Angin Badai

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Juni 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap tahun, daerah pesisir mempersiapkan diri untuk hempasan angin ribut yang dikenal sebagai badai. Baru-baru ini badai menyebabkan gelombang seperti tsunami hingga menyapu Busan, Korea Selatan. Beberapa waktu silam, Badai Matthew memorak-porandakan Haiti.

Badai terjadi akibat panas dan udara yang lembab. Badai memindahkan panas dari permukaan laut ke atmosfer bumi. Badai dapat melakukan perjalanan ribuan mil dari daerah tropis ke arah kutub bumi.

Menurut Pusat Badai Nasional NOAA, rata-rata pusat mata badai membentang antara 20 sampai 30 mil, beberapa bahkan meluas hingga 120 mil. Badai terkuat, mencapai kategori 5 dalam skala Saffir-Simpson, di mana angin telah melebihi angka 155 mil per jam.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian angin badai?
  2. Apa saja macam-macam jenis angin badai?
  3. Bagaimana proses terjadinya angin badai?
  4. Apa saja ciri-ciri angin badai?
  5. Bagaimana dampak dari angin badai?
  6. Bagaimana upaya pengurangan dampak buruk angin badai?

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian angin badai?
  2. Untuk mengetahui macam-macam jenis angin badai?
  3. Untuk mengetahui penyebab terjadinya angin badai?
  4. Untuk mengetahui ciri-ciri angin badai?
  5. Untuk mengetahui dampak dari angin badai?
  6. Untuk mengetahui upaya pengurangan dampak buruk angin badai?

D. Manfaat

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar kita dapa mengetahui dan menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang angin badai.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Angin Badai

Badai adalah cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju sampai badai pasir dan debu. Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal dari samudera yang hangat. Badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 20 km/jam. Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah.

Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon) di Samudera Pasifik.

B. Macam-macam Jenis Angin Badai

1. Tornado

Tornado adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan kumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan kumulus dengan permukaan tanah. Tornado muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.

Umumnya tornado memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa tornado yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300-480 km/jam memiliki lebar lebih dari satu mil (1,6 km) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km. Tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Tornado juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan-tengah dan timur Asia, timur-tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, Barat Laut dan Tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.

2. Badai Pasir

Badai pasir adalah fenomena meteorologi yang umum di wilayah arid dan semi-arid. Badai pasir antara lain disebabkan oleh meningkatnya kecepatan angin dalam suatu wilayah yang luas. Badai pasir umumnya terjadi pada tanah yang kering. Badai pasir dapat memindahkan keseluruhan bukit pasir dan membawa pasir dalam jumlah besar sehingga tepi badai dapat menyerupai dinding pasir setinggi 1,6 km. Badai pasir di gurun sahara dalam bahasa setempat dikenal dengan simoom atau simoon (sîmum, sîmun). Haboob (hubub) adalah badai pasir di wilayah Sudan sekitar Khartoum.

3. Badai Salju

Badai salju terjadi saat udara yang hangat dan basah bertemu dengan udara yang dingin. Massa udara yang hangat dan basah dan massa udara yang dingin tersebut dapat mencapai diameter 1.000 km atau lebih. Badai salju yang mempengaruhi Amerika Serikat timur laut sering mendapatkan uap air dari udara yang berpindah ke utara dari Teluk Meksiko dan udara yang dingin dari massa udara yang datang dari arktik.

Di Amerika Serikat barat laut, udara yang hangat dan basah dari Samudera Pasifik mendingin saat didorong ke atas oleh pegunungan. Banyak hal yang berbeda dapat memengaruhi gerakan, isi uap, dan suhu massa udara. Semua perbedaan tersebut memengaruhi jenis dan keparahan badai salju.

4. Badai Api

Badai api yang sering juga disebut setan api atau tornado api, merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Badai api biasanya terjadi dalam kondisi suhu dan arus udara memungkinkan untuk membentuk gerakan vertikal yang berputar layaknya badai tornado biasa namun yang unik dalam badai api, pusaran ini akan terbentuk dari api yang dapat terpisah langsung dari sumber api yang terbakar sehingga memungkin pusaran badai api ini bergerak menjauhi sumber api dan membakar area di sekitarnya.

5. Badai Petir

Sebuah badai petir, juga disebut badai listrik, badai guntur atau badai petir, merupakan bentuk cuaca yang dikenali dari munculnya guntur dan petir. Badai petir bisa terjadi di seluruh dunia, bahkan di wilayah kutub sekalipun, dengan frekuensi terkuat di daerah hutan hujan tropis, di mana mereka terjadi setiap hari. Kampala dan Tororo di Uganda telah dianggap sebagai tempat paling banyak petir di bumi, gelar ini juga diberikan pada Bogor di Jawa, Indonesia atau Singapura.

Beberapa badai petir terkuat dan berbahaya terjadi di Amerika Serikat terutama di Midwest dan negara bagian selatan. Badai tersebut dapat membuat sebuah tornado. Setiap musim semi, pemburu badai pergi ke Great Plains Amerika Serikat dan Canadian Prairies untuk menjelajah aspek visual dan ilmiah badai dan tornado.

6. Badai Magnetik (Badai Matahari)

Terkait dengan banyak badai magnetik lubang korona matahari yang merupakan daerah dengan kepadatan rendah pada mahkota matahari. Dihasilkan dari matahari aliran berkelanjutan partikel halus dengan muatan listrik disebut solar angin. Tren ini muncul terutama dari lubang korona matahari. Dan menunjukkan kecepatan tinggi aliran angin matahari semakin besar aktivitas matahari. Ketika bertabrakan partikel dan komponen yang bergerak cepat dari arus, medan magnet bumi, medan magnet repels beberapa partikel. Menghasilkan badai magnetik dari interaksi antara partikel dan medan magnet bumi.

C. Penyebab Terjadinya Angin Badai

Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan laut. Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai. Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis. Pada saat terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam. Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain. Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik.

Badai dapat terjadi jika faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya badai terpenuhi. Sumber utama energi penggerak badai berasal dari proses kondensasi yaitu proses mengembunnya konsentrasi uap air pada udara yang lembap yang kemudian bergerak naik ke atmosfer yang dingin. Pada proses ini, konsentrasi uap air akan melepaskan energi panasnya. Energi panas yang terkumpul inilah kemudian menjadi energi penggerak badai.

Faktor-faktor penyebab terjadinya siklon tropis atau badai adalah sebagai berikut:

  1. Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26,5 oC hingga ke kedalaman 60 meter.
  2. Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan kumulonimbus. Awan-awan ini, yang merupakan awan-awan guntur, dan merupakan penanda wilayah konvektif kuat, adalah penting dalam perkembangan siklon tropis.
  3. Atmosfer yang relatif lembap di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
  4. Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari khatulistiwa. Meskipun memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator.
  5. Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan pumpunan angin.
  6. Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin yang besar akan mengacaukan proses perkembangan badai guntur.

D. Ciri-ciri Angin Badai

1. Tekanan Udara Permukaan Rendah

Siklon tropis berputar di sekitar daerah bertekanan udara permukaan rendah. Dari seluruh tekanan udara pada ketinggian permukaan air laut yang terukur maka tekanan udara di daerah siklon tropis merupakan yang terendah.

2. Inti Hangat

Uap air yang naik ke atmosfer yang dingin akan mengembun dan melepaskan panas. Panas buangan tersebut didistribusikan secara vertikal pada bagian inti siklon tropis yang menyebabkannya terasa hangat.

3. CDO (Central Dense Overcast)

CDO merupakan daerah menyerupai pita melingkar di sekitar inti yang padat akan awan, hujan dan badai petir. Pada siklon tropis lemah, CDO menutupi pusat sirkulasi sehingga mata tidak terlihat.

4. Mata

Siklon tropis kuat seperti hurricane memiliki mata yang berbentuk lubang melingkar di pusat sirkulasinya. Cuaca pada mata umumnya tenang dan tidak berawan. Diameter wilayah mata berkisar dari 8 hingga 200 km.

5. Dinding Mata

Dinding mata menyerupai pita melingkar di sekitar mata yang memiliki intensitas angin dan konveksi panas paling tinggi. Pada siklon tropis, kondisi pada dinding matalah yang paling berbahaya.

6. Aliran Keluar (Outflow)

Pada bagian atas siklon tropis, angin bergerak keluar dari pusat badai tropis dengan arah putaran berlawanan dengan siklon, sedangkan pada bagian bawah angin berputar kuat, melemah seiring dengan pergerakan naik dan akhirnya berbalik arah.

E. Dampak dari Angin Badai

Angin badai sangat berdampak buruk pada kehidupan dan lingkungan tempat manusia tinggal. Akibat dari angin badai antara lain banjir, tsunami, dan tanah longsor yang disebabkan oleh guncangan dari pusaran angin yang bertekanan sangat tinggi. Setiap bencana alam selalu membawa dampak dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat, berupa korban jiwa, dan material. Bencana angin badai bila menimbulkan korban dan kerusakan pada bangunan infrastruktur, hal ini tergantung dari skala intensitas angin. Semakin tinggi intensitas angin maka akan semakin berat tingkat kerusakan yang ditimbulkan angin badai. Kerusakan yang ditimbulkan di antaranya:

  1. Menyebabkan kerusakan atau kehancuran bangunan.
  2. Merusak jaringan listrik.
  3. Mengangkat dan memindahkan benda-benda yang tidak stabil.
  4. Membahayakan keselamatan.
  5. Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah.
  6. Dapat menimbulkan korban jiwa.
  7. Rusaknya kebun-kebun warga.
  8. Kerugian material.
  9. Banyak puing-puing dan sampah yang terbawa badai dan berserakan.
  10. Terganggunya kegiatan-kegiatan ekonomi.

F. Upaya Pengurangan Dampak Buruk Angin Badai

  1. Membangun rumah lebih jauh dari garis pantai, hal ini diperlukan supaya ketika terjadi gelombang tinggi air laut, rumah tidak terkena hantaman air laut yang pasang.
  2. Memangkas pohon sekitar rumah yang rindang, hal ini diperlukan agar pohon tidak mudah tumbang ketika terjadi angin yang kencang.
  3. Membuat konstruksi rumah yang kuat, seperti menggunakan fondasi dan atap rumah yang tahan terhadap terjangan angin badai.

BAB III 
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kekuatan angin badai dapat mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap bangunan dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai macam badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera Hindia atau topan (typhoon) di Samudera Pasifik.

Badai dapat terjadi jika faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya badai terpenuhi. Sumber utama energi penggerak badai berasal dari proses kondensasi yaitu proses mengembunnya konsentrasi uap air pada udara yang lembap yang kemudian bergerak naik ke atmosfer yang dingin.

Angin badai sangat berdampak buruk pada kehidupan dan lingkungan tempat manusia tinggal. Akibat dari angin badai antara lain banjir, tsunami, dan tanah longsor yang disebabkan oleh guncangan dari pusaran angin yang bertekanan sangat tinggi

B. Saran

Kita harus memahami tentang macam bencana, agar ketika terjadi masyarakat bisa menyelamatkan diri dari bahaya yang akan menimpa.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Badai

https://nationalgeographic.co.id/berita/2016/10/apa-yang-menyebabkan-badai

http://pekaarea.blogspot.co.id/2015/07/analisis-teks-eksplanasi-badai-di-susun.html

Download Contoh Makalah Angin Badai.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH