara. Indonesia mengekspor minyak bumi, batu bara, baja, furnitur, produk alas kaki, karet alam, mesin cetak, dan pakaian. Inggris mengekspor ke Indonesia berupa gandum, mesin pabrik, produk IT, makanan olahan, dan lain-lain.

Hubungan Indonesia dan Inggris sempat bergejolak saat Inggris menjadi bagian dari Sekutu yang memiliki paham neoliberal yang ditentang Presiden Soekarno. Pertempuran pernah terjadi di Surabaya ketika tentara Sekutu yang di belakangnya terdapat tentara Belanda bermaksud melucuti senjata Jepang dan milisi sipil Indonesia setelah menyerahnya Jepang kepada Sekutu. Namun, pihak Indonesia mencurigai adanya kepentingan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Akibatnya, terjadi perang antara tentara Sekutu Indonesia. Pada saat Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, hubungan Indonesia Inggris kembali terjalin dengan baik.

4. Jerman

a. Lokasi Jerman

Secara astronomis, Jerman terletak di antara 47°-55° LU dan 6°-15° BT. Letak geografisnya berada di Eropa Utara dan berbatasan di utara dengan Laut Utara, di selatan dengan Austria dan Swiss, di barat dengan Belanda, Prancis, Luxembourg, dan Belgia, di timur dengan Polandia dan Republik Ceko. Jerman memiliki luas wilayah 356.910 km2 Luas wilayahnya tersebut sebelumnya terbagi dua menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Proses reunifikasi atau penyatuan kembali dua negara yang terpisah menjadikan luas wilayahnya merupakan gabungan dua negara tersebut. Setelah penyatuan kedua Jerman, negara ini menjadi Republik Federal Jerman yang dipimpin oleh seorang presiden sebagai kepala negara dan kanselir sebagai kepala pemerintahan.

b. Keadaan Alam Jerman

Keadaan alam Jerman dapat dibedakan menjadi Dataran Rendah Utara, Dataran Tinggi Tengah, dan Sistem Pegunungan Alpen. Dataran Rendah Utara yang ada di Jerman merupakan bagian dari Dataran Rendah Utara Eropa yang lebih luas, membentang mulai barat daya Prancis sampai Rusia. Dataran Rendah Eropa Utara mencakup pula Denmark, bagian tenggara Inggris, dan bagian selatan Swedia. Dataran rendah tersebut memiliki ciri tanahnya berpasir, tanah liat di sepanjang laut bagian utara dan timur, tanah los di bagian selatannya.

Dataran Tinggi Tengah terdiri atas perbukitan, dataran tinggi dan plato. Posisinya diapit oleh Dataran Rendah Utara dan Sistem Pegunungan Alpen di Selatan. Wilayah ini merupakan penghasil batu bara yang mendukung lahirnya Revolusi Industri. Sungai Rhein menjadi prasarana transportasi yang mengangkut hasil pertambangan dan industri dari wilayah ini.

Sistem Pegunungan Alpen mencakup Pegunungan Harz, Ardenes, Yura, dan Thuringen. Gunung Zugspitze (2.963 m dpl) merupakan puncak tertinggi yang ada kawasan Pegunungan Alpen. Pegunungan Alpen sebenarnya tidak hanya sebatas yang ada di Jerman, melainkan membentang mulai dari Pegunungan Pirenia di antara Spanyol dan Prancis, Pegunungan Dinarik di Balkan, Pegunungan Karpatia di Eropa Timur, Pegunungan Atlas di Afrika Utara, dan Pegunungan di Turki.

Jerman memiliki iklim kontinen basah. Iklim ini dicirikan dengan musim winter yang dingin dan summer yang hangat atau lebih panas daripada negara-negara di pantai barat Eropa. Pada musim winter, suhu udara sangat dingin karena posisi Jerman yang agak ke dalam sehingga lebih banyak dipengaruhi daratan. Sementara itu, negara-negara yang terletak di pantai barat Eropa relatif lebih sejuk karena adanya pengaruh Arus Laut Hangat Gulfstream dari Samudra Atlantik. Pada musim panas, Jerman juga lebih panas dibandingkan dengan negara-negara pantai barat Eropa seperti Prancis, dan Belgia. Umumnya, hujan terjadi pada summer, namun jumlahnya tidak sebesar curah hujan di barat Eropa.

c. Sumber Daya Alam Jerman

Jerman memiliki sumber daya alam berupa batu bara, minyak bumi, mangan, timah hitam, dan besi. Batu bara ditambang di daerah Ruhr, Aachen, dan Sungai Saar. Daerah Ruhr juga menjadi penghasil bijih besi. Hutan di Jerman mencapai 27% dari luas wilayahnya. Kebutuhan akan kayu tidak dapat dipenuhi dengan mengandalkan hutan di Jerman. Jerman mengimpor kayu dari Finlandia, Swedia, dan Norwegia.

d. Keadaan Sosial dan Ekonomi Jerman

Pada tahun 2013, penduduk Jerman berjumlah 80,6 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduknya adalah -0,2% yang berarti penduduk Jerman mengalami pengurangan. Usia harapan hidup penduduk Jerman mencapai 80 tahun dan sebagian besar (73%) dari penduduknya tinggal di daerah perkotaan. Jerman menjadikan sektor industri sebagai sektor utama dalam perekonomian negaranya. Sekitar 98% pendapatannya diperoleh dari sektor industri, sisanya dari sektor pertanian dan pariwisata. Industri banyak dikembangkan di dekat pertambangan batu bara dan bijih besi seperti di Ruhr dan di sepanjang Lembah Sungai Rhein.

