Pelestarian Lingkungan Hidup

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pelestarian Lingkungan Hidup tepat pada waktunya. Tidak lupa shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Rasulullah SAW, yang telah membawa umatnya dari jaman jahiliah ke zaman yang modern ini.

Dalam penyusunan makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini pastilah kami mengalami berbagai hambatan maupun kendala. Dengan segala upaya, makalah ini dapat terwujud dengan baik berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan lebih lanjut. Kami berharap semoga makalah Pelestarian Lingkungan Hidup ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan khususnya dan bagi semua pihak pada umumnya. Kami juga berharap makalah ini mampu menjadi salah satu bahan bacaan untuk acuan pembuatan makalah selanjutnya agar menjadi lebih baik.

Indonesia, Juli 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan di sekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan. Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia.

Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik. Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air, dan udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).

B. Rumusan Masalah

  1. Apa definisi lingkungan hidup?
  2. Apa yang dimaksud dengan konversi lingkungan hidup?
  3. Apa saja faktor-faktor pencemaran lingkungan?
  4. Apa yang dimaksud dengan lingkungan sekitar?
  5. Bagaimana usaha pelestarian lingkungan hidup?
  6. Bagaimana keadaan lingkungan sekitar kita?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Lingkungan Hidup

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Secara khusus, istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)

Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

2. Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)

Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

B. Konversi Lingkungan Hidup

Konservasi berasal dari kata conservation yang terdiri atas kata con (together) dan severe (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use Konservasi dalam pengertian sekarang sering diterjemahkan sebagai the wise use of nature resource (pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana).Secara harfiah makna konservasi (conservation) yang terkait dengan sumber daya alam diartikan sebagai “the preservation, management, and care of natural and cultural resources” (pelestarian pengelolaan, dan perawatan sumber-sumber daya alam dan kultural). Dalam kamus konservasi sumber daya alam disebutkan konservasi (conservation) adalah upaya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dengan berpedoman kepada asas pelestarian. Konservasi juga diartikan pelestarian, yaitu pengelolaan terencana sumber daya alam sehingga terjadi berkelanjutan serta keseimbangan alami antara keanekaragaman dan proses perubahan evolusi dalam suatu lingkungan.

C. Pencemaran Lingkungan Hidup

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain, berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara, antara lain: terganggunya kesehatan manusia, misalnya batuk, bronkhitis, emfisema, dan penyakit pernapasan lainnya, rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat, terganggunya pertumbuhan tanaman, misalnya menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi gas SO2 yang tinggi di udara, adanya peristiwa efek rumah kaca yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub dan terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.

2. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah disebabkan karena sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman. Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak dapat diolah atau dimanfaatkan.

3. Pencemaran Air

Pencemaran air terjadi karena masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti detergen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu, tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah, air permukaan, dan air laut. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain: terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen, terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi), pendangkalan dasar perairan, punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air, munculnya banjir akibat got tersumbat sampah, dan menjalarnya wabah muntaber.

4. Pencemaran Suara

Pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia, antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dapat menimbulkan stres. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang memiliki kekuatan > 80 desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, mesin kereta api, mesin jet pesawat, dan instrumen musik.

D. Lingkungan Sekitar

1. Lingkungan sebagai Tempat Tinggal

Setiap makhluk hidup akan bertempat tinggal di dalam lingkungan tempat mereka berada. Makhluk hidup akan selalu berkelompok dengan jenisnya masing-masing.

  1. Individu: Makhluk hidup tunggal.
  2. Populasi: Kumpulan individu yang sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu.
  3. Komunitas: Kumpulan populasi yang hidup pada suatu daerah tertentu.
  4. Ekosistem: Kumpulan komunitas yang berinteraksi dengan lingkungannya dan membentuk suatu sistem.

2. Lingkungan sebagai Tempat Mencari Makan

Keseimbangan lingkungan atau ekosistem akan terjadi jika rantai makanan, jaring makanan, dan piramida makanan tepat. Rantai makanan dalam suatu lingkungan. Pada dasarnya tiap-tiap komponen dalam lingkungan hidup dapat dikatakan sebagai “satu untuk yang lain”. Contoh rumput dimakan rusa dan rusa dimakan harimau dan seterusnya.

E. Usaha-usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
  3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
  4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
  5. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini.
  6. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
  7. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
  8. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
  9. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
  10. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.

Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:

  1. Menghemat penggunaan kertas dan pensil.
  2. Membuang sampah pada tempatnya.
  3. Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang.
  4. Menghemat penggunaan listrik, air, dan bahan bakar minyak.
  5. Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.

F. Lingkungan Sekitar Kita

Manusia tinggal di bumi dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di bumi. Dengan akal pikirannya seharusnya melindungi lingkungan karena hidupnya sangat tergantung pada lingkungan di bumi. Namun sebaliknya yang terjadi, di zaman modern sebagian besar manusia tidak terlalu peduli dengan kerusakan lingkungan yang tengah terjadi. Bukan hanya tidak peduli saja, bahkan manusia turut berperan aktif menimbulkan kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut terus berlangsung dari waktu ke waktu.

Kita sebagai anak sekolah dan menempati tempat baru membuat kita harus pandai-pandai beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, tempat tinggal baru, dan segala hal yang baru. Awal kita tinggal di tempat baru memang rasanya tidak begitu nyaman karena belum sling mengenal teman satu sama lain. Di tempat sekolah yang kita tempati, kebersihan lingkungan terkadang masih belum memenuhi syarat-syarat konservasi, terkadang lingkungan masih kotor, sampah menumpuk, kamar mandi kotor, dan sebagainya. Tetapi sejak dibentuknya kelompok piket setiap harinya, lingkungan sudah mendingan dibandingkan sebelumnya. Ini semua berkat kerja sama semua pelajar. Dalam pengerjaan tugas piket harian kita semua melaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga terwujud semua lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Lingkungan hidup sebagai bagian yang mutlak dari kehidupan manusia memiliki tiga unsur penting yaitu unsur hayati (biotik), unsur sosial budaya, dan unsur fisik (abiotik). Urgensi lingkungan hidup bagi kehidupan manusia dapat sebagai tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan. Tetapi semuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, baik faktor dari alam maupun faktor dari manusia sendiri. Untuk itu kita harus melakukan berbagai upaya agar lingkungan kita bersih dan layak ditempati.

B. Saran

Diharapkan peran serta berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan sekitar, agar kita dapat memiliki lingkungan yang bersih dan layak untuk ditempati.

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_istilah_lingkungan_hidup

https://id.wikipedia.org/wiki/Kerusakan_lingkungan

https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan

https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan_hidup

https://id.wikipedia.org/wiki/Pelestarian_lingkungan_hidup

Download Contoh Makalah Pelestarian Lingkungan Hidup.docx

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH