Penyimpangan Gaya Hidup

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Penyimpangan Gaya Hidup” ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan Semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.

Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.

Indonesia, Maret 2021

Penyusun

DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah penyimpangan sosial bukanlah masalah yang baru muncul. Masalah ini telah lama lahir dan hadir dalam masyarakat. Namun demikian, masalah-masalah penyimpangan sosial ini tetap saja ada dan melekat dalam kehidupan masyarakat seolah tidak ada tindakan yang menanganinya. Ada banyak jenis dan perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan oleh masyarakat dan telah banyak pula aturan-aturan yang mengatur tentang penyimpangan tersebut. Pada kenyataannya, hingga saat ini penyimpangan sosial masih terus terjadi meskipun aturan atau bahkan hukuman diberlakukan bagi para pelaku. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan buruknya perilaku-perilaku menyimpang, atau mungkin kurangnya sosialisasi tentang penyimpangan sosial.

Dewasa ini, gaya hidup sering disalah gunakan oleh sebagian besar remaja. Apa lagi para remaja yang berada di kota Metropolitan. Mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti mode masa kini. Tentu saja, mode yang mereka tiru adalah mode dari orang barat. Jika mereka dapat memfilter dengan baik dan tepat, maka pengaruhnya juga akan positif. Namun sebaliknya, jika tidak pintar dalam memfilter mode dari orang barat tersebut, maka akan berpengaruh negatif bagi mereka sendiri.

Salah satu contoh gaya hidup para remaja yang mengikuti mode orang barat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah berpakaian. Masalah berpakaian para remaja masa kini selalu dikaitkan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena, sebagian remaja Indonesia khususnya, dalam berpakaian selalu mengikuti mode yang berlaku. Bahkan yang lebih menyedihkan, di stasiun-stasiun TV banyak ditampilkan contoh gaya hidup dalam berpakaian para remaja yang mengikuti mode orang barat. Otomatis bukan hanya remaja Metropolitan saja yang mengikuti mode tersebut, tetapi juga orang-orang yang berada dalam perkampungan atau pedalaman.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian gaya hidup?
  2. Bagaimana pengaruh gaya hidup?
  3. Bagaimana bentuk penyimpangan gaya hidup?
  4. Apa penyebab penyimpangan gaya hidup?
  5. Apa dampak dari penyimpangan gaya hidup?
  6. Bagaimana contoh penyimpangan gaya hidup?
  7. Bagaimana pencegahan dan penanggulangan penyimpangan gaya hidup?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Gaya Hidup

Menurut Kotler (2002, p. 192 ) gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Menurut Assael (1984, p. 252), gaya hidup adalah suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini).

Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari- hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan.

Dari berbagai pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Maka, penyimpangan gaya hidup itu adalah menjalankan kehidupan yang tidak sesuai dengan porsinya, atau tidak sesuai dengan kemampuannya, atau bisa dikatakan tidak sesuai dengan budaya yang ada.

B. Pengaruh Gaya Hidup

Dalam setiap kehidupan kita mungkin sudah mengenal apa yang namanya gaya hidup, dia adalah sesuatu yang selalu ada dan dipraktikkan oleh manusia di sekelilingnya. Gaya hidup juga sudah menjadi panutan bagi orang-orang yang mengenalnya, karena dengan seperti itu akan nampak cara hidup yang mereka inginkan, sesuai kebutuhan mereka tanpa harus memikirkan orang lain, asiknya gaya hidup juga bisa dirasakan oleh beberapa kaum remaja yang masih melihat tren-tren gaya hidup sekarang ataupun masa depan, yang lebih dikenal dengan gaya hidup modern.

Gaya hidup merupakan gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral orang tersebut dalam masyarakat di sekitarnya. Atau juga, gaya hidup adalah suatu seni yang dibudayakan oleh setiap orang. Gaya hidup juga sangat berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan teknologi. Semakin bertambahnya zaman dan semakin canggihnya teknologi, maka semakin berkembang luas pula penerapan gaya hidup oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti lain, gaya hidup dapat memberikan pengaruh positif atau negatif bagi yang menjalankannya. Yah, tergantung pada bagaimana orang tersebut menjalaninya.

Dewasa ini, gaya hidup sering disalahgunakan oleh sebagian besar remaja. Apalagi para remaja yang berada dalam kota Metropolitan. Mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti mode masa kini. Tentu saja, mode yang mereka tiru adalah mode dari orang barat. Jika mereka dapat memfilter dengan baik dan tepat, maka pengaruhnya juga akan positif. Namun sebaliknya, jika tidak pintar dalam memfilter mode dari orang barat tersebut, maka akan berpengaruh negatif bagi mereka sendiri.

Salah satu contoh gaya hidup para remaja yang mengikuti mode orang barat dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah “Berpakaian”. Masalah berpakaian para remaja masa kini selalu dikaitkan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena, sebagian remaja Indonesia khususnya, dalam berpakaian selalu mengikuti mode yang berlaku. Bahkan yang lebih menyedihkan, di stasiun-stasiun TV banyak ditampilkan contoh gaya hidup dalam berpakaian para remaja yang mengikuti mode orang barat. Otomatis bukan hanya remaja Metropolitan saja yang mengikuti mode tersebut, tetapi juga orang-orang yang berada dalam perkampungan atau pedalaman. Sebagian besar remaja Indonesia belum dapat memfilter budaya tersebut dengan baik.

Kita tahu bahwa mode yang dipakai oleh orang barat kebanyakan menyimpang dari moral. Sedangkan kita sadar bahwa Indonesia terkenal dengan norma kesopanan dan budi luhurnya. Namun, sebagian remaja Indonesia kemudian meniru atau mengikuti mode orang barat tanpa memfilternya secara baik dan tepat. Dan mungkin itu akan berakibat buruk bagi generasi penerus kita nanti. Contoh berikutnya, gaya hidup sebagian remaja yang mengikuti budaya orang barat adalah mengonsumsi minum-minuman keras, narkoba, dan barang haram sejenis lainnya. Mereka beranggapan bahwa jika tidak mengonsumsi barang-barang tersebut, maka ia akan dinilai sebagai masyarakat yang ketinggalan zaman atau tidak gaul. Ini adalah pengertian yang sangat salah.

Di era modern ini, memang para remaja dituntut untuk berhati – hati dalam segala hal. Baik dalam pergaulan, maupun penerapan kehidupan. Padahal jika kita teliti, minum – minuman keras dan narkoba dapat merusak kesehatan dan mental orang yang mengonsumsinya. Tetapi mereka tidak begitu paham dengan istilah itu. Mengapa?? Lagi-lagi karena pengaruh perkembangan zaman dan teknologi melalui tangan orang barat. Minum – minuman keras dan narkoba adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh gaya hidup orang barat yang sangat berbahaya dan sangat berpengaruh bagi maju mundurnya suatu bangsa. Dan yang lebih anehnya, budaya tersebut telah diikuti oleh sebagian remaja Indonesia.

Untuk itu, di zaman yang serba modern ini orang tua yang mempunyai anak remaja harus memantau pergaulan, teman-teman, dan gaya hidup yang mereka terapkan. Dan untuk para remaja harus berhati -hati dalam menerima budaya dari luar dan harus bisa memfilter budaya dari luar secara baik dan tepat.

C. Bentuk Penyimpangan Gaya Hidup

1. Sikap Arogansi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arogan berarti sombong dan congkak. Lebih lanjut menurut KBBI, secara psikologi, arogan itu mempunyai perasaan superiotas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah. Menurut penulis, superiotas adalah perasaan yang merasa lebih dibanding orang lain, padahal belum tentu lebih dan kalaupun ada kelebihan tidak perlu disewenangkan atau dilebih-lebihkan. Hal-hal yang sering dilebihkan tetapi belum tentu lebih yang menjadi karakteristik arogansi misalnya “lebih tinggi”, “lebih kuat”, “lebih memiliki kuasa/pengaruh”, “lebih hebat”, “lebih mengetahui atau lebih pandai atau lebih jago”, “lebih benar” dibanding orang lain dan sebagainya.

Perasaan arogan ini banyak sekali ditemui di masyarakat, di tempat perkuliahan yang intelektualitas menjadi “tuhan”nya pun sering ditemui sikap arogan, misalnya ketika pertama kali masuk kuliah, sering dilakukan orientasi pengenalan kampus yang dilakukan oleh senior terhadap junior yang baru masuk. Walaupun tidak tertulis, senior secara lisan selalu menyatakan slogan-slogan: “Pasal 1 senior tidak pernah salah; Pasal 2 Jika senior salah, lihat Pasal 1). Dengan slogan ini, senior bisa berbuat semaunya terhadap juniornya. Slogan ini juga menunjukkan bahwa arogansi sudah bertumbuh kembang dalam masyarakat dan mereka yang ada “di atas” menikmati dan tanpa sadar ikut serta dalam melembagakan sikap arogansi ini.

2. Sikap Eksentrik

Sikap Eksentrik yaitu perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga dianggap aneh. Seperti anak laki-laki memakai anting atau benda lainnya yang biasa dikenakan wanita, laki-laki yang berambut gondrong, adanya gang motor yang mengganggu ketertiban lalu-lintas dan suka merusak pertokoan, orang memakai tato, kehidupan anak punk, OBLO (organisasi bocah lali omah), sebagian kaum hawa yang memakai pakaian ketat, minim, dan transparan. Berbagai penyimpangan gaya hidup tersebut mulai merebak di masyarakat. Masyarakat menganggap ini hal yang aneh, yang melenceng dari norma hukum, norma agama, adat atau kebiasaan yang tidak boleh kita tiru.

D. Penyebab Penyimpangan Gaya Hidup

1. Sikap mental yang tidak sehat

Suatu sikap tidak merasa bersalah/ menyesal atas perbuatannya yang menurut masyarakat dianggap menyimpang. Contoh: profesi pelacur, makelar kasus, rentenir, dll.

2. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga

Disharmonisasi dalam keluarga seperti broken home, salah satu anggota keluarga ada yang meninggal, dll.

3. Pelampiasan rasa kecewa

Kegagalan terhadap suatu yang diinginkan dapat menyebabkan perilaku menyimpang sebagai bentuk pelarian masalah. Contoh : narkoba, bunuh diri.

4. Dorongan kebutuhan ekonomi

Kemiskinan dan ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki mendorong orang untuk menyimpang seperti mencuri, merampok, melacurkan diri.

5. Pengaruh lingkungan dan media massa

Teman sepermainan, pergaulan, media cetak dan elektronik mempengaruhi perilaku dan tindakan individu.

6. Keinginan untuk dipuji

Gaya hidup glamor, sok kaya, sok modern menyebabkan orang cenderung menyimpang seperti korupsi, merampok, menjual diri.

7. Proses belajar menyimpang

Interaksi dengan orang lain yang menyimpang akan mempengaruhi pikiran dan kepribadian untuk cenderung menyimpang seperti penggunaan obat, geng motor, merokok.

8. Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma

Ketidaksanggupan menyerap norma ke dalam kepribadian seseorang disebabkan menjalani proses sosialisasi yang salah/ tidak sempurna sehingga tidak sanggup menjalankan peran yang dikehendaki masyarakat.

9. Adanya ikatan sosial yang berlainan

Identifikasi diri dengan kelompok mempengaruhi kepribadian. Jika kelompok yang digauli menyimpang kecenderungan menyimpang lebih besar.

10. Proses sosialisasi sub kebudayaan menyimpang

Suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma budaya yang dominan. Perilaku individu dipengaruhi oleh nilai sub kebudayaan masyarakat seperti tempat tinggal dilingkungan kumuh, dekat dengan kompleks prostitusi.

11. Kegagalan dalam proses sosialisasi

Keluarga inti maupun keluarga luas bertanggung jawab terhadap penanaman nilai dan norma pada anak. Kegagalan proses pendidikan dalam keluarga menyebabkan terjadinya penyimpangan.

E. Dampak dari Penyimpangan Gaya Hidup

Berbicara mengenai dampak dalam kehidupan kita pasti ada namanya dampak positif dan negatif, arus modernisasi memang memberikan perubahan yang cukup drastis dalam kehidupan kita. Dampak positif seperti diperolehnya kemudahan dalam berbagai bidang, di antaranya bidang komunikasi dan transportasi, namun disisi lain ternyata melahirkan dampak yang kurang menguntungkan bagi kehidupan kita. Yaitu dengan menggejalanya berbagai problem yang semakin kompleks, baik bersifat pribadi maupun sosial. Dampak negatif dari penyimpangan gaya hidup antara lain:

  1. Mendorong meningkatnya kriminalitas;
  2. Mengganggu keharmonisan keluarga;
  3. Memicu kemiskinan;
  4. Merusak mental dan menurunkan kualitas kesehatan.

F. Contoh Penyimpangan Gaya Hidup

Ada beberapa jenis penyimpangan gaya hidup yang akan kita bahas di sini. Jenis-jenis penyimpangan gaya hidup ini adalah:

1. Tindak kriminal

Berbagai perilaku yang merugikan masyarakat ini adalah merupakan penyimpangan gaya hidup yang terjadi di seluruh dunia. Tindak kriminal yang sering terjadi saat ini adalah perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan lain sebagainya. Masalah keluarga dan juga finansial kadang melatarbelakangi mengapa orang melakukan penyimpangan tersebut. Yang saat ini marak terjadi adalah mengenai kasus penggunaan narkotika. Tidak hanya merugikan diri sendiri, penyimpangan gaya hidup dengan narkoba ini sekarang sudah merusak generasi muda yang mulai terbawa dengan pergaulan.

2. Orientasi Seksual

Tuhan telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasangan. Pada masyarakat normal, pastinya manusia akan tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, ada berapa golongan yang suka dengan sesama jenis. Biasanya mereka disebut dengan kamu gay/homo (laki-laki sudak dengan laki-laki) dan lesbian (perempuan suka dengan perempuan). Tentu bagi orang normal, orientasi seksual sesama jenis tersebut amatlah menyimpang. Hal ini biasanya terjadi karena berbagai alasan, namun alasan yang sering diutarakan yaitu karena faktor traumatis karena masa lalu.

3. Konsumerisme

Ya seperti namanya penyimpangan gaya hidup ini adalah seseorang yang gandrung akan belanja. Banyak dari masyarakat modern yang tidak menyadari ini. Berbelanja adalah suatu hal yang menyenangkan. Namun sejatinya berbelanja adalah yang sesuai dengan kebutuhan. Jika kita sudah sering berbelanja barang yang tidak diperlukan kita perlu waspada. Jika terus berkelanjutan membelanjakan uang untuk barang-barang yang tidak diperlukan, hal ini akan menjadi kebiasaan buruk dan sulit untuk disembuhkan. Kebiasaan ini biasanya terjadi karena efek buruk dari memanjakan orang yang kita cintai dan akhirnya menjadikan mereka seorang yang sangat suka belanja.

Efek buruk dari penyimpangan gaya hidup ini selain membuat tabungan semakin menipis, akan membuat rasa empati terhadap sesama hilang. Mereka akan sibuk dengan kesenangan-kesenangan ini tanpa memikirkan dampak di belakang ini semua. Salah satu jalan penyembuhan dari ketergantungan berbelanja adalah pergi ke psikiater untuk melakukan terapi. Penyimpangan gaya hidup bisa saja menjangkit kepada siapa saja. Dapat mengontrol pergaulan dan juga dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kita adalah kunci utama untuk menghindari hal ini. Jadi mari pintar-pintar memilih pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam penyimpangan gaya hidup yang pastinya akan merusak diri kita.

G. Pencegahan dan Penanggulangan Penyimpangan Gaya Hidup

1. Tindakan Preventif

Yaitu suatu upaya untuk mencegah tindakan penyimpangan gaya hidup, antara lain:

  • Mendukung dan melaksanakan program wajib belajar;
  • Penanaman nilai dan norma-norma (terutama norma agama dan hukum);
  • Menyediakan bermacam sarana untuk menunjang kegiatan remaja untuk mengalihkan hal-hal negatif;
  • Menjalin hubungan baik antara orang tua dan anak di dalam keluarga serta antar warga dalam masyarakat;
  • Menciptakan suasana keterbukaan dan kekeluargaan dalam keluarga dan masyarakat;
  • Menyusun undang-undang khusus untuk kesejahteraan dan pelanggaran yang dilakukan anak dan remaja;Mendirikan klinik bimbingan psikologis untuk membantu remaja dari kesulitan.

2. Tindakan Kuratif

Yaitu suatu tindakan untuk mengatasi suatu penyimpangan gaya hidup, antara lain:

  • Menghilangkan semua penyebab timbulnya kejahatan remaja;
  • Perubahan lingkungan dengan mencarikan orang tua asuh dan memberikan fasilitas yang diperlukan bagi anak;
  • Memindahkan anak nakal ke sekolah atau lingkungan yang lebih baik;
  • Memberikan latihan bagi remaja untuk hidup teratur, tertib, dan disiplin;
  • Memanfaatkan waktu senggang di pusat pelatihan, membiasakan diri bekerja, belajar, dan berekreasi secara sehat dengan disiplin tinggi;
  • Menggiatkan organisasi pemuda dengan program keterampilan yang dipersiapkan untuk pasar kerja dan hidup di tengah masyarakat;
  • Mendayagunakan klinik bimbingan untuk meringankan dan memecahkan masalah gaya hidup.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Banyak perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja, ini menjadi permasalahan yang harus memiliki perhatian khusus dari berbagai kalangan serta harus adanya usaha untuk mengendalikan permasalahan tersebut, agar perilaku tersebut dapat diminimalisir jumlahnya dan masalah tersebut tidak lagi menjadi patologi bagi bangsa kita ini. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh gaya hidup remaja saat ini.

Gaya hidup adalah adaptasi aktif individu terhadap kondisi sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk menyatu dan bersosialisasi dengan orang lain, untuk memenuhi segala kebutuhan remaja, saat ini banyak dari mereka yang membenarkan apa yang salah dan melalaikan apa yang benar sehingga mereka tak urung untuk melakukan hal yang menyimpang dan beranggapan yang terpenting kebutuhannya terpenuhi.

B. Saran

Bagi pembaca yang membaca makalah ini, diharap bisa belajar dari makalah yang telah kami buat. Dan diharapkan dari makalah ini, pembaca tahu dampak dari penyimpangan itu sendiri, baik dampak secara langsung maupun tidak langsung.

DAFTAR PUSTAKA

Willis, S. (2008). Remaja & Masalahnya. Bandung: Alfabeta.

http://rakuasa.blogspot.co.id/2016/07/makalah-penyimpangan-gaya-hidup.html

https://www.kompasiana.com/prabusas/pengaruh-gaya-hidup_55108254813311d338bc674c

http://tezukaboyz.blogspot.co.id/2011/05/makalah-sosiologi-penyimpangan-gaya.html

http://minischoolweb.blogspot.co.id/2016/03/penyimpangan-gaya-hidup.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_hidup

Download Contoh Makalah Penyimpangan Gaya Hidup.docx

Download juga:

Makalah Penyimpangan Sosial

Makalah Penyimpangan Seksual

MOHON MATIKAN AD BLOCK
TERIMA KASIH