Walaupun sektor industri berperan dominan dalam perekonomian Jerman, namun sekitar 85% lahannya digunakan untuk pertanian. Hanya sebagian kecil saja dari penduduknya yang bekerja pada sektor pertanian. Umumnya, lahan pertanian dikembangkan di Lembah Sungai Rhein. Selain itu, terdapat juga lahan pertanian di pantai utara dekat Sungai Salpater. Lahan pertanian juga dikembangkan di dataran tinggi.

e. Hubungan Jerman dengan Indonesia

Hubungan Indonesia Jerman telah berlangsung lama. Setidaknya hubungan kedua negara telah dimulai sejak abad ke-16. Pada saat itu, sejumlah pedagang Jerman ikut menumpang kapal Portugis mendatangi wilayah Indonesia. Pada masa kolonialisme Belanda, sejumlah orang Jerman juga datang ke Indonesia dengan berbagai profesi seperti pegawai administrasi di bawah Koloni Belanda, sebagai insinyur, peneliti, dan ilmuwan.

Setelah Indonesia merdeka, Jerman melanjutkan hubungan baik dengan Indonesia, tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antara warga Jerman dengan warga Indonesia. Sekitar 250 perusahaan Jerman berbisnis di Indonesia yang bergerak dalam bidang transportasi, farmasi, otomotif, dan telekomunikasi. Jerman mengimpor tekstil dan garmen, kelapa sawit, kopi, teh, kakao, bahan kimia, karet, tembakau. Indonesia mengimpor produk industri dari Jerman seperti kendaraan bermotor, mesin-mesin, dan produk manufaktur lainnya. Produk Jerman dikenal sangat berkualitas sehingga banyak diminati konsumen di berbagai negara.

Kerja sama Jerman Indonesia tidak hanya dalam perdagangan dan investasi, tetapi juga dalam bidang pembangunan lainnya. Kerja sama tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, riset teknologi, dan inovasi. Indonesia sangat berkepentingan untuk alih teknologi dari Jerman yang terkenal dengan keunggulan teknologinya.

Dalam bidang pendidikan, Indonesia seringkali mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Jerman. Jerman merupakan salah satu negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia. Sebanyak 20 universitas di Jerman masuk daftar 100 universitas terbaik di dunia. Tidak heran jika banyak negara, termasuk Indonesia, yang mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Jerman. Salah satu alumni Jerman adalah mantan Presiden RI Prof. Dr. Ing BJ Habiebie.

Hubungan diplomatik Indonesia-Jerman dimulai sejak tahun 1952 ketika diresmikannya kantor perwakilan Indonesia di Bonn, Jerman Barat. Indonesia juga menjalin hubungan bilateral dengan Jerman Timur dengan dibangunnya kedutaan Indonesia di Berlin, Jerman Timur. Kedua negara ini selalu saling mendukung dalam kerja sama di forum internasional dan sangat mendukung tetap berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jerman dan Indonesia menjalin kerja sama dalam G-20 sebuah kelompok negara-negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Jerman dan Indonesia juga bekerja sama dalam bidang militer.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Posisi Indonesia sangat strategis, terletak di antara dua benua dan dua samudra Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun, eksploitasi yang terus-menerus dilakukan membuat cadangan sumber daya alam makin berkurang sehingga beberapa di antaranya mulai diimpor. Indonesia memiliki sumber daya manusia berupa jumlah penduduk yang sangat besar untuk kepentingan pembangunan. Namun, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia masih di bawah kualitas sumber daya manusia di negara-negara maju.

Tenaga kerja (man power) adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja; memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan dikategorikan bekerja. Angkatan kerja (labor force) adalah mereka yang sedang bekerja dan penganggur. Tenaga kerja terdiri atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri atas golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja terdiri atas golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga, dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan.

Tenaga kerja Indonesia memiliki karakteristik: pendidikan rendah, angka pengangguran yang cukup tinggi, kompetensi dan etos kerja yang masih rendah, masih berbudaya kerja kultur agraris, dan menggunakan sistem manual dalam bekerja. Bagian terbesar dari tenaga kerja Indonesia masih bekerja pada sektor primer yang langsung memanfaatkan sumber daya alam.

Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, jumlah penduduk usia produktif Indonesia lebih banyak. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh UNDP tahun 2014, pada tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat 108 atau termasuk dalam kelompok sedang (Medium Human Development). Sarana dan prasarana transportasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan jumlah dan kualitasnya. Beberapa upaya Indonesia menjadi negara maju di dunia, di antaranya adalah meningkatkan pendapatan per kapita, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, menguasai Iptek.

Karakteristik negara maju, yaitu pendapatan per kapita yang tinggi, tingkat kemiskinan yang rendah, laju pertumbuhan penduduk yang rendah, pelayanan kesehatan sangat memadai, tingkat pendidikan penduduk yang tinggi, kemajuan teknologi yang tinggi, tingkat pengangguran yang rendah, keadaan sosial budaya terus berkembang, industrialisasi berkembang pesat, dan pertanian tidak lagi dominan. Contoh negara maju di dunia adalah Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman..

B. Saran

Marilah kita pelajari potensi lokasi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya budaya Indonesia serta upaya yang telah dilakukan untuk menjadi sebuah negara maju. Sebagai perbandingan, pelajari juga beberapa contoh negara maju di dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. (2011). Atlas Nasional Indonesia. Bogor: Bakosurtanal.

Kemenkeu. (2012). Kajian Kerja Sama Bilateral Indonesia-Amerika Serikat di Bidang Ekonomi Dan Keuangan. Kerja sama Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral Kementerian Keuangan RI dan Program Studi Kajian Wilayah Amerika. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Download Contoh Makalah Potensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